alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Pertanyakan Sambungan Listrik PLN

Warga Tiga Desa Datangi PLN Sekadau

SEKADAU – Warga di tiga desa di Sekadau sambangi Unit Layanan Pengadaan (ULP) PLN Sekadau beberapa waktu lalu, perihal kejelasan kapan aliran listrik masuk di desanya. Tiga desa tersebut di antaranya, Desa Tapang Perodah, Desa Setawar, dan Desa Nanga Pemubuh, Kecamatan Sekadau Hulu.

Didampingi ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), pihak PT. Agro Andalan, perangkat desa yang mewakili masyarakat dari tiga desa itu, berharap agar segera mendapatkan kepastian kapan desanya terlistriki. Kepala Desa Tapang Perodah, Cantong, mengungkapkan, sejak zaman penjajahan hingga 75 tahun kemerdekaan Indonesia, wilayah tersebut belum pernah teraliri listrik, sehingga masih berada dalam kegelapan.

“Kami ini hanya minta kepastian, minta keadilan. Kapan desa bisa dialiri listrik? Kami masyarakat asli di sini, tapi kami tidak mendapatkan apa yang menjadi hak kami. Kalau begitu sekarang belum bisa disebut merdeka,” sindirnya.

Baca Juga :  Kondisi 3 Pasien Positif Covid-19 di Sekadau Dalam Keadaan Bugar

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Pembina TBBR Sekadau, Heryanto Gani dan Ketua Umum TBBR, Agustinus yang hadir mendampingi warga. Mereka berharap agar tiga desa tersebut pada tahun ini dapat dialiri listrik.

Mengingat saat ini warga dari ketiga desa itu, menurutnya, hanya mengandalkan pembangkit listrik pribadi (genset) yang membutuhkan biaya cukup besar untuk membeli BBM perharinya. “Di sana ada hampir 2 ribu KK (kepala keluarga), jadi listrik ini sangat dibutuhkan. Ini adalah kebutuhan dasar manusia, tentu seharusnya diprioritaskan sebagai bentuk kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) PLN Sekadau, Fery mengatakan, dari 87 desa se-Kabupaten Sekadau, masih ada 23 desa yang diakui dia, belum terlistriki. Tak dipungkiri dia juga, termasuk tiga desa yang hadir pada hari itu.

Baca Juga :  Seriusi Kluster Nakes dan ASN

“Semuanya sudah kita data sejak tahun 2018 sampai 2020. Sudah di survei dan sudah dimohonkan anggarannya ke pusat. Sekarang kita masih menunggu anggaran dan antrian,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, untuk memberikan kepastian kapan tiga desa tersebut terlistriki, bukan menjadi kewenangan ULP Sekadau. Mereka sejauh ini hanya dapat mensurvei, menghitung kebutuhan listrik, serta mengajukan ke UP3 Sanggau. “Setelah ada hasil perhitungan UP3 Sanggau, selanjutnya diajukan kepada PT. PLN Unit Induk Wilayah Kalbar. Inilah yang menentukan suatu wilayah dinyatakan sebagai prioritas penerima layanan atau tidak,” tandasnya. (var)

Warga Tiga Desa Datangi PLN Sekadau

SEKADAU – Warga di tiga desa di Sekadau sambangi Unit Layanan Pengadaan (ULP) PLN Sekadau beberapa waktu lalu, perihal kejelasan kapan aliran listrik masuk di desanya. Tiga desa tersebut di antaranya, Desa Tapang Perodah, Desa Setawar, dan Desa Nanga Pemubuh, Kecamatan Sekadau Hulu.

Didampingi ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), pihak PT. Agro Andalan, perangkat desa yang mewakili masyarakat dari tiga desa itu, berharap agar segera mendapatkan kepastian kapan desanya terlistriki. Kepala Desa Tapang Perodah, Cantong, mengungkapkan, sejak zaman penjajahan hingga 75 tahun kemerdekaan Indonesia, wilayah tersebut belum pernah teraliri listrik, sehingga masih berada dalam kegelapan.

“Kami ini hanya minta kepastian, minta keadilan. Kapan desa bisa dialiri listrik? Kami masyarakat asli di sini, tapi kami tidak mendapatkan apa yang menjadi hak kami. Kalau begitu sekarang belum bisa disebut merdeka,” sindirnya.

Baca Juga :  KPU Minta Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Hoax

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Pembina TBBR Sekadau, Heryanto Gani dan Ketua Umum TBBR, Agustinus yang hadir mendampingi warga. Mereka berharap agar tiga desa tersebut pada tahun ini dapat dialiri listrik.

Mengingat saat ini warga dari ketiga desa itu, menurutnya, hanya mengandalkan pembangkit listrik pribadi (genset) yang membutuhkan biaya cukup besar untuk membeli BBM perharinya. “Di sana ada hampir 2 ribu KK (kepala keluarga), jadi listrik ini sangat dibutuhkan. Ini adalah kebutuhan dasar manusia, tentu seharusnya diprioritaskan sebagai bentuk kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) PLN Sekadau, Fery mengatakan, dari 87 desa se-Kabupaten Sekadau, masih ada 23 desa yang diakui dia, belum terlistriki. Tak dipungkiri dia juga, termasuk tiga desa yang hadir pada hari itu.

Baca Juga :  Wujudkan MTQ Berkualitas dan Bermartabat

“Semuanya sudah kita data sejak tahun 2018 sampai 2020. Sudah di survei dan sudah dimohonkan anggarannya ke pusat. Sekarang kita masih menunggu anggaran dan antrian,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, untuk memberikan kepastian kapan tiga desa tersebut terlistriki, bukan menjadi kewenangan ULP Sekadau. Mereka sejauh ini hanya dapat mensurvei, menghitung kebutuhan listrik, serta mengajukan ke UP3 Sanggau. “Setelah ada hasil perhitungan UP3 Sanggau, selanjutnya diajukan kepada PT. PLN Unit Induk Wilayah Kalbar. Inilah yang menentukan suatu wilayah dinyatakan sebagai prioritas penerima layanan atau tidak,” tandasnya. (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/