alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Sampan Tabrak Pohon, Satu Orang Meninggal

SEKADAU – Sebuah sampan yang dinaiki empat orang mengalami laka tenggelam setelah karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang, di Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap, pada Selasa (14/7) lalu.

Kejadian ini merenggut satu korban jiwa, SN (62) warga Desa Karang Betung. Sebelumnya, korban bersama kedua anaknya RN (19), AT (29) dan keponakannya RS (45) pergi ke ladang, yang berjarak kurang lebih 3 km dari rumahnya. Dengan jalur air melewati Sungai Ensayang menggunakan sampan.

Pukul 14.30 WIB siang, selesai berladang mereka hendak kembali pulang ke rumah dengan sampan. Sekitar 30 menit perjalanan, sampan tiba-tiba karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang. Debit air sungai saat dilewati pasang dan berarus deras.

Kedua anak korban dan keponakannya sempat menyelamatkan diri ke tepi sungai, karena arus sungai deras, mereka tidak sempat memberikan pertolongan kepada korban yang tidak bisa berenang, sehingga korban terbawa arus sungai.

Baca Juga :  Ayah Cabuli Putri Kandungnya, Lahirkan Bayi Laki-laki

Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala melalui Kapolsek Nanga Mahap IPTU Ambril, menjelaskan, TKP Kejadian berada di sungai Ensayang, yang mana sungai tersebut merupakan salah satu jalur lalu lintas warga pergi ke ladang.

“Kejadian laka tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga. Kemudian sekitar 40 orang warga mencari korban dengan menggunakan empat buah sampan, menyusuri sungai Ensayang, hingga pukul 17.30 WIB, korban tidak ditemukan,”tuturnya.

Selanjutnya, Kapolsek mengatakan keluarga dan warga memutuskan untuk kembali ke Dusun Nanga Ensayang karena kondisi air sungai yang masih sangat deras dan membahayakan.

Paginya, Rabu (15/7) pukul 06.00 WIB, pencarian kembali dilakukan dengan menyusuri sungai Ensayang namun korban belum juga berhasil ditemukan.

Pukul 10.00 WIB pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai Kenyabur. Pada pukul 15.00 WIB korban ditemukan di Teluk Mawang Sungai Kenyabur yang berjarak kurang lebih 5 km di hilir sungai dari tempat kejadian korban tenggelam.

Baca Juga :  Pentingnya Gerakan Pramuka Pada Generasi Muda

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh tertimbun pasir di sela – sela akar pohon, hanya bagian kaki korban yang terlihat di atas permukaan air sungai. Selanjutnya korban dievakuasi dan segera dibawa ke Dusun Nanga Ensayang,”jelas Kapolsek.

Ambril menuturkan petugas kepolisian Polsek Nanga Mahap telah menyampaikan kepada pihak keluarga korban, untuk dilakukan bahwa terhadap korban perlu dilakukan visum dan atau otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun pihak keluarga korban menolak.

“Dengan pertimbangan bahwa pihak keluarga telah mengetahui penyebab kematian korban yaitu karena tenggelam di sungai,”pungkasnya. (var)

 

SEKADAU – Sebuah sampan yang dinaiki empat orang mengalami laka tenggelam setelah karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang, di Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap, pada Selasa (14/7) lalu.

Kejadian ini merenggut satu korban jiwa, SN (62) warga Desa Karang Betung. Sebelumnya, korban bersama kedua anaknya RN (19), AT (29) dan keponakannya RS (45) pergi ke ladang, yang berjarak kurang lebih 3 km dari rumahnya. Dengan jalur air melewati Sungai Ensayang menggunakan sampan.

Pukul 14.30 WIB siang, selesai berladang mereka hendak kembali pulang ke rumah dengan sampan. Sekitar 30 menit perjalanan, sampan tiba-tiba karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang. Debit air sungai saat dilewati pasang dan berarus deras.

Kedua anak korban dan keponakannya sempat menyelamatkan diri ke tepi sungai, karena arus sungai deras, mereka tidak sempat memberikan pertolongan kepada korban yang tidak bisa berenang, sehingga korban terbawa arus sungai.

Baca Juga :  Nyeberang Larut Malam Speedboat Tenggelam

Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala melalui Kapolsek Nanga Mahap IPTU Ambril, menjelaskan, TKP Kejadian berada di sungai Ensayang, yang mana sungai tersebut merupakan salah satu jalur lalu lintas warga pergi ke ladang.

“Kejadian laka tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga. Kemudian sekitar 40 orang warga mencari korban dengan menggunakan empat buah sampan, menyusuri sungai Ensayang, hingga pukul 17.30 WIB, korban tidak ditemukan,”tuturnya.

Selanjutnya, Kapolsek mengatakan keluarga dan warga memutuskan untuk kembali ke Dusun Nanga Ensayang karena kondisi air sungai yang masih sangat deras dan membahayakan.

Paginya, Rabu (15/7) pukul 06.00 WIB, pencarian kembali dilakukan dengan menyusuri sungai Ensayang namun korban belum juga berhasil ditemukan.

Pukul 10.00 WIB pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai Kenyabur. Pada pukul 15.00 WIB korban ditemukan di Teluk Mawang Sungai Kenyabur yang berjarak kurang lebih 5 km di hilir sungai dari tempat kejadian korban tenggelam.

Baca Juga :  Pikap Masuk Parit, Dua Pelajar Meninggal

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh tertimbun pasir di sela – sela akar pohon, hanya bagian kaki korban yang terlihat di atas permukaan air sungai. Selanjutnya korban dievakuasi dan segera dibawa ke Dusun Nanga Ensayang,”jelas Kapolsek.

Ambril menuturkan petugas kepolisian Polsek Nanga Mahap telah menyampaikan kepada pihak keluarga korban, untuk dilakukan bahwa terhadap korban perlu dilakukan visum dan atau otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun pihak keluarga korban menolak.

“Dengan pertimbangan bahwa pihak keluarga telah mengetahui penyebab kematian korban yaitu karena tenggelam di sungai,”pungkasnya. (var)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/