alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Temuan 156 Butir Amunisi Diserahkan ke TNI

SANGGAU-Sebanyak 156 butir amunisi (peluru,red) diduga aktif sisa dari konfrontasi tahun 1965 ditemukan masyarakat di Kampung Jangkang, yang berlokasi didekat patok perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat ini, amunisi tersebut telah diserahkan ke Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Komandan Pos (Danpos) Guna Banir, Letda Inf. Surono mengungkapkan amunisi yang ditemukan warga di ladang itu diduga aktif berjumlah 156 butir jenis SME Hampa Malaysia Kaliber 5,56 mm.

“Awalnya, anggota melakukan kegiatan komunikasi sosial di Kampung Jangkang, kampung yang berada dekat patok perbatasan. Masyarakat menceritakan penemuan amunisi tersebut dan menyerahkan kepada anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643 Wanara Sakti,” ungkapnya melalui rilis, Kamis (24/6).

“Selaku Danpos sudah memerintahkan anggota untuk mengecek kembali serta melakukan pendalaman kemungkinan masih ada sisa-sisa amunisi yang lain. Kami mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan senjata api, amunisi, bahan peledak atau sejenisnya agar langsung melaporkannya kepada anggota TNI di Pos Guna Banir,” harapnya.

Baca Juga :  BKIPM Entikong Kembali Berikan Pelayanan

Sementara itu, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf. Hendro Wicaksono membenarkan telah menerima penyerahan amunisi dari masyarakat Kampung Jangkang, Kecamatan Sekayam. Amunisi tersebut temuan masyarakat saat berangkat ke ladang. Pihaknya mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat yang percaya kepada satgas pamtas dengan sukarela menyerahkan munisi yang ditemukan.

“Selaku Dansatgas, saya sangat mengapresiasi masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan amunisi ataupun senjata api. Saya juga berharap dan berusaha meyakinkan kepada masyarakat bahwa jangan takut ataupun ragu untuk menyerahkan senjata atau amunisi kepada anggota satgas. Kami jamin keamanannya sehingga tidak akan ada masalah dikemudian hari,” tegasnya. (sgg)

SANGGAU-Sebanyak 156 butir amunisi (peluru,red) diduga aktif sisa dari konfrontasi tahun 1965 ditemukan masyarakat di Kampung Jangkang, yang berlokasi didekat patok perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat ini, amunisi tersebut telah diserahkan ke Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Komandan Pos (Danpos) Guna Banir, Letda Inf. Surono mengungkapkan amunisi yang ditemukan warga di ladang itu diduga aktif berjumlah 156 butir jenis SME Hampa Malaysia Kaliber 5,56 mm.

“Awalnya, anggota melakukan kegiatan komunikasi sosial di Kampung Jangkang, kampung yang berada dekat patok perbatasan. Masyarakat menceritakan penemuan amunisi tersebut dan menyerahkan kepada anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643 Wanara Sakti,” ungkapnya melalui rilis, Kamis (24/6).

“Selaku Danpos sudah memerintahkan anggota untuk mengecek kembali serta melakukan pendalaman kemungkinan masih ada sisa-sisa amunisi yang lain. Kami mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan senjata api, amunisi, bahan peledak atau sejenisnya agar langsung melaporkannya kepada anggota TNI di Pos Guna Banir,” harapnya.

Baca Juga :  BKIPM Entikong Kembali Berikan Pelayanan

Sementara itu, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf. Hendro Wicaksono membenarkan telah menerima penyerahan amunisi dari masyarakat Kampung Jangkang, Kecamatan Sekayam. Amunisi tersebut temuan masyarakat saat berangkat ke ladang. Pihaknya mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat yang percaya kepada satgas pamtas dengan sukarela menyerahkan munisi yang ditemukan.

“Selaku Dansatgas, saya sangat mengapresiasi masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan amunisi ataupun senjata api. Saya juga berharap dan berusaha meyakinkan kepada masyarakat bahwa jangan takut ataupun ragu untuk menyerahkan senjata atau amunisi kepada anggota satgas. Kami jamin keamanannya sehingga tidak akan ada masalah dikemudian hari,” tegasnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/