alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Antisipasi Balap Liar, Polres Gelar  Blue Patrol

Sekadau Hilir – Jajaran kepolisian resor (Polres) Sekadau mulai menggencarkan blue patrol di sekitaran wilayah Sekadau, khususnta di sekitaran Komplek Pasar Baru dan Perkantoran Pemkab Sekadau. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan di jalan raya, mengingat beberapa waktu belakangan ini di waktu-waktu jam rawan kerap kali dijadikan sebagai ajang balap liar.

Kapolres Sekadau, AKBP Marupa Sagala mengatakan pelaksanaan giat blue patrol ini dilaksanakan guna melakukan penertiban dengan mengedepankan penindakan secara humanis kepada pelaku balap liar, yang notabene dilakukan oleh kaum pemuda. Dalam hal ini, kata Kapolres, pihaknya sudah menyiapkan personel pos pelayanan operasi ketupat kapuas 2020 untuk memastikan blue patrol dilakukan secara rutin.

“Ada beberapa laporan yang masuk ke kota terkait hal ini (balap liar). Biasanya dilakukan anak-anak muda ini sekitar jam rawan, seperti jam-jam setelah melaksanakan sahur di bulan Ramadan (sekitar pukul 04.00 WIB),” ujar Marupa, Minggu (3/5).

Baca Juga :  AKB, 19 Warga Kepergok Tak Pakai Masker

Marupa mengatakan bahwa aksi balap liar ini turut jadi atensi, tak hanya dari pihak kepolisian namun juga masyarakat yang kerap kali resah dengan adanya perbuatan tersebut. Terlebih, sambung dia, saat ini masyarakat tengah berada di bulan suci Ramadan dan juga mengingat saat ini wabah Covid-19 masih menjadi momok bagi seluruh masyarakat.

“Ini yang jadi atensi. Kita tekankan agar saat-saat seperti ini, waktu yang ada tidak disalahgunakan dengan balap liar apalagi mengganggu kenyamanan masyarakat umum,” tuturnya.

Dalam penerapannya, jelas Marupa, blue patrol dilakukan dengan cara menyalakan lampu rotator bewarna biru di kendaraan dinas milik Polres Sekadau. Kemudian kendaraan tersebut melakukan patroli di sekitar tempat dan jam-jam rawan dijadikan kesempatan untuk melangsungkan aksi balap liar.

“Tentu kita harap dengan adanya blue patrol oleh petugas ini dapat mencegah aksi tersebut (balap liar) dan juga gangguan-gangguan Kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Sembako Buat Warga Desa Tamang

Disamping itu, Marupa juga memastikan semenjak pelaksanaan blue patrol diberlakukan di wilayah Sekadau, aksi-aksi terkait balap liar sudah tidak ditemukan lagi. Kendati demikian, ia memastikan kehadiran petugas pos pelayanan ops ketupat kapuas 2020 masih akan dilangsungkan secara rutin untuk mengantisipasi kemungkinan hal-hal seperti balap liar kembali terulang.

“Sejauh ini setelah dilakukan blue patrol, aksi-aksi seperti itu (balap liar) sudah tidak ditemukan lagi. Dan ini akan kita lanjutkan secara rutin untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga kedepannya,” terangnya.

“Disamping itu, melakui blue patrol ini kita juga ingin tekankan bahwa disini Polres Sekadau menyatakan siap untuk mendukung peraturan dan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik dan merayakan idul fitri di rumah. Hal ini dilakukan terutama dalam menjaga komitmen kita guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini tengah menjadi pandemik,” pungkasnya. (Sig)

Sekadau Hilir – Jajaran kepolisian resor (Polres) Sekadau mulai menggencarkan blue patrol di sekitaran wilayah Sekadau, khususnta di sekitaran Komplek Pasar Baru dan Perkantoran Pemkab Sekadau. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan di jalan raya, mengingat beberapa waktu belakangan ini di waktu-waktu jam rawan kerap kali dijadikan sebagai ajang balap liar.

Kapolres Sekadau, AKBP Marupa Sagala mengatakan pelaksanaan giat blue patrol ini dilaksanakan guna melakukan penertiban dengan mengedepankan penindakan secara humanis kepada pelaku balap liar, yang notabene dilakukan oleh kaum pemuda. Dalam hal ini, kata Kapolres, pihaknya sudah menyiapkan personel pos pelayanan operasi ketupat kapuas 2020 untuk memastikan blue patrol dilakukan secara rutin.

“Ada beberapa laporan yang masuk ke kota terkait hal ini (balap liar). Biasanya dilakukan anak-anak muda ini sekitar jam rawan, seperti jam-jam setelah melaksanakan sahur di bulan Ramadan (sekitar pukul 04.00 WIB),” ujar Marupa, Minggu (3/5).

Baca Juga :  Aman Buat Berdagang

Marupa mengatakan bahwa aksi balap liar ini turut jadi atensi, tak hanya dari pihak kepolisian namun juga masyarakat yang kerap kali resah dengan adanya perbuatan tersebut. Terlebih, sambung dia, saat ini masyarakat tengah berada di bulan suci Ramadan dan juga mengingat saat ini wabah Covid-19 masih menjadi momok bagi seluruh masyarakat.

“Ini yang jadi atensi. Kita tekankan agar saat-saat seperti ini, waktu yang ada tidak disalahgunakan dengan balap liar apalagi mengganggu kenyamanan masyarakat umum,” tuturnya.

Dalam penerapannya, jelas Marupa, blue patrol dilakukan dengan cara menyalakan lampu rotator bewarna biru di kendaraan dinas milik Polres Sekadau. Kemudian kendaraan tersebut melakukan patroli di sekitar tempat dan jam-jam rawan dijadikan kesempatan untuk melangsungkan aksi balap liar.

“Tentu kita harap dengan adanya blue patrol oleh petugas ini dapat mencegah aksi tersebut (balap liar) dan juga gangguan-gangguan Kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Sosialisasikan Maklumat Kapolri Terkait Prokes dan Libur Nataru

Disamping itu, Marupa juga memastikan semenjak pelaksanaan blue patrol diberlakukan di wilayah Sekadau, aksi-aksi terkait balap liar sudah tidak ditemukan lagi. Kendati demikian, ia memastikan kehadiran petugas pos pelayanan ops ketupat kapuas 2020 masih akan dilangsungkan secara rutin untuk mengantisipasi kemungkinan hal-hal seperti balap liar kembali terulang.

“Sejauh ini setelah dilakukan blue patrol, aksi-aksi seperti itu (balap liar) sudah tidak ditemukan lagi. Dan ini akan kita lanjutkan secara rutin untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga kedepannya,” terangnya.

“Disamping itu, melakui blue patrol ini kita juga ingin tekankan bahwa disini Polres Sekadau menyatakan siap untuk mendukung peraturan dan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik dan merayakan idul fitri di rumah. Hal ini dilakukan terutama dalam menjaga komitmen kita guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini tengah menjadi pandemik,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/