alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Satgas Covid-19 Gelar Rapat Evaluasi

SEKADAU-Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sekadau menggelar rapat evaluasi penanganan Pandemi Covid-19, pada Senin (15/2) di Aula Serba guna Kantor Bupati Sekadau.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau mengatakan, total 131.000 sebagai target Tim satgas Covid-19 untuk dilakukan vaksinasi di Kabupaten Sekadau.

Henry menuturkan, nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk mendata masyarakat. Ia melanjutkan pelaksanaan vaksinasi akan dikejar selesai dalam waktu satu tahun.

“Meskipun hari libur, akan tetap melakukan vaksin, untuk mengejar dalam jangka waktu 300 hari,” ucap dia.

Henry menjelaskan, bagi yang ditunda karena ada penyakit, di tahap pertama lalu, akan ada vaksin susulan.

“Yang terpenting tidak ada penolakan terhadap vaksin. Karena sampai saat ini sudah ada satu juta tenaga kesehatan yang di vaksin di Indonesia, namun tidak ada efek apa-apa,” ucapnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Dimulai, Hari Pertama Landak Capai 500 Orang

“Sebanyak 1.004 tidak ada laporan dari tenaga kesehatan pasca vaksinasi. Untuk lapar dan ngantuk tidak termasuk gejala setelah melakukan vaksinasi,” katanya.

Ia menjelaskan, 30 menit setelah menerima vaksin, tidak boleh langsung pulang, “Hal tersebut dilakukan untuk dilakukan monitoring. Selain itu, vaksinator harus ditangani puskesmas dan RS. Kemudian juga ada nomor yang bisa dihubungi, yang mana akan monitoring selama satu bulan, efektivitas biasanya selama 28 hari,” tandasnya.(var)

SEKADAU-Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sekadau menggelar rapat evaluasi penanganan Pandemi Covid-19, pada Senin (15/2) di Aula Serba guna Kantor Bupati Sekadau.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau mengatakan, total 131.000 sebagai target Tim satgas Covid-19 untuk dilakukan vaksinasi di Kabupaten Sekadau.

Henry menuturkan, nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk mendata masyarakat. Ia melanjutkan pelaksanaan vaksinasi akan dikejar selesai dalam waktu satu tahun.

“Meskipun hari libur, akan tetap melakukan vaksin, untuk mengejar dalam jangka waktu 300 hari,” ucap dia.

Henry menjelaskan, bagi yang ditunda karena ada penyakit, di tahap pertama lalu, akan ada vaksin susulan.

“Yang terpenting tidak ada penolakan terhadap vaksin. Karena sampai saat ini sudah ada satu juta tenaga kesehatan yang di vaksin di Indonesia, namun tidak ada efek apa-apa,” ucapnya.

Baca Juga :  Perpanjang Operasi Ketupat hingga 7 Hari

“Sebanyak 1.004 tidak ada laporan dari tenaga kesehatan pasca vaksinasi. Untuk lapar dan ngantuk tidak termasuk gejala setelah melakukan vaksinasi,” katanya.

Ia menjelaskan, 30 menit setelah menerima vaksin, tidak boleh langsung pulang, “Hal tersebut dilakukan untuk dilakukan monitoring. Selain itu, vaksinator harus ditangani puskesmas dan RS. Kemudian juga ada nomor yang bisa dihubungi, yang mana akan monitoring selama satu bulan, efektivitas biasanya selama 28 hari,” tandasnya.(var)

Most Read

Artikel Terbaru

/