alexametrics
31.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Tetap Upayakan Kesejahteraan Anak

SEKADAU – Wahana Visi Indonesia (WVI) Kabupaten Sekadau gelar Sosialisasi Mekanisme Pelaporan dan Penanganan Kasus Anak Kabupaten Sekadau, beberapa waktu lalu. Manager WVI Area Program Sekadau, Bastian Rengga menjelaskan WVI sejatinya terus mengupayakan kesejahteraan anak di Kabupaten Sekadau melalui program perlindungan anak.

Salah satu hal penting yang perlu dipastikan adalah adanya mekanisme pelaporan dan penanganan kasus

anak yang diketahui masyarakat.

“Dengan demikian, masyarakat mampu terlibat aktif mencegah dan melaporkan kondisi anak yang mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk,”jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Afronius Akim Sehan menuturkan merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau nomor 1 tahun 2020 tentang Kabupaten Layak Anak terdapat dua indikator KLA yaitu penguatan kelembagaan dan cluster hak anak.

Baca Juga :  Anak Usia 6-11 Tahun Boleh Disuntik Sinovac, Efikasi dan Keamanan Sesuai

“Sosialisasi mekanisme pelaporan dan penanganan kasus anak Kabupaten Sekadau ini merupakan bentuk perwujudan dari indikator KLA tersebut, yaitu cluster perlindungan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (2) huruf e,” ungkapnya.

Afron menilai anak merupakan potensi generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis serta merupakan awal mata rantai yang sangat menentukan kehidupan suatu bangsa di masa depan.

Oleh sebab itu, negara harus menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh, berkembang serta berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan dan mendapat perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi.

“Saya melihat sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak akhir-akhir ini justru terjadi dalam lingkungan yang pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu dibentuk mekanisme pelaporan dan penanganan kasus anak Kabupaten Sekadau,”imbuhnya.”Agar kita semua dapat berperan aktif dalam mendeteksi atau menghadapi kemungkinan kekerasan yang terjadi pada anak, serta melaporkan apabila terjadi atau mengetahui adanya kasus terhadap anak,”timpalnya

Baca Juga :  Sawit Melonjak, Kesejahteraan Petani Perkebunan di Kalbar Tembus Rekor Lagi

Dirinya berharap melalui kegiatan tersebut, dapat meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan dan penentu kebijakan Pemerintah Kabupaten Sekadau tentang pentingnya perlindungan anak, “Khususnya untuk mengakhiri kejahatan kekerasan terhadap anak,”tandasnya. (var)

SEKADAU – Wahana Visi Indonesia (WVI) Kabupaten Sekadau gelar Sosialisasi Mekanisme Pelaporan dan Penanganan Kasus Anak Kabupaten Sekadau, beberapa waktu lalu. Manager WVI Area Program Sekadau, Bastian Rengga menjelaskan WVI sejatinya terus mengupayakan kesejahteraan anak di Kabupaten Sekadau melalui program perlindungan anak.

Salah satu hal penting yang perlu dipastikan adalah adanya mekanisme pelaporan dan penanganan kasus

anak yang diketahui masyarakat.

“Dengan demikian, masyarakat mampu terlibat aktif mencegah dan melaporkan kondisi anak yang mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk,”jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Afronius Akim Sehan menuturkan merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau nomor 1 tahun 2020 tentang Kabupaten Layak Anak terdapat dua indikator KLA yaitu penguatan kelembagaan dan cluster hak anak.

Baca Juga :  Menteri PPPA Dorong Fatwa Anak Hamil di Luar Nikah untuk Tidak Dinikahkan

“Sosialisasi mekanisme pelaporan dan penanganan kasus anak Kabupaten Sekadau ini merupakan bentuk perwujudan dari indikator KLA tersebut, yaitu cluster perlindungan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (2) huruf e,” ungkapnya.

Afron menilai anak merupakan potensi generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis serta merupakan awal mata rantai yang sangat menentukan kehidupan suatu bangsa di masa depan.

Oleh sebab itu, negara harus menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh, berkembang serta berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan dan mendapat perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi.

“Saya melihat sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak akhir-akhir ini justru terjadi dalam lingkungan yang pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu dibentuk mekanisme pelaporan dan penanganan kasus anak Kabupaten Sekadau,”imbuhnya.”Agar kita semua dapat berperan aktif dalam mendeteksi atau menghadapi kemungkinan kekerasan yang terjadi pada anak, serta melaporkan apabila terjadi atau mengetahui adanya kasus terhadap anak,”timpalnya

Baca Juga :  Hingga April, Ungkap Empat Kekerasan Seksual Anak.

Dirinya berharap melalui kegiatan tersebut, dapat meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan dan penentu kebijakan Pemerintah Kabupaten Sekadau tentang pentingnya perlindungan anak, “Khususnya untuk mengakhiri kejahatan kekerasan terhadap anak,”tandasnya. (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/