alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Nekat Buang Bayi Agar Tak Ganggu Pendidikan

SEKADAU-Satuan Reserse Kriminal Polres Sekadau berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pembuang bayi yang ditemukan di Riam Gunam, desa Bokak Sebumbun, kecamatan Sekadau Hilir, dalam waktu kurang dari 24 jam.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Anuar Syarifudin membeberkan, terduga pelaku laki-laki berinisial AP (20) yang berstatus mahasiswa, diamankan petugas unit Jatanras Polres Sekadau, tepatnya di wilayah Kecamatan Belitang, pada pukul 04.00 pagi.

Sementara sang ibu bayi sekaligus pacar AP yakni N (15), berhasil ditemukan petugas di sebuah rumah di dusun Pangkin kecamatan Sekadau Hilir, pada pukul 20.00 WIB, satu jam usai penemuan bayi.

“Setelah olah TKP, kita bekerja keras untuk mengungkap kasus ini untuk pemeriksaan saksi-saksi. Sehingga terduga pelaku yang tak lain adalah orang tua kandung si bayi ini, dan berhasil kita amankan,” beber Kasat Reskrim IPTU Anuar, Senin (26/4).

Baca Juga :  Ibu Buang Bayi di Panti Asuhan, Diduga Hasil Hubungan Terlarang

Berdasarkan pengakuan AP, lanjut Kasat Reskrim, dirinya nekat membuang bayi tersebut lantaran malu dan tidak ingin pendidikannya terganggu dengan keberadaan bayi hasil hubungan diluar nikah dengan kekasihnya berinisial N (15), yang masih berstatus siswi pelajar kelas 1 SMA.

Di kamar N, petugas mendapatkan barang bukti tanda persalinan berupa satu buah handuk warna biru, satu buah celana pendek motif batik, dan satu buah celana dalam yang masih terdapat noda darah. N kemudian dibawa petugas ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pasca persalinan.

Kepada petugas kepolisian, N mengaku bersedia membuang bayi yang baru ia dilahirkan atas tekanan dari pacarnya, AP.

Menurut N, bayi tersebut ia lahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain pada Sabtu (24/4) pukul 08.00 WIB di kamarnya.

Baca Juga :  Hindari Mobil Berlawanan Arah, Mobil Box Hantam Rumah Warga

Kemudian sore harinya, AP dan N dengan mengendarai sepeda motor  berniat hendak memberikan bayi tersebut ke panti asuhan namun ditolak karena tidak ada yang merawat.

Lantaran takut diketahui orang, keduanya lantas meninggalkan bayi mereka begitu saja di semak-semak di dekat air terjun Riam Gunam.

Beruntung, bayi mungil berjenis kelamin perempuan tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi masih hidup oleh warga setempat yang hendak memancing ikan. Saat ini sang bayi masih dalam perawatan intensif di RSUD Sekadau.

“Dan terhadap kedua terduga pelaku masih dalam proses penyidikan, guna mendalami motif dan penetapan status (tersangka), karena si ibu bayi bisa dikatakan masih dibawah umur,” pungkasnya. (var)

SEKADAU-Satuan Reserse Kriminal Polres Sekadau berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pembuang bayi yang ditemukan di Riam Gunam, desa Bokak Sebumbun, kecamatan Sekadau Hilir, dalam waktu kurang dari 24 jam.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Anuar Syarifudin membeberkan, terduga pelaku laki-laki berinisial AP (20) yang berstatus mahasiswa, diamankan petugas unit Jatanras Polres Sekadau, tepatnya di wilayah Kecamatan Belitang, pada pukul 04.00 pagi.

Sementara sang ibu bayi sekaligus pacar AP yakni N (15), berhasil ditemukan petugas di sebuah rumah di dusun Pangkin kecamatan Sekadau Hilir, pada pukul 20.00 WIB, satu jam usai penemuan bayi.

“Setelah olah TKP, kita bekerja keras untuk mengungkap kasus ini untuk pemeriksaan saksi-saksi. Sehingga terduga pelaku yang tak lain adalah orang tua kandung si bayi ini, dan berhasil kita amankan,” beber Kasat Reskrim IPTU Anuar, Senin (26/4).

Baca Juga :  Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Bupati Sekadau dengan Modus Penipuan

Berdasarkan pengakuan AP, lanjut Kasat Reskrim, dirinya nekat membuang bayi tersebut lantaran malu dan tidak ingin pendidikannya terganggu dengan keberadaan bayi hasil hubungan diluar nikah dengan kekasihnya berinisial N (15), yang masih berstatus siswi pelajar kelas 1 SMA.

Di kamar N, petugas mendapatkan barang bukti tanda persalinan berupa satu buah handuk warna biru, satu buah celana pendek motif batik, dan satu buah celana dalam yang masih terdapat noda darah. N kemudian dibawa petugas ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pasca persalinan.

Kepada petugas kepolisian, N mengaku bersedia membuang bayi yang baru ia dilahirkan atas tekanan dari pacarnya, AP.

Menurut N, bayi tersebut ia lahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain pada Sabtu (24/4) pukul 08.00 WIB di kamarnya.

Baca Juga :  Operasi Yustisi, 37 Orang Dijaring tak Bermasker

Kemudian sore harinya, AP dan N dengan mengendarai sepeda motor  berniat hendak memberikan bayi tersebut ke panti asuhan namun ditolak karena tidak ada yang merawat.

Lantaran takut diketahui orang, keduanya lantas meninggalkan bayi mereka begitu saja di semak-semak di dekat air terjun Riam Gunam.

Beruntung, bayi mungil berjenis kelamin perempuan tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi masih hidup oleh warga setempat yang hendak memancing ikan. Saat ini sang bayi masih dalam perawatan intensif di RSUD Sekadau.

“Dan terhadap kedua terduga pelaku masih dalam proses penyidikan, guna mendalami motif dan penetapan status (tersangka), karena si ibu bayi bisa dikatakan masih dibawah umur,” pungkasnya. (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/