alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Apresiasi Aron buat Ani Sofian

SEKADAU – Bupati Sekadau, Aron mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sutarmidji yang telah menunjuk Ani Sofian sebagai Penjabat Bupati Sekadau. Sosok yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalbar tersebut dinilai dia telah bekerja keras menjalankan amanah dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sekadau.

“Selama masa kepemimpinan Beliau, proses pemilukada di Kabupaten Sekadau dapat dituntaskan dengan aman dan lancar,” ungkap Aron pada acara Serah Terima Jabatan Penjabat Bupati Sekadau kepada Bupati Sekadau dan Wakil Bupati Sekadau Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sekadau, beberapa waktu lalu. Mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut juga berterima kasih kepada Sri Jumiadatin selaku Penjabat Sementara Bupati Sekadau yang pada masa tugasnya berperan besar memastikan kampanye Pemilukada 2020, sehingga berjalan kondusif, aman, dan lancar.

“Serta kepada Bapak Frans Zeno sebagai Pelaksanaharian Bupati Sekadau yang berperan besar memastikan bahwa Kabupaten Sekadau tidak mengalami kekosongan pimpinan dan memastikan bahwa penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Kegiatan serah terima jabatan tersebut diawali dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan oleh Penjabat Bupati Sekadau kepada Bupati Sekadau dan Wakil Bupati Sekadau, yang didampingi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat.

Pada kesempatan tersebut Penjabat Bupati Sekadau, Ani Sofian menjelaskan bahwa pada 1 April 2021 dirinya dilantik Gubernur Sutarmidji sebagai Penjabat Bupati Sekadau. Salah satu tugas yang diemban dia ketika itu adalah mengawal pelaksanaan penghitungan surat suara ulang pada satu Kecamatan di Kabupaten Sekadau.

“Syukur Alhamdulillah, berkat dukungan oleh seluruh pihak di Kabupaten Sekadau ini pelaksanaan penghitungan surat suara ulang dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ucap dia. “Sehingga kita dapat menyaksikan pada hari ini serah terima jabatan antara saya dengan Bapak Aron dan Bapak Subandrio sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sekadau  terpilih,” sambungnya.

Ia menuturkan, sebelum pelaksanaan penghitungan suara ulang, dirinya sempat mengumpulkan para kepala SKPD dan tokoh masyarakat mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. “Alhamdulillah berjalan dengan lancar sampai pada sidang istimewa yang dilakukan di DPRD,”imbuhnya.

Hadir juga pada acara tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Ketua DWP Kabupaten Sekadau, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau beserta anggota, Pangeran Agung Raja Kusuma Negara Sekadau, Forkopimda dan para kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sekadau.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar acara ramah tamah menyambut hari pertama Bupati dan Wakil Bupati baru, pada Rabu (28/4) di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sekadau. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sekadau, Aron mengatakan, ini merupakan hari yang spesial di mana mereka mengawali bertugas menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sekadau. Keduanya berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sekadau yang telah menyiapkan acara ramah tamah ini.

Baca Juga :  189 Personel Amankan Pembukaan MTQ

“Saat ini tidak ada lagi nomor 1 atau nomor 2, saya mengajak Forkopimda dan seluruh SKPD di Kabupaten Sekadau untuk bahu-membahu membangun Kabupaten Sekadau menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia bersama Wakil Bupati mempunyai visi mewujudkan Kabupaten Sekadau yang maju, sejahtera dan bermartabat. Dengan program unggulan seperti, infrastruktur, pertanian, perkebunan dan perikanan untuk kesejahteraan yang disingkat IP3K.

“Untuk mencapai ini semua saya meminta dukungan kepada kepala SKPD dan ASN di Kabupaten Sekadau untuk mewujudkan visi misi kami. Saya minta kepala Bappeda Litbang untuk segera melaksanakan proses penyusunan RPJMD, supaya menjadi dasar kita dalam melaksanakan pembangunan di daerah selama 5 tahun kedepan,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada Forkopimda untuk terus berkoordinasi jika ada persoalan, sehingga roda pemerintahan berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Kami juga mengharapkan hubungan antara legislatif dan eksekutif yang telah terbangun baik selama ini dapat terus dilakukan dan ditingkatkan di masa yang akan yang datang,” katanya.

Kemudian, Aron mengatakan pihaknya juga mengharapkan masukan, saran, dan pendapat bersifat membangun, sehingga semuanya bisa bergandengan tangan membangun Kabupaten Sekadau.

“Kemudian tidak lupa pula untuk kita semua untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dan selalu melaksanakan 5M,” tandasnya.

Aron-Subandrio sebelumnya dilantik Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sekadau di Balai Petitih Kantor Gubernur, Senin (26/4). Ada beberapa poin penting yang disampaikan gubernur kepada kepala daerah hasil Pilkada serentak tahun 2020 itu.

Midji sapaan akrabnya berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sekadau yang baru dilantik agar bisa menangani Covid-19 dengan baik. Selain itu sistem pengelolaan keuangan pemerintah daerah semuanya diharapakan sudah harus non tunai. Kemudian soal pengangkatan para pejabat di lingkungan Pemkab Sekadau diminta transparan dengan hasil tes (open bidding) yang benar. “Itu saja harapan saya,” ucap Midji usai pelantikan.

Khusus untuk penanganan Covid-19 di Sekadau, Midji mengatakan Pemda setempat harus bisa melaksanakan tracing dan testing sebanyak-banyaknya. Karena di daerah tersebut saat ini angka keterjangkitannya sudah tinggi.

Bahkan dari pengalaman Satgas Covid-19 Kalbar yang sempat turun ke sana, ada satu daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sintang, saat dites acak terhadap 38 orang di sana semuanya positif Covid-19. “Artinya apa, tingkat keterjangkitan sangat tinggi, nah kalau dalam satu bulan bisa ditangani benar, tegas, tempat berkumpul dibatasi kemudian dibubarkan Insyallah bisa,” harapnya.

Baca Juga :  Atlet Nasional Maruki Apresiasi Pembangunan Taman Sepeda

Pelaksanaan tracing dan testing di daerah menurutnya terbilang mudah. Bupati cukup memerintahkan kepala dinas kesehatan setempat. Selanjutnya kepala dinas kesehatan bisa menugaskan seluruh jajaran Puskesmas untuk melaksanakan tes usap (swab) kepada masyarakat.

Di sisi lain Satpol PP bisa memberikan komando untuk membentuk Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, kelurahan, desa hingga RT/RW. “Camat panggil suruh, kan gampang, bilang, kalau masih mau jadi camat kau urus tuh desa-desa. Apa susahnya, tinggal sekarang mau atau tidak mau melakukannya,” katanya.

Jangan sampai lanjut dia perintah bupati malah tidak didengar oleh bawahannya. Jika sudah demikian menurutnya yang bersangkutan tak perlu lagi menjadi bupati. “Kalau tidak didengar, atau tidak berani membuat perintah (untuk apa jadi bupati). Kalau saya terserah mau orang ngomong apa, saya harus buat perintah dan itu harus saya lakukan,” tegasnya.

Jika daerah tidak melaksanakan tracing dan testing dengan baik, Midji memastikan Pemprov akan menunda transfer dana bagi hasil untuk daerah tersebut. “Terserah saja mau ngomel, terserah, saya tidak akan transfer, kalau perlu akhir tahun nanti sekalian, biar kalang kabut,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Sekadau Aron menyatakan kesiapan soal penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya langsung akan melakukan rapat kerja dengan dinas yang menangani Covid-19. Terutama untuk pelaksanaan tracing dan testing terhadap masyarakat di Kabupaten Sekadau agar lebih maksimal.

“Artinya kami harus sesegera mungkin mengambil langkah-langkah terkait hal itu. Karena kami baru masuk tentu kami akan koordinasi ke setiap OPD terkait yang menangani Covid-19. Tentu ini bukan persoalan yang mudah pula, karena gelombang kedua ini bagi masyarakat biasa (Covid-19) sudah bukan hal yang menakutkan lagi, sudah jadi biasa,” ungkapnya.

Untuk itu perlu kerja sama yang baik untuk bisa memastikan penanganan Covid-19 berjalan dengan benar. Aron siap memaksimalkan seluruh perangkat daerah yang ada di Kabupaten Sekadau. “Karena sebagian besar sudah dibentuk, kepala daerah yang baru kami tinggal menindaklanjuti dan mengimbau masyarakat terus melaksanakan 3 M,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sekadau Subandrio menambahkan, selain penanganan Covid-19, pihaknya juga akan fokus pada transparansi birokrasi. Sesuai dengan pesan gubernur bahwa proses lelang jabatan harus dilaksanakan secara terbuka (open bidding).

“Kemudian pengelolaan keuangan tentu kami akan bekerja untuk bagaimana pemerintahan itu bisa bersinergi, tertib pemerintahan agar bisa mendukung visi misi kami. Visi misi tentu harus tercapai sesuai dengan yang sudah kami sampaikan saat maju di Pilkada (2020) kemarin,” tutupnya. (var)

SEKADAU – Bupati Sekadau, Aron mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sutarmidji yang telah menunjuk Ani Sofian sebagai Penjabat Bupati Sekadau. Sosok yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalbar tersebut dinilai dia telah bekerja keras menjalankan amanah dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sekadau.

“Selama masa kepemimpinan Beliau, proses pemilukada di Kabupaten Sekadau dapat dituntaskan dengan aman dan lancar,” ungkap Aron pada acara Serah Terima Jabatan Penjabat Bupati Sekadau kepada Bupati Sekadau dan Wakil Bupati Sekadau Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sekadau, beberapa waktu lalu. Mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut juga berterima kasih kepada Sri Jumiadatin selaku Penjabat Sementara Bupati Sekadau yang pada masa tugasnya berperan besar memastikan kampanye Pemilukada 2020, sehingga berjalan kondusif, aman, dan lancar.

“Serta kepada Bapak Frans Zeno sebagai Pelaksanaharian Bupati Sekadau yang berperan besar memastikan bahwa Kabupaten Sekadau tidak mengalami kekosongan pimpinan dan memastikan bahwa penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Kegiatan serah terima jabatan tersebut diawali dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan oleh Penjabat Bupati Sekadau kepada Bupati Sekadau dan Wakil Bupati Sekadau, yang didampingi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat.

Pada kesempatan tersebut Penjabat Bupati Sekadau, Ani Sofian menjelaskan bahwa pada 1 April 2021 dirinya dilantik Gubernur Sutarmidji sebagai Penjabat Bupati Sekadau. Salah satu tugas yang diemban dia ketika itu adalah mengawal pelaksanaan penghitungan surat suara ulang pada satu Kecamatan di Kabupaten Sekadau.

“Syukur Alhamdulillah, berkat dukungan oleh seluruh pihak di Kabupaten Sekadau ini pelaksanaan penghitungan surat suara ulang dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ucap dia. “Sehingga kita dapat menyaksikan pada hari ini serah terima jabatan antara saya dengan Bapak Aron dan Bapak Subandrio sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sekadau  terpilih,” sambungnya.

Ia menuturkan, sebelum pelaksanaan penghitungan suara ulang, dirinya sempat mengumpulkan para kepala SKPD dan tokoh masyarakat mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. “Alhamdulillah berjalan dengan lancar sampai pada sidang istimewa yang dilakukan di DPRD,”imbuhnya.

Hadir juga pada acara tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Ketua DWP Kabupaten Sekadau, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau beserta anggota, Pangeran Agung Raja Kusuma Negara Sekadau, Forkopimda dan para kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sekadau.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar acara ramah tamah menyambut hari pertama Bupati dan Wakil Bupati baru, pada Rabu (28/4) di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sekadau. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sekadau, Aron mengatakan, ini merupakan hari yang spesial di mana mereka mengawali bertugas menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sekadau. Keduanya berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sekadau yang telah menyiapkan acara ramah tamah ini.

Baca Juga :  Febriadi Apresiasi Raihan WTP

“Saat ini tidak ada lagi nomor 1 atau nomor 2, saya mengajak Forkopimda dan seluruh SKPD di Kabupaten Sekadau untuk bahu-membahu membangun Kabupaten Sekadau menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia bersama Wakil Bupati mempunyai visi mewujudkan Kabupaten Sekadau yang maju, sejahtera dan bermartabat. Dengan program unggulan seperti, infrastruktur, pertanian, perkebunan dan perikanan untuk kesejahteraan yang disingkat IP3K.

“Untuk mencapai ini semua saya meminta dukungan kepada kepala SKPD dan ASN di Kabupaten Sekadau untuk mewujudkan visi misi kami. Saya minta kepala Bappeda Litbang untuk segera melaksanakan proses penyusunan RPJMD, supaya menjadi dasar kita dalam melaksanakan pembangunan di daerah selama 5 tahun kedepan,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada Forkopimda untuk terus berkoordinasi jika ada persoalan, sehingga roda pemerintahan berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Kami juga mengharapkan hubungan antara legislatif dan eksekutif yang telah terbangun baik selama ini dapat terus dilakukan dan ditingkatkan di masa yang akan yang datang,” katanya.

Kemudian, Aron mengatakan pihaknya juga mengharapkan masukan, saran, dan pendapat bersifat membangun, sehingga semuanya bisa bergandengan tangan membangun Kabupaten Sekadau.

“Kemudian tidak lupa pula untuk kita semua untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dan selalu melaksanakan 5M,” tandasnya.

Aron-Subandrio sebelumnya dilantik Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sekadau di Balai Petitih Kantor Gubernur, Senin (26/4). Ada beberapa poin penting yang disampaikan gubernur kepada kepala daerah hasil Pilkada serentak tahun 2020 itu.

Midji sapaan akrabnya berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sekadau yang baru dilantik agar bisa menangani Covid-19 dengan baik. Selain itu sistem pengelolaan keuangan pemerintah daerah semuanya diharapakan sudah harus non tunai. Kemudian soal pengangkatan para pejabat di lingkungan Pemkab Sekadau diminta transparan dengan hasil tes (open bidding) yang benar. “Itu saja harapan saya,” ucap Midji usai pelantikan.

Khusus untuk penanganan Covid-19 di Sekadau, Midji mengatakan Pemda setempat harus bisa melaksanakan tracing dan testing sebanyak-banyaknya. Karena di daerah tersebut saat ini angka keterjangkitannya sudah tinggi.

Bahkan dari pengalaman Satgas Covid-19 Kalbar yang sempat turun ke sana, ada satu daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sintang, saat dites acak terhadap 38 orang di sana semuanya positif Covid-19. “Artinya apa, tingkat keterjangkitan sangat tinggi, nah kalau dalam satu bulan bisa ditangani benar, tegas, tempat berkumpul dibatasi kemudian dibubarkan Insyallah bisa,” harapnya.

Baca Juga :  Pontianak Post Terima Penghargaan Kapolda

Pelaksanaan tracing dan testing di daerah menurutnya terbilang mudah. Bupati cukup memerintahkan kepala dinas kesehatan setempat. Selanjutnya kepala dinas kesehatan bisa menugaskan seluruh jajaran Puskesmas untuk melaksanakan tes usap (swab) kepada masyarakat.

Di sisi lain Satpol PP bisa memberikan komando untuk membentuk Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, kelurahan, desa hingga RT/RW. “Camat panggil suruh, kan gampang, bilang, kalau masih mau jadi camat kau urus tuh desa-desa. Apa susahnya, tinggal sekarang mau atau tidak mau melakukannya,” katanya.

Jangan sampai lanjut dia perintah bupati malah tidak didengar oleh bawahannya. Jika sudah demikian menurutnya yang bersangkutan tak perlu lagi menjadi bupati. “Kalau tidak didengar, atau tidak berani membuat perintah (untuk apa jadi bupati). Kalau saya terserah mau orang ngomong apa, saya harus buat perintah dan itu harus saya lakukan,” tegasnya.

Jika daerah tidak melaksanakan tracing dan testing dengan baik, Midji memastikan Pemprov akan menunda transfer dana bagi hasil untuk daerah tersebut. “Terserah saja mau ngomel, terserah, saya tidak akan transfer, kalau perlu akhir tahun nanti sekalian, biar kalang kabut,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Sekadau Aron menyatakan kesiapan soal penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya langsung akan melakukan rapat kerja dengan dinas yang menangani Covid-19. Terutama untuk pelaksanaan tracing dan testing terhadap masyarakat di Kabupaten Sekadau agar lebih maksimal.

“Artinya kami harus sesegera mungkin mengambil langkah-langkah terkait hal itu. Karena kami baru masuk tentu kami akan koordinasi ke setiap OPD terkait yang menangani Covid-19. Tentu ini bukan persoalan yang mudah pula, karena gelombang kedua ini bagi masyarakat biasa (Covid-19) sudah bukan hal yang menakutkan lagi, sudah jadi biasa,” ungkapnya.

Untuk itu perlu kerja sama yang baik untuk bisa memastikan penanganan Covid-19 berjalan dengan benar. Aron siap memaksimalkan seluruh perangkat daerah yang ada di Kabupaten Sekadau. “Karena sebagian besar sudah dibentuk, kepala daerah yang baru kami tinggal menindaklanjuti dan mengimbau masyarakat terus melaksanakan 3 M,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sekadau Subandrio menambahkan, selain penanganan Covid-19, pihaknya juga akan fokus pada transparansi birokrasi. Sesuai dengan pesan gubernur bahwa proses lelang jabatan harus dilaksanakan secara terbuka (open bidding).

“Kemudian pengelolaan keuangan tentu kami akan bekerja untuk bagaimana pemerintahan itu bisa bersinergi, tertib pemerintahan agar bisa mendukung visi misi kami. Visi misi tentu harus tercapai sesuai dengan yang sudah kami sampaikan saat maju di Pilkada (2020) kemarin,” tutupnya. (var)

Most Read

Truk vs Sepmot, Dua Nyawa Melayang  

Perketat Penjagaan Tempat Ibadah

Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak

Artikel Terbaru

/