alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Tunggangi Anak Bawah Umur Tujuh Kali, MA Dicokok Polisi

SANGGAU – MA, Pria 23 tahun, warga di Kuala Buayan, Kecamatan Meliau ini dijemput anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sanggau setelah dilaporkan terkait kasus pemerkosaan anak di bawah umur.

Kapolres Sanggau, AKBP Raymond Marcellino Masengi mengatakan pada sekira Bulan Desember 2019 sampai tanggal 16 Januari 2020 terjadi tindak pidana pemerkosaan dan perlindungan anak yang dilakukan oleh MA terhadap korban berusia 14 tahun.

“Perbuatannya itu dilakukan sebanyak tujuh kali dari rentang waktu Desember 2019 sampai 16 Januari 2020. Pelaku diketahui adalah abang ipar korban,” katanya, Rabu (29/1) sore.

Menurutnya, korban memberitahukan kepada orangtuanya pada 25 Januari 2020. Atas pengakuan anaknya itu, orangtua melapor kepada polisi 26 Januari 2020. Saat itu, pelapor dan korban datang bersamaan ke Polres Sanggau.

Baca Juga :  Wabup Sambut Baik Kehadiran 12 Dokter Internship

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 76D juncto Pasal 81 Ayat (1) dan Pasal 76E juncto Pasal 82 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak juncto Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (sgg)

SANGGAU – MA, Pria 23 tahun, warga di Kuala Buayan, Kecamatan Meliau ini dijemput anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sanggau setelah dilaporkan terkait kasus pemerkosaan anak di bawah umur.

Kapolres Sanggau, AKBP Raymond Marcellino Masengi mengatakan pada sekira Bulan Desember 2019 sampai tanggal 16 Januari 2020 terjadi tindak pidana pemerkosaan dan perlindungan anak yang dilakukan oleh MA terhadap korban berusia 14 tahun.

“Perbuatannya itu dilakukan sebanyak tujuh kali dari rentang waktu Desember 2019 sampai 16 Januari 2020. Pelaku diketahui adalah abang ipar korban,” katanya, Rabu (29/1) sore.

Menurutnya, korban memberitahukan kepada orangtuanya pada 25 Januari 2020. Atas pengakuan anaknya itu, orangtua melapor kepada polisi 26 Januari 2020. Saat itu, pelapor dan korban datang bersamaan ke Polres Sanggau.

Baca Juga :  Lomba Vlog, Pemkab Sanggau Sosialisasikan PHB

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 76D juncto Pasal 81 Ayat (1) dan Pasal 76E juncto Pasal 82 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak juncto Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/