alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

SPAN-LAPOR Terhubung Langsung ke Kemen PAN-RB

SANGGAU — Selasa (26/7) pagi, digelar Sosialisasi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Melalui SP4N – Lapor di Kecamatan Kapuas yang dipusatkan di Aula Kantor Bapenda Sanggau. Kegiatan bertujuan untuk memberi pendampingan bagi pejabat penghubung dalam memberi pemahaman dan aspirasi masyarakat yang transparan dan partisitipatif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, Joni Irwanto, mengatakan dalam memberikan pelayanan terhadap pengaduan dan aspirasi masyarakat, maka pemerintah berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 680 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, telah menetapkan SP4N-Lapor sebagai aplikasi berbasis web yang diperuntukkan bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan atas pengaduan dan aspirasi masyakarat.

Baca Juga :  Guru Pengawas Mesti Mampu Manajemen

Menurutnya, sistem SP4N-Lapor terhubung secara langsung dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kantor Staf Kepresidenan dan memperoleh pengawasan secara ketat oleh Ombudsman Republik Indonesia. Dengan demikian, aplikasi tersebut sangat penting dan sangat berpengaruh pada ukuran kinerja pemda apabila pengaduan atau aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak segera ditangani.

Joni, sapaan akrabnya, juga menegaskan khususnya bagi para pejabat penghubung yang ada pada masing-masing perangkat daerah. Mereka tersebut, agar dapat memahami substansi dari setiap pengaduan dan aspirasi yang disampaikan. Mereka juga dalam memberi tanggapan atau jawaban dengan kalimat yang sesuai serta bukti yang mendukung sehingga pelayanan yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Sopir Bus Positif Narkoba

“Kiranya sosialisasi ini harus dimaknai secara baik bagi semua peserta sebagai panggilan untuk bagaimana memberi pelayanan publik yang transparan, akuntabilitas dan partisipatif bagi masyarakat Sanggau,” harapnya.

Dirinya juga berujar bahwa tidak semua orang berkesempatan menjadi administrator agar bertanggung jawab dalam menerima dan memberikan informasi kepada setiap orang. (sgg)

SANGGAU — Selasa (26/7) pagi, digelar Sosialisasi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Melalui SP4N – Lapor di Kecamatan Kapuas yang dipusatkan di Aula Kantor Bapenda Sanggau. Kegiatan bertujuan untuk memberi pendampingan bagi pejabat penghubung dalam memberi pemahaman dan aspirasi masyarakat yang transparan dan partisitipatif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, Joni Irwanto, mengatakan dalam memberikan pelayanan terhadap pengaduan dan aspirasi masyarakat, maka pemerintah berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 680 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, telah menetapkan SP4N-Lapor sebagai aplikasi berbasis web yang diperuntukkan bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan atas pengaduan dan aspirasi masyakarat.

Baca Juga :  Guru Pengawas Mesti Mampu Manajemen

Menurutnya, sistem SP4N-Lapor terhubung secara langsung dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kantor Staf Kepresidenan dan memperoleh pengawasan secara ketat oleh Ombudsman Republik Indonesia. Dengan demikian, aplikasi tersebut sangat penting dan sangat berpengaruh pada ukuran kinerja pemda apabila pengaduan atau aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak segera ditangani.

Joni, sapaan akrabnya, juga menegaskan khususnya bagi para pejabat penghubung yang ada pada masing-masing perangkat daerah. Mereka tersebut, agar dapat memahami substansi dari setiap pengaduan dan aspirasi yang disampaikan. Mereka juga dalam memberi tanggapan atau jawaban dengan kalimat yang sesuai serta bukti yang mendukung sehingga pelayanan yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Video "Enak-enak" Dilaporkan ke Polisi

“Kiranya sosialisasi ini harus dimaknai secara baik bagi semua peserta sebagai panggilan untuk bagaimana memberi pelayanan publik yang transparan, akuntabilitas dan partisipatif bagi masyarakat Sanggau,” harapnya.

Dirinya juga berujar bahwa tidak semua orang berkesempatan menjadi administrator agar bertanggung jawab dalam menerima dan memberikan informasi kepada setiap orang. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/