alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Gagalkan Selundupan 1,5 Ton Gula di Jalur Tikus

SANGGAU – Sebanyak tiga puluh karung gula pasir ilegal atau sekira satu setengah ton disita tentara nasional Indonesia (TNI) dari batalyon infanteri raider 641 di jalur tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Senin (27/1) malam.

“Kami masih upayakan menyelidiki siapa pemilik gula tersebut. Karena saat dipergoki para pemikul pada kabur (melarikan diri),” ungkap Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono, Selasa (28/1).

Penemuan bermula, saat Sertu Yopi Tri Pitara beserta tiga personil Satgas lainnya melaksanakan kegiatan pengendapan malam di jalur tikus sektor kanan PLBN Entikong.

“Saat di titik pengendapan, anggota melihat sekelompok orang sedang memikul barang dalam kemasan karung berwarna putih, namun pada saat di datangi justru sekelompok orang tersebut lari dan meninggalkan barang tersebut,” katanya menceritakan.

Baca Juga :  Hasil Pemeriksaan Awal Imigrasi Soal 3 WNA Tiongkok

Setelah diperiksa, ada delapan belas karung berisi gula pasir dengan total berat sembilan ratus kilogram. Satgas selanjutnya melakukan pendalaman dan mengembangkan temuan gula pasir tersebut.

Kukuh menambahkan, tim kedua yang terdiri dari empat personil Satgas dipimpin oleh Serda Jumarda diberangkatkan melakukan pengendapan di sekitar lokasi dan menjelang subuh kembali menyita gula pasir sebanyak dua belas karung dengan berat total enam ratus kilogram yang ditinggalkan oleh para pemikul di semak-semak.

“Kegiatan ambush dan pengendapan rutin dilaksanakan oleh personil Satgas untuk mencegah serta mengantisipasi penyelundupan barang-barang ilegal dan peredaran narkoba dari Malaysia melalui jalur-jalur tikus disepanjang perbatasan,” terangnya.

Saat ini, barang berupa gula pasir tiga puluh karung dengan berat total satu setengah ton telah diamankan di Pos Kotis Gabma Entikong Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Bru. Selanjutnya akan diserahkan kepada Kantor Bea dan Cukai. (sgg)

Baca Juga :  Predator Anak ‘Bersarang’ di Sanggau

SANGGAU – Sebanyak tiga puluh karung gula pasir ilegal atau sekira satu setengah ton disita tentara nasional Indonesia (TNI) dari batalyon infanteri raider 641 di jalur tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Senin (27/1) malam.

“Kami masih upayakan menyelidiki siapa pemilik gula tersebut. Karena saat dipergoki para pemikul pada kabur (melarikan diri),” ungkap Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono, Selasa (28/1).

Penemuan bermula, saat Sertu Yopi Tri Pitara beserta tiga personil Satgas lainnya melaksanakan kegiatan pengendapan malam di jalur tikus sektor kanan PLBN Entikong.

“Saat di titik pengendapan, anggota melihat sekelompok orang sedang memikul barang dalam kemasan karung berwarna putih, namun pada saat di datangi justru sekelompok orang tersebut lari dan meninggalkan barang tersebut,” katanya menceritakan.

Baca Juga :  Sosialisasi New Normal, Sambangi Warkop dan Tempat Keramaian

Setelah diperiksa, ada delapan belas karung berisi gula pasir dengan total berat sembilan ratus kilogram. Satgas selanjutnya melakukan pendalaman dan mengembangkan temuan gula pasir tersebut.

Kukuh menambahkan, tim kedua yang terdiri dari empat personil Satgas dipimpin oleh Serda Jumarda diberangkatkan melakukan pengendapan di sekitar lokasi dan menjelang subuh kembali menyita gula pasir sebanyak dua belas karung dengan berat total enam ratus kilogram yang ditinggalkan oleh para pemikul di semak-semak.

“Kegiatan ambush dan pengendapan rutin dilaksanakan oleh personil Satgas untuk mencegah serta mengantisipasi penyelundupan barang-barang ilegal dan peredaran narkoba dari Malaysia melalui jalur-jalur tikus disepanjang perbatasan,” terangnya.

Saat ini, barang berupa gula pasir tiga puluh karung dengan berat total satu setengah ton telah diamankan di Pos Kotis Gabma Entikong Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Bru. Selanjutnya akan diserahkan kepada Kantor Bea dan Cukai. (sgg)

Baca Juga :  Bangun Jembatan Darurat di Desa Nekan

Most Read

Artikel Terbaru

/