alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Penyelidikan-Penyidikan Tindak Pidana Karhutla

SEKADAU-Polres Sekadau melakukan Bimbingan Teknis (Binteknis) fungsi Reskrim terkait penyelidikan dan penyidikan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pada Selasa (15/6) di aula Bhayangkara Patriatama Polres Sekadau.

Secara garis besar, Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko menyampaikan kebakaran hutan dan lahan secara nyata berpengaruh terhadap kondisi lingkungan.

Hasil pelaksanaan binteknis diharapkan Kapolres bisa menjadi pedoman dan acuan bagi fungsi Reskrim dalam menangani tindak pidana karhutla kedepannya.

“Kita harus tahu potensi permasalahan penyebab karhutla, sehingga kendala yang muncul di lapangan bisa teratasi. Segera lakukan tindakan Kepolisian apabila terjadi karhutla,” tegasnya.

“Selain upaya penegakan hukum, terus lakukan upaya pembinaan dan binluh kepada masyarakat. Berdayakan peran Bhabinkamtibmas di desa binaan masing-masing,” tandas Kapolres.

Baca Juga :  Sulit Koordinasi Perusahaan Luar Anggota Gapki Kalbar

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Anuar Syarifudin menyampaikan agar mekanisme dalam penanganan karhutla hendaknya memperhatikan Pergub Kalbar no. 103 tahun 2020.

Sebelum langkah penegakan hukum, lanjutnya, sebisa mungkin berikan penanganan yang cepat apabila terjadi kebakaran untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan.

“Apabila menemukan hot spot di wilayah masing-masing, segera lakukan pemadaman dan jangan lupa lakukan verifikasi mengenai lokasi atau titik kebakaran,” jelas Kasat Reskrim.

Kegiatan dilanjutkan tanya jawab, diskusi dan berbagi pengalaman seputar teknis penanganan serta kendala yang sering dihadapi terkait tindak pidana karhutla. (var)

SEKADAU-Polres Sekadau melakukan Bimbingan Teknis (Binteknis) fungsi Reskrim terkait penyelidikan dan penyidikan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pada Selasa (15/6) di aula Bhayangkara Patriatama Polres Sekadau.

Secara garis besar, Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko menyampaikan kebakaran hutan dan lahan secara nyata berpengaruh terhadap kondisi lingkungan.

Hasil pelaksanaan binteknis diharapkan Kapolres bisa menjadi pedoman dan acuan bagi fungsi Reskrim dalam menangani tindak pidana karhutla kedepannya.

“Kita harus tahu potensi permasalahan penyebab karhutla, sehingga kendala yang muncul di lapangan bisa teratasi. Segera lakukan tindakan Kepolisian apabila terjadi karhutla,” tegasnya.

“Selain upaya penegakan hukum, terus lakukan upaya pembinaan dan binluh kepada masyarakat. Berdayakan peran Bhabinkamtibmas di desa binaan masing-masing,” tandas Kapolres.

Baca Juga :  Sebelum ke Padang, Pemenang Dibina Intens di Provinsi

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Anuar Syarifudin menyampaikan agar mekanisme dalam penanganan karhutla hendaknya memperhatikan Pergub Kalbar no. 103 tahun 2020.

Sebelum langkah penegakan hukum, lanjutnya, sebisa mungkin berikan penanganan yang cepat apabila terjadi kebakaran untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan.

“Apabila menemukan hot spot di wilayah masing-masing, segera lakukan pemadaman dan jangan lupa lakukan verifikasi mengenai lokasi atau titik kebakaran,” jelas Kasat Reskrim.

Kegiatan dilanjutkan tanya jawab, diskusi dan berbagi pengalaman seputar teknis penanganan serta kendala yang sering dihadapi terkait tindak pidana karhutla. (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/