alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Dinkes Swab Guru dan Staf Sekolah

SEKADAU-Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau melakukan Swab test kepada guru dan staf di SMA Keling Kumang, pada Selasa, (6/10). Sebanyak 84 sampel Swab test nantinya akan dikirim ke Dinkes Provinsi Kalbar.

Plt Kepala dinas kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius menuturkan ini merupakan upaya dari Pemerintah Daerah untuk menjamin berlangsungnya sekolah tatap muka. Selain itu ini juga merupakan langkah untuk memenuhi 200 sampel perminggunya.

“Kontak pressing dan kontak testing kita laksanakan dua kali seminggu. Kebetulan kali ini jadwalnya SMK Keling Kumang dan SMK Negeri 1 Sekadau,” ucap Henry.

Ia menjelaskan Swab test kali ini tak hanya diperuntukkan kepada guru, akan tetapi juga warga sekolah, seperti staff hingga penjaga kantin. “Untuk siswa belum dilakukan Swab, karena masih praktik di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  40 Anak Ikuti Sunatan Massal

Henry mengatakan, dari penjaringan Operasi Yustisi akan dilakukan. “Jadi kita juga bekerjasama dengan Polres Sekadau. Untuk tenaga medis kita mengerahkan 30an tenaga medis,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala sekolah SMK Keling Kumang, Petrus Rendon menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau karena telah memfasilitasi dilakukannya Swab test.

“Terutama di dalam dunia pendidikan. Sangat rentan terpapar Covid-19, karena di SMK Keling Kumang siswanya dari berbagai kabupaten sepeti dari Sintang, Melawi, hingga Kapuas Hulu,” ungkapnya.

Dengan dilakukannya Swab test kali ini, semoga lebih cepat mendeteksi dan memutus penyebaran Covid-19. “Semoga hasilnya juga negatif sehingga proses belajar mengajar kembali seperti biasanya,” harapnya.

Baca Juga :  280 Pejabat Jalani Swab

Untuk proses belajar mengajar, Petrus mengatakan sudah dari bulan Agustus telah dilakukan proses belajar tatap muka. Namun hanya untuk mata pelajaran praktek. Hal tersebut menurut peraturan Kementerian pendidikan dan juga dari Dinas pendidikan provinsi.

“Namun proses belajar tatap muka ini hanya dilakukan di lingkungan Kabupaten Sekadau, sedangkan siswa dari Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu masih melakukan sistem daring,” ujarnya.

“Karena sebelum melakukan proses belajar tatap muka, kita mengirim surat kepada orang tua siswa, apakah setuju melakukan proses belajar tatap muka atau tidak,” tandasnya. (var)

 

 

SEKADAU-Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau melakukan Swab test kepada guru dan staf di SMA Keling Kumang, pada Selasa, (6/10). Sebanyak 84 sampel Swab test nantinya akan dikirim ke Dinkes Provinsi Kalbar.

Plt Kepala dinas kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius menuturkan ini merupakan upaya dari Pemerintah Daerah untuk menjamin berlangsungnya sekolah tatap muka. Selain itu ini juga merupakan langkah untuk memenuhi 200 sampel perminggunya.

“Kontak pressing dan kontak testing kita laksanakan dua kali seminggu. Kebetulan kali ini jadwalnya SMK Keling Kumang dan SMK Negeri 1 Sekadau,” ucap Henry.

Ia menjelaskan Swab test kali ini tak hanya diperuntukkan kepada guru, akan tetapi juga warga sekolah, seperti staff hingga penjaga kantin. “Untuk siswa belum dilakukan Swab, karena masih praktik di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  TP-PKK Fasilitasi Tes Usap Gratis

Henry mengatakan, dari penjaringan Operasi Yustisi akan dilakukan. “Jadi kita juga bekerjasama dengan Polres Sekadau. Untuk tenaga medis kita mengerahkan 30an tenaga medis,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala sekolah SMK Keling Kumang, Petrus Rendon menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau karena telah memfasilitasi dilakukannya Swab test.

“Terutama di dalam dunia pendidikan. Sangat rentan terpapar Covid-19, karena di SMK Keling Kumang siswanya dari berbagai kabupaten sepeti dari Sintang, Melawi, hingga Kapuas Hulu,” ungkapnya.

Dengan dilakukannya Swab test kali ini, semoga lebih cepat mendeteksi dan memutus penyebaran Covid-19. “Semoga hasilnya juga negatif sehingga proses belajar mengajar kembali seperti biasanya,” harapnya.

Baca Juga :  Ferry Pimpin Perbakin Sanggau

Untuk proses belajar mengajar, Petrus mengatakan sudah dari bulan Agustus telah dilakukan proses belajar tatap muka. Namun hanya untuk mata pelajaran praktek. Hal tersebut menurut peraturan Kementerian pendidikan dan juga dari Dinas pendidikan provinsi.

“Namun proses belajar tatap muka ini hanya dilakukan di lingkungan Kabupaten Sekadau, sedangkan siswa dari Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu masih melakukan sistem daring,” ujarnya.

“Karena sebelum melakukan proses belajar tatap muka, kita mengirim surat kepada orang tua siswa, apakah setuju melakukan proses belajar tatap muka atau tidak,” tandasnya. (var)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/