alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Pencuri Handphone di Sekolah Diamankan

SEKADAU-Polsek Belitang Hulu mengamankan seorang pria berinisial B (39) karena mencuri tablet merek Huawei milik salah satu sekolah di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau.

Diketahui, tablet tersebut merupakan milik sekolah yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang tersimpan di rumah dinas Kepala Sekolah setempat.

Kapolsek Belitang Hulu, IPDA M. Rokhim, mengatakan tersangka melakukan aksinya, sekitar pukul 21.00 WIB, 21 Januari 2021 lalu. Kepala Sekolah tersebut baru menyadari tablet milik sekolah itu hilang, pada 14 Mei 2021, setelah seorang warga memberitahukannya bahwa ia melihat anak tersangka mengecas tablet yang serupa dengan milik sekolah.

“Lalu dicek tablet yang disimpan di sekolah dan di rumah dinasnya. Ternyata di sekolah tablet yang disimpan itu masih utuh, sedangkan yang di rumah dinasnya ada 8 unit tablet yang hilang,” kata Rokhim, Selasa (22/6).

Belakangan diketahui, tersangka mencuri tablet tersebut saat rumah dinas Kepala Sekolah itu kosong. Kasus ini baru dilaporkan ke polisi, pada 14 Juni 2021. Sebelum dilaporkan, kata Rokhim, masalah ini sempat akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Jadi, mereka sudah ada rencana untuk melakukan musyawarah terkait masalah itu, di Balai Dusun, 13 Juni 2021. Yang menentukan waktu itu tersangka, tapi malah ia tidak datang. Hingga diputuskan masalah ini dilaporkan ke polisi,” jelas Rokhim.

Baca Juga :  Program Kerja 100 Hari Kapolri

Rokhim mengungkapkan, tersangka diamankan di rumahnya. Kepada polisi, tersangka mengaku mengambil 4 unit tablet dan diberikan masing-masing kepada kedua anaknya, saudara serta ayahnya.

“Kasus ini saat ini masih dalam pengembangan. Tersangka sudah diamankan di Mapolres Sekadau,” pungkasnya. (var)

Terus Salurkan Bantuan

SEKADAU-Kepala Dinas Sosial PP dan PA Kabupaten Sekadau, Afronius Akim menuturkan, setidaknya ada 4 jenis bantuan sosial yang sedang berjalan, diantaranya Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Untuk BST, dijelaskan Afron per April 2021 terdapat 8.787 orang yang menerima bantuan tersebut. Dengan mekanisme penyaluran melalui kantor pos di 7 kecamatan se-Kabupaten Sekadau.

“BST kemarin sampai bulan April, tapi kita belum tau apakah masih dilanjutkan atau tidak,” ucapnya.

Sedangkan untuk PKH di Kabupaten Sekadau terdapat 5.469 jiwa yang menjadi penerima bantuan sosial tersebut.

Bantuan tersebut dikatakan Afron akan diterima oleh keluarga miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat setiap 3 bulan sekali. Dalam 4 tahap, yakni pada Januari, April, Juli, dan Oktober 2021 melalui bank anggota HIMBARA (BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN).

Baca Juga :  Pencuri Masuk Kampus FKIP, Lancarkan Aksi Curanmor

“PKH ini diperuntukkan bagi ibu hamil, anak sekolah dan lansia atau mereka yang memiliki penyakit menahun. Bantuan ini juga hanya bersifat sementara. Misalnya selama Ibu hamil saja, atau selama anak tersebut sekolah saja,” jelasnya.

Selanjutnya untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Afron menuturkan terdapat 7.681 KPM di Kabupaten Sekadau.

Para penerima bantuan ini nantinya dapat mengambil sembako di E-warung yang sudah ditentukan satu bulan sekali dengan nominal belanja yang sudah ditentukan.

Terakhir, ada Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayar Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan.

Untuk di Kabupaten Sekadau PBI yang dibayarkan melalui APBD Kabupaten adalah sebanyak 3.000 jiwa.

“PBI ini hanya dapat digunakan kalau penerima manfaat sakit dan berobat ke fasyankes Pemerintah, maka biaya pengobatan gratis menggunakan BPJS kesehatan,” jelasnya.

Afron menuturkan untuk bantuan sosial BPNT, dan PBI akan tetap diterima oleh penerima manfaat selama yang bersangkutan masih berkategori miskin.

“Sebelum desa melapor yang bersangkutan sudah mampu, dan masih masuk kategori miskin maka tetap mendapatkan bantuan,” tutupnya. (var)

SEKADAU-Polsek Belitang Hulu mengamankan seorang pria berinisial B (39) karena mencuri tablet merek Huawei milik salah satu sekolah di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau.

Diketahui, tablet tersebut merupakan milik sekolah yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang tersimpan di rumah dinas Kepala Sekolah setempat.

Kapolsek Belitang Hulu, IPDA M. Rokhim, mengatakan tersangka melakukan aksinya, sekitar pukul 21.00 WIB, 21 Januari 2021 lalu. Kepala Sekolah tersebut baru menyadari tablet milik sekolah itu hilang, pada 14 Mei 2021, setelah seorang warga memberitahukannya bahwa ia melihat anak tersangka mengecas tablet yang serupa dengan milik sekolah.

“Lalu dicek tablet yang disimpan di sekolah dan di rumah dinasnya. Ternyata di sekolah tablet yang disimpan itu masih utuh, sedangkan yang di rumah dinasnya ada 8 unit tablet yang hilang,” kata Rokhim, Selasa (22/6).

Belakangan diketahui, tersangka mencuri tablet tersebut saat rumah dinas Kepala Sekolah itu kosong. Kasus ini baru dilaporkan ke polisi, pada 14 Juni 2021. Sebelum dilaporkan, kata Rokhim, masalah ini sempat akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Jadi, mereka sudah ada rencana untuk melakukan musyawarah terkait masalah itu, di Balai Dusun, 13 Juni 2021. Yang menentukan waktu itu tersangka, tapi malah ia tidak datang. Hingga diputuskan masalah ini dilaporkan ke polisi,” jelas Rokhim.

Baca Juga :  Kafe Dibengkas, Peralatan Dapur Ludes

Rokhim mengungkapkan, tersangka diamankan di rumahnya. Kepada polisi, tersangka mengaku mengambil 4 unit tablet dan diberikan masing-masing kepada kedua anaknya, saudara serta ayahnya.

“Kasus ini saat ini masih dalam pengembangan. Tersangka sudah diamankan di Mapolres Sekadau,” pungkasnya. (var)

Terus Salurkan Bantuan

SEKADAU-Kepala Dinas Sosial PP dan PA Kabupaten Sekadau, Afronius Akim menuturkan, setidaknya ada 4 jenis bantuan sosial yang sedang berjalan, diantaranya Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Untuk BST, dijelaskan Afron per April 2021 terdapat 8.787 orang yang menerima bantuan tersebut. Dengan mekanisme penyaluran melalui kantor pos di 7 kecamatan se-Kabupaten Sekadau.

“BST kemarin sampai bulan April, tapi kita belum tau apakah masih dilanjutkan atau tidak,” ucapnya.

Sedangkan untuk PKH di Kabupaten Sekadau terdapat 5.469 jiwa yang menjadi penerima bantuan sosial tersebut.

Bantuan tersebut dikatakan Afron akan diterima oleh keluarga miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat setiap 3 bulan sekali. Dalam 4 tahap, yakni pada Januari, April, Juli, dan Oktober 2021 melalui bank anggota HIMBARA (BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN).

Baca Juga :  Pencuri Masuk Kampus FKIP, Lancarkan Aksi Curanmor

“PKH ini diperuntukkan bagi ibu hamil, anak sekolah dan lansia atau mereka yang memiliki penyakit menahun. Bantuan ini juga hanya bersifat sementara. Misalnya selama Ibu hamil saja, atau selama anak tersebut sekolah saja,” jelasnya.

Selanjutnya untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Afron menuturkan terdapat 7.681 KPM di Kabupaten Sekadau.

Para penerima bantuan ini nantinya dapat mengambil sembako di E-warung yang sudah ditentukan satu bulan sekali dengan nominal belanja yang sudah ditentukan.

Terakhir, ada Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayar Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan.

Untuk di Kabupaten Sekadau PBI yang dibayarkan melalui APBD Kabupaten adalah sebanyak 3.000 jiwa.

“PBI ini hanya dapat digunakan kalau penerima manfaat sakit dan berobat ke fasyankes Pemerintah, maka biaya pengobatan gratis menggunakan BPJS kesehatan,” jelasnya.

Afron menuturkan untuk bantuan sosial BPNT, dan PBI akan tetap diterima oleh penerima manfaat selama yang bersangkutan masih berkategori miskin.

“Sebelum desa melapor yang bersangkutan sudah mampu, dan masih masuk kategori miskin maka tetap mendapatkan bantuan,” tutupnya. (var)

Most Read

Redam Penularan Covid-19

Forkopimcam Sepauk Bentuk Kampung Tangguh

Mahasiswa IAIN Magang jadi Wartawan

Stafsus Milenial Diragukan Oposisi

Artikel Terbaru

/