alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Cium Potensi Penyelewengan PKH di Kecamatan Lainnya

SANGGAU-Kasus penyimpangan dalam pengelolaan dana kegiatan program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Sanggau tahun anggaran 2017–2020 yang terjadi di Desa Balai Ingin, Tayan Hilir mengindikasikan potensi yang sama di tempat lainnya. Untuk itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkannya.

“Masyarakat harus buka mata dan telinga. Kalau memang ada penyimpangan, laporkan ke kami. Jangan takut dengan intimidasi dan sebagainya. Kalau memang itu ada penyimpangan baik itu pungli kah sifatnya, atau yang mengarah ke tindak pidana korupsi, segera laporkan ke kami dan akan segera kami tindaklanjuti,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Tengku Firdaus, Sabtu (24/4) kemarin.

Pihaknya berharap kasus PKH di Tayan Hilir menjadi pelajaran kepada oknum-oknum yang mau menguntungkan diri sendiri dan menyengsarakan masyarakat serta menimbulkan kerugian bagi negara.

Baca Juga :  Kenaikan Pangkat Konsekuensi Kinerja

“Saya berharap juga kepada desa-desa lain, kasus PKH di Desa Balai Ingin jadi pelajaran agar tidak terulang kasus yang sama. Kita miris melihat ini. Program pemerintah yang sangat baik untuk membantu masyarakat kecil malah disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi semata,” katanya.

Terkait kasus penyelewengan bantuan PKH, Tengku tidak menutup kemungkinan bakal adanya tersangka lain dalam kasus serupa. Pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyidikan atas kasus tersebut.

“Yang di kecamatan-kecamatan lain menyusul. Sekarang sedang pengembangan. Khusus yang di Tayan Hilir ini, kan baru dilakukan penghitungan kerugian untuk satu desa. Dan masih proses beberapa yang lainnya. Kalau hanya satu mungkin tidak seberapa, tapi kalau kumulatif maka nilai kerugiannya akan besar,” terang dia. (sgg)

Baca Juga :  Dua Pelajar Alami Laka Lantas

SANGGAU-Kasus penyimpangan dalam pengelolaan dana kegiatan program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Sanggau tahun anggaran 2017–2020 yang terjadi di Desa Balai Ingin, Tayan Hilir mengindikasikan potensi yang sama di tempat lainnya. Untuk itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkannya.

“Masyarakat harus buka mata dan telinga. Kalau memang ada penyimpangan, laporkan ke kami. Jangan takut dengan intimidasi dan sebagainya. Kalau memang itu ada penyimpangan baik itu pungli kah sifatnya, atau yang mengarah ke tindak pidana korupsi, segera laporkan ke kami dan akan segera kami tindaklanjuti,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Tengku Firdaus, Sabtu (24/4) kemarin.

Pihaknya berharap kasus PKH di Tayan Hilir menjadi pelajaran kepada oknum-oknum yang mau menguntungkan diri sendiri dan menyengsarakan masyarakat serta menimbulkan kerugian bagi negara.

Baca Juga :  Dua Desa Fokus di Jangkang

“Saya berharap juga kepada desa-desa lain, kasus PKH di Desa Balai Ingin jadi pelajaran agar tidak terulang kasus yang sama. Kita miris melihat ini. Program pemerintah yang sangat baik untuk membantu masyarakat kecil malah disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi semata,” katanya.

Terkait kasus penyelewengan bantuan PKH, Tengku tidak menutup kemungkinan bakal adanya tersangka lain dalam kasus serupa. Pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyidikan atas kasus tersebut.

“Yang di kecamatan-kecamatan lain menyusul. Sekarang sedang pengembangan. Khusus yang di Tayan Hilir ini, kan baru dilakukan penghitungan kerugian untuk satu desa. Dan masih proses beberapa yang lainnya. Kalau hanya satu mungkin tidak seberapa, tapi kalau kumulatif maka nilai kerugiannya akan besar,” terang dia. (sgg)

Baca Juga :  Gali Potensi Wisata di Tayan

Most Read

Artikel Terbaru

/