alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Ribuan Produk Kadaluarsa Masih Dijual

Loka POM Temukan 2 Produk Tanpa Izin Edar

SANGGAU-Kelalaian dalam penjualan produk–produk kadaluarsa masih sangat banyak dijumpai disejumlah tempat di Kabupaten Sanggau. Para konsumen (pembeli) diminta lebih teliti ketika hendal membeli produk dipusat perbelanjaan yang ada di Kabupaten Sanggau. Jumlah produk kadaluarsa bahkan sangat banyak dibanding produk rusak.

Kepala Loka POM Sanggau, Agus Riyanto menyampaikan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan menghadapi Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dilakukan lima tahap. Empat tahap dilakukan di Kabupaten Sanggau dan satu tahap di Kabupaten Sekadau (wilayah kerja Loka POM Sanggau).

Lima tahapan itu masing–masing dilakukan pada 25 November 2020 di Kecamatan Kapuas (Kota Sanggau), 2 Desember di Batang Tarang (Kecamatan Balai), 8 Desember di Kabupaten Sekadau, 14 Desember di Tayan Hilir dan 22 Desember di Kapuas (Kota Sanggau).

Untuk di Kota Sanggau (Kecamatan Kapuas), yang dilaksanakan pada 25 November dan 22 Desember 2020, pihaknya turun lapangan bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UM (Disperindagkop dan UM), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi sejumlah sarana. Dari pemeriksaan yang paling banyak didapati adalah produk kadaluarsa dan beberapa diantaranya produk rusak.

Baca Juga :  Bebaskan Sanggau dari Rabies 2024

Kemudian, pada 2 Desember 2020 di Batang Tarang ada enam sarana yang diperiksa bersama dengan Dinkes dan Satpol PP. Sedikitnya, ditemukan 14 pcs produk dalam kondisi rusak dan 138 pcs produk kadaluarsa. Selanjutnya di Tayan Hilir ada enam sarana yang diperiksa dengan melibatkan Disperindagkop dan UM, Dinkes serta Satpol PP menemukan 18 pcs produk rusak dan 322 pcs produk kadaluarsa.

“Kalau yang di Kabupaten Sekadau itu, pada 8 Desember 2020 bersama dengan Disperindagkop, Dinas Kesehatan dan Satpol PP setempat memeriksa enam sarana dan menemukan 21 pcs produk rusak dan 319 pcs produk kadaluarsa,” ungkapnya, Senin (28/12).

Agus mengatakan, terhadap produk–produk rusak dan kadaluarsa tersebut, pihaknya melakukan proses pembinaan kepada para pelaku usaha dimana produk – produk tersebut ditemukan. Pihaknya juga menyarankan agar dilakukan pemusnahan secara sukarela sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Balai Karangan Membara, Bangunan Bekas Sawmil Dilahap Si Jago Merah

“Karena ini sifatnya pembinaan, kami harapkan produk tersebut dimusnahkan secara sukarela oleh mereka. Kami harap juga mereka tidak menjual lagi produk–produk tersebut untuk jaminan kesehatan para konsumen dan masyarakat secara umum baik di Sanggau maupun di Sekadau,” katanya.

Ditambahkan Agus, sejumlah produk yang mengalami banyak kerusakan antara lain kemasan kaleng. Rata–rata kemasan sudah penyok dan berkarat. Sementara produk kadaluarsa yang ditemukan antara lain susu, mie instan, biskuit dan snack serta minuman kemasan. Bila ditotal temuannya (Sanggau dan Sekadau) yakni 1.118 pcs produk kadaluarsa, 81 pcs produk rusak dan 2 pcs produk tanpa izin edar. (sgg)

Loka POM Temukan 2 Produk Tanpa Izin Edar

SANGGAU-Kelalaian dalam penjualan produk–produk kadaluarsa masih sangat banyak dijumpai disejumlah tempat di Kabupaten Sanggau. Para konsumen (pembeli) diminta lebih teliti ketika hendal membeli produk dipusat perbelanjaan yang ada di Kabupaten Sanggau. Jumlah produk kadaluarsa bahkan sangat banyak dibanding produk rusak.

Kepala Loka POM Sanggau, Agus Riyanto menyampaikan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan menghadapi Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dilakukan lima tahap. Empat tahap dilakukan di Kabupaten Sanggau dan satu tahap di Kabupaten Sekadau (wilayah kerja Loka POM Sanggau).

Lima tahapan itu masing–masing dilakukan pada 25 November 2020 di Kecamatan Kapuas (Kota Sanggau), 2 Desember di Batang Tarang (Kecamatan Balai), 8 Desember di Kabupaten Sekadau, 14 Desember di Tayan Hilir dan 22 Desember di Kapuas (Kota Sanggau).

Untuk di Kota Sanggau (Kecamatan Kapuas), yang dilaksanakan pada 25 November dan 22 Desember 2020, pihaknya turun lapangan bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UM (Disperindagkop dan UM), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi sejumlah sarana. Dari pemeriksaan yang paling banyak didapati adalah produk kadaluarsa dan beberapa diantaranya produk rusak.

Baca Juga :  Mantan Kepala BPN Sanggau Ditangkap

Kemudian, pada 2 Desember 2020 di Batang Tarang ada enam sarana yang diperiksa bersama dengan Dinkes dan Satpol PP. Sedikitnya, ditemukan 14 pcs produk dalam kondisi rusak dan 138 pcs produk kadaluarsa. Selanjutnya di Tayan Hilir ada enam sarana yang diperiksa dengan melibatkan Disperindagkop dan UM, Dinkes serta Satpol PP menemukan 18 pcs produk rusak dan 322 pcs produk kadaluarsa.

“Kalau yang di Kabupaten Sekadau itu, pada 8 Desember 2020 bersama dengan Disperindagkop, Dinas Kesehatan dan Satpol PP setempat memeriksa enam sarana dan menemukan 21 pcs produk rusak dan 319 pcs produk kadaluarsa,” ungkapnya, Senin (28/12).

Agus mengatakan, terhadap produk–produk rusak dan kadaluarsa tersebut, pihaknya melakukan proses pembinaan kepada para pelaku usaha dimana produk – produk tersebut ditemukan. Pihaknya juga menyarankan agar dilakukan pemusnahan secara sukarela sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Satgas Perbatasan Berikan Pengobatan Gratis

“Karena ini sifatnya pembinaan, kami harapkan produk tersebut dimusnahkan secara sukarela oleh mereka. Kami harap juga mereka tidak menjual lagi produk–produk tersebut untuk jaminan kesehatan para konsumen dan masyarakat secara umum baik di Sanggau maupun di Sekadau,” katanya.

Ditambahkan Agus, sejumlah produk yang mengalami banyak kerusakan antara lain kemasan kaleng. Rata–rata kemasan sudah penyok dan berkarat. Sementara produk kadaluarsa yang ditemukan antara lain susu, mie instan, biskuit dan snack serta minuman kemasan. Bila ditotal temuannya (Sanggau dan Sekadau) yakni 1.118 pcs produk kadaluarsa, 81 pcs produk rusak dan 2 pcs produk tanpa izin edar. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/