alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Penerapan Prokes Kendor, Covid Naik

SEKADAU-Satu pasien Covid-19 meninggal di Kabupaten Sekadau. Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan kasus satu pasien Covid-19 yang meninggal tersebut merupakan warga desa Tapang Semadak yang berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan.

“Hingga saat ini ada 10 kasus konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sekadau,” ucap Henry.

Sementara itu untuk jumlah kasus positif Covid-19, berdasarkan hasil swab PCR sebanyak 32 kasus, dan berdasarkan swab antigen yang dilaksanakan di Puskesmas maupun secara mandiri di Klinik Anugerah yang sudah terdata sebanyak 12 kasus.

Jumlah tersebut diperkirakan akan kembali bertambah mengingat saat ini tiap puskesmas aktif melakukan tracking bagi masyarakat yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Di sisi lain masih ada 205 orang yang juga masih menunggu hasil pemeriksaan swab PCR.

Baca Juga :  Produk UMKM Bisa Bersaing di Pasar Global

“Dari 32 itu ada klaster di Tapang Semadak, kemudian di Tapang Semadak terus kita lakukan swab antigen dan ada penambahan positif. Untuk jumlah positif terbanyak di kecamatan Sekadau Hilir yang terbagi di SP3 Tran, dan klaster Simpang empat kayu lapis,” jelas Henry.

Untuk di Simpang empat kayu lapis atau Tapang Semadak, Henry menuturkan merupakan klaster pernikahan. Yang mana sebelumnya ada satu keluarga yang mengadakan pesta pernikahan di Barak salah satu perusahaan di wilayah Simpang empat kayu lapis dan dihadiri tamu dari berbagai tempat termasuk dari Kabupaten Sintang.

Sedangkan untuk kluster SP3 Tran berasal dari satu kasus konfirmasi positif yang meninggal dunia dan dilakukan trecing sehingga ditemukan 14 orang yang terpapar dengan gejala yang lebih ringan dan tidak ada di rawat di RSUD Sekadau.

Baca Juga :  Banjir Tak Kunjung Surut di Sekadau, Layanan Kesehatan Lumpuh

“Yang banyak di rawat dari Tapang Semadak, dan yang meninggal hari ini dari Tapang Semadak dengan usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta,” jelasnya.

Untuk saat ini jumlah pasien di ruang isolasi RSUD Sekadau mencapai 7 orang dan bisa saja terjadi penambahan.

Sedangkan untuk di rumah singgah, Henry mengatakan belum ada pasien yang di rawat, tetapi rata-rata melaksanakan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari puskesmas setempat.

“Kenaikan kasus ini terjadi sejak satu minggu terakhir, dimana tingkat kejenuhan masyarakat dan kendornya penerapan protokol kesehatan mulai terjadi,” pungkasnya.(var)

SEKADAU-Satu pasien Covid-19 meninggal di Kabupaten Sekadau. Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan kasus satu pasien Covid-19 yang meninggal tersebut merupakan warga desa Tapang Semadak yang berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan.

“Hingga saat ini ada 10 kasus konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sekadau,” ucap Henry.

Sementara itu untuk jumlah kasus positif Covid-19, berdasarkan hasil swab PCR sebanyak 32 kasus, dan berdasarkan swab antigen yang dilaksanakan di Puskesmas maupun secara mandiri di Klinik Anugerah yang sudah terdata sebanyak 12 kasus.

Jumlah tersebut diperkirakan akan kembali bertambah mengingat saat ini tiap puskesmas aktif melakukan tracking bagi masyarakat yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Di sisi lain masih ada 205 orang yang juga masih menunggu hasil pemeriksaan swab PCR.

Baca Juga :  Bhayangkari Cabang Sekadau Salurkan Bantuan

“Dari 32 itu ada klaster di Tapang Semadak, kemudian di Tapang Semadak terus kita lakukan swab antigen dan ada penambahan positif. Untuk jumlah positif terbanyak di kecamatan Sekadau Hilir yang terbagi di SP3 Tran, dan klaster Simpang empat kayu lapis,” jelas Henry.

Untuk di Simpang empat kayu lapis atau Tapang Semadak, Henry menuturkan merupakan klaster pernikahan. Yang mana sebelumnya ada satu keluarga yang mengadakan pesta pernikahan di Barak salah satu perusahaan di wilayah Simpang empat kayu lapis dan dihadiri tamu dari berbagai tempat termasuk dari Kabupaten Sintang.

Sedangkan untuk kluster SP3 Tran berasal dari satu kasus konfirmasi positif yang meninggal dunia dan dilakukan trecing sehingga ditemukan 14 orang yang terpapar dengan gejala yang lebih ringan dan tidak ada di rawat di RSUD Sekadau.

Baca Juga :  Bayi PDP Dipastikan Negatif

“Yang banyak di rawat dari Tapang Semadak, dan yang meninggal hari ini dari Tapang Semadak dengan usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta,” jelasnya.

Untuk saat ini jumlah pasien di ruang isolasi RSUD Sekadau mencapai 7 orang dan bisa saja terjadi penambahan.

Sedangkan untuk di rumah singgah, Henry mengatakan belum ada pasien yang di rawat, tetapi rata-rata melaksanakan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari puskesmas setempat.

“Kenaikan kasus ini terjadi sejak satu minggu terakhir, dimana tingkat kejenuhan masyarakat dan kendornya penerapan protokol kesehatan mulai terjadi,” pungkasnya.(var)

Most Read

Artikel Terbaru

/