alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Bangun Balai Adat Pemkab Bantu Rp100 Juta

SANGGAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau telah menganggarkan dana senilai seratus juta rupiah untuk membantu pembangunan Balai Adat di Tembawang Balek Angin, Desa Lintang Kapuas, Kecamatan Kapuas. Penancapan tiang pertama balai adat telah dilakukan usai ritual adat di Tembawang Balek Angin, oleh Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot.

“Sebagai bentuk dukungan pemerintah, sudah dianggarkan untuk bantuan dana pembangunan balai adat itu senilai seratus juta rupiah,” ujar Ontot, belum lama ini.

Sebelum penancapan tiang, lokasi itu terlebih dahulu diberkati oleh pastor rekan dari Paroki Lintang. Penancapan tiang pertama itu juga disaksikan oleh Pangeran Ratu Surya Negara, Gusti Arman.

Tokoh masyarakat Desa Lintang Kapuas Robertus Saloy mengatakan, pembangunan balai adat ini sudah lama didambakan oleh masyarakat. Nantinya, setiap pelaksanaan ritual adat bisa digelar di tempat itu.

Baca Juga :  Sembilan Desa Zona Merah Covid-19

“Selaku tokoh masyarakat memberikan apresiasi kepada Pemkab Sanggau karena sudah mewujudkan pembangunan balai adat di lokasi ini. Selama belum memiliki balai adat, berbagai ritual diselenggarakan di tempat sederhana. Biasanya hanya dengan menggelar tikar di lokasi ritual, dan tempat duduk sederhana dari kayu,” ungkapnya.

“Tahun sebelumnya dan termasuk hari ini, ritual adat masih sederhana, belum ada semacam pondok permanen untuk melaksanakan ritual. Hanya tempat duduk sederhana yang kami buat dari kayu saja,” sambung dia. (sgg/sanggau.go.id)

SANGGAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau telah menganggarkan dana senilai seratus juta rupiah untuk membantu pembangunan Balai Adat di Tembawang Balek Angin, Desa Lintang Kapuas, Kecamatan Kapuas. Penancapan tiang pertama balai adat telah dilakukan usai ritual adat di Tembawang Balek Angin, oleh Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot.

“Sebagai bentuk dukungan pemerintah, sudah dianggarkan untuk bantuan dana pembangunan balai adat itu senilai seratus juta rupiah,” ujar Ontot, belum lama ini.

Sebelum penancapan tiang, lokasi itu terlebih dahulu diberkati oleh pastor rekan dari Paroki Lintang. Penancapan tiang pertama itu juga disaksikan oleh Pangeran Ratu Surya Negara, Gusti Arman.

Tokoh masyarakat Desa Lintang Kapuas Robertus Saloy mengatakan, pembangunan balai adat ini sudah lama didambakan oleh masyarakat. Nantinya, setiap pelaksanaan ritual adat bisa digelar di tempat itu.

Baca Juga :  18,2 Kg Sabu 'Tak Bertuan' Terdeteksi X-Ray

“Selaku tokoh masyarakat memberikan apresiasi kepada Pemkab Sanggau karena sudah mewujudkan pembangunan balai adat di lokasi ini. Selama belum memiliki balai adat, berbagai ritual diselenggarakan di tempat sederhana. Biasanya hanya dengan menggelar tikar di lokasi ritual, dan tempat duduk sederhana dari kayu,” ungkapnya.

“Tahun sebelumnya dan termasuk hari ini, ritual adat masih sederhana, belum ada semacam pondok permanen untuk melaksanakan ritual. Hanya tempat duduk sederhana yang kami buat dari kayu saja,” sambung dia. (sgg/sanggau.go.id)

Most Read

Amankan Pelaku Curanmor  

Sukses Jadi Juara Grup

Sat Binmas Cek KTA Polsus Rutan Landak

Artikel Terbaru

/