alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Silakan Berjualan, Jangan Sediakan Kursi

SEKADAU – Para pemilik usaha terutama di kawasan Terminal Lawang Kuari Sekadau serta titik-titik keramaian lainnya di Kota Sekadau, diminta untuk tidak menyediakan kursi dan meja untuk konsumen. Permintaan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau di sela-sela rapat bersama SKPD dan Forkopimda Kabupaten Sekadau tentang upaya pencegahan corona virus disease (Covid-19) di Sekadau, baru-baru ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sekadau Zakaria menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pemerintah ini sebagai langkah penerapan sosial distancing, guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini juga dilakukan mereka sekaligus agar tidak ada lagi warga yang membandel untuk nongkrong di luar rumah.

“Kita juga imbau agar masyarkat sementara waktu tak kumpul-kumpul di warkop atau tempat-tempat keramaian, seperti yang biasanya di warkop dan Terminal Lawang Kuari,” ujar Zakaria, Rabu (1/4) di Sekadau. Peringatan ini disampaikan pemerintah, menurut dia, lantaran hampir setiap malam tempat-tempat yang disebutnya tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat. Tempat-tempat dimaksud, diakui dia, sampai saat ini masih menjadi salah satu lokasi yang paling digemari masyarakat untuk nongkrong dan kumpul-kumpul.

Baca Juga :  Puluhan Warga Terjaring Tak Pakai Masker

Meski begitu, Pemkab, menurut Zakaria, tetap mempersilakan pedagang tetap berjualan seperti biasanya. Para pedagang hanya tak diperkenankan mereka menyediakan kursi dan meja yang bisa menjadi alasan orang untuk datang dan nongkrong. Begitu pula untuk masyarakat, tetap diperbolehkan dia datang untuk sekadar membeli dan langsung membawa pulang apa yang mereka beli tersebut.

“Maka dari itu, kita imbau bagi para pedagang sebaik di kawasan terminal, restoran, hingga warkop, untuk berjualan seperti biasa, namun tidak menyediakan kursi untuk pembeli. Boleh jualan, asal tidak menimbulkan kerumunan orang ramai,” terangnya.

Terpisah, Petugas Pengelola Terminal Lawang Kuari, Harundinata menyebut bahwa pihaknya juga sudah mendapat surat edaran yang berisi agar para pedagang di lingkungan terminal Lawang Kuari tidak lagi menjejerkan kursi dan meja di tiap lapak. Surat edaran tersebut diterima pihaknya dan mulai berlaku sejak 31 Maret lalu.

Baca Juga :  Wabup Tekankan Penerapan Prokes

“Memang ada surat imbauan itu, untuk pedagang tidak meletakkan kursi dan meja. Untuk saat ini jika dilihat jumlah pedagang yang buka juga sudah mulai berkurang, ya mungkin karena saat ini situasinya begini dan pembeli juga sepi,” tutupnya singkat. (Sig)

SEKADAU – Para pemilik usaha terutama di kawasan Terminal Lawang Kuari Sekadau serta titik-titik keramaian lainnya di Kota Sekadau, diminta untuk tidak menyediakan kursi dan meja untuk konsumen. Permintaan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau di sela-sela rapat bersama SKPD dan Forkopimda Kabupaten Sekadau tentang upaya pencegahan corona virus disease (Covid-19) di Sekadau, baru-baru ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sekadau Zakaria menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pemerintah ini sebagai langkah penerapan sosial distancing, guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini juga dilakukan mereka sekaligus agar tidak ada lagi warga yang membandel untuk nongkrong di luar rumah.

“Kita juga imbau agar masyarkat sementara waktu tak kumpul-kumpul di warkop atau tempat-tempat keramaian, seperti yang biasanya di warkop dan Terminal Lawang Kuari,” ujar Zakaria, Rabu (1/4) di Sekadau. Peringatan ini disampaikan pemerintah, menurut dia, lantaran hampir setiap malam tempat-tempat yang disebutnya tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat. Tempat-tempat dimaksud, diakui dia, sampai saat ini masih menjadi salah satu lokasi yang paling digemari masyarakat untuk nongkrong dan kumpul-kumpul.

Baca Juga :  AKB, 19 Warga Kepergok Tak Pakai Masker

Meski begitu, Pemkab, menurut Zakaria, tetap mempersilakan pedagang tetap berjualan seperti biasanya. Para pedagang hanya tak diperkenankan mereka menyediakan kursi dan meja yang bisa menjadi alasan orang untuk datang dan nongkrong. Begitu pula untuk masyarakat, tetap diperbolehkan dia datang untuk sekadar membeli dan langsung membawa pulang apa yang mereka beli tersebut.

“Maka dari itu, kita imbau bagi para pedagang sebaik di kawasan terminal, restoran, hingga warkop, untuk berjualan seperti biasa, namun tidak menyediakan kursi untuk pembeli. Boleh jualan, asal tidak menimbulkan kerumunan orang ramai,” terangnya.

Terpisah, Petugas Pengelola Terminal Lawang Kuari, Harundinata menyebut bahwa pihaknya juga sudah mendapat surat edaran yang berisi agar para pedagang di lingkungan terminal Lawang Kuari tidak lagi menjejerkan kursi dan meja di tiap lapak. Surat edaran tersebut diterima pihaknya dan mulai berlaku sejak 31 Maret lalu.

Baca Juga :  Jauh dari Keramaian, Berjemaah Dipersilakan

“Memang ada surat imbauan itu, untuk pedagang tidak meletakkan kursi dan meja. Untuk saat ini jika dilihat jumlah pedagang yang buka juga sudah mulai berkurang, ya mungkin karena saat ini situasinya begini dan pembeli juga sepi,” tutupnya singkat. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/