alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Sungai Lawak Jadi Desa ke Delapan Deklarasi ODF

SEKADAU-Pemerintah Kabupaten Sekadau deklarasikan ODF, Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) ke delapan di Desa Sungai Lawak, Kecamatan Nanga Taman, beberapa waktu lalu.

Deklarasi ODF tersebut merupakan sebuah komitmen yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Sekadau no 51 tahun 2017 tentang gerakan pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

“Tujuan yang ingin dicapai dari STBM adalah terwujudnya kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat dimana seluruh komponen masyarakat mampu melaksanakan 5 pilar STBM untuk mencapai desa mandiri,” jelas Rupinus.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius memaparkan untuk akses sanitasi/jamban sehat Kabupaten Sekadau saat ini baru mencapai 74,86 persen berada pada posisi ke 5 dari 14 kabupaten/kota di provinsi Kalbar.

Dengan akses tertinggi di Kabupaten Sekadau berada di Kecamatan Nanga Taman yaitu sebesar 86,38 persen, disusul Kecamatan Belitang 82,25 persen, Sekadau hulu 81 persen, Belitang Hulu 80,14 persen, Sekadau Hilir 77,62 persen, Belitang Hilir 65,69 persen, dan Nanga Mahap 47,64 persen.

Baca Juga :  Pemkab Gelar SKB CPNS Kabupaten Sekadau

“Semoga dengan dukungan pemerintah daerah dan semua pihak, akses sanitasi Kabupaten Sekadau mencapai 200 persen diakhir tahun 2020, dan Kecamatan Nanga taman tahun 2021 harus ODF,” kata Henry.

Dalam deklarasi ODF itu, Bupati Sekadau Rupinus juga berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berjasa dalam dideklarasikannya ODF di desa Sungai Lawak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalbar

Sementara itu, Kades Sungai Lawak Yohanes menjelaskan saat ini desa Sungai Lawak memiliki luas wilayah daratan kurang lebih 87,95 km². Terdiri dari 4 dusun, 0 RW dan 8 RT dimana dusun yang terdapat di Sungai Lawak antara lain, Sungai Lawak, Senapan, Serirang, Sungai Kase dan memiliki 1703 jiwa penduduk.

Pembangunan kantor desa dimulai pada tahun 2018 dengan menggunakan ADD tahap 2, dengan pagu Rp.144 juta dengan menyelesaikan 389 KK.

Baca Juga :  Sekadau Dapat Bantuan Rumah Swadaya 1.002 Unit

Selanjutnya kembali dianggarkan pada tahun 2020 tahap 1 dengan pagu Rp. 76,505 juta rupiah. Hingga keseluruhan pembangunan jamban sehat 466 KK.

“Anggaran itu kita gunakan untuk membeli material, seperti kloset dan semen untuk setiap KK,” paparnya.

Camat Nanga Taman, Paulus Ugang menyampaikan dengan deklarasi ODF tersebut, saat ini sudah ada 8 desa dari 13 desa di Kecamatan Nanga Taman yang sudah ODF. Serta sudah 7 desa ODF sejak dirinya menjabat sebagai Camat Nanga Taman.

“Kita bercita-cita tahun 2021 Kecamatan Nanga Taman menjadi kecamatan ODF, bukan hanya desa yang ODF. Lebih bersih, lebih sehat. Terbukti dengan berkurangnya penyakit, diarea, dan muntaber,” ungkapnya.

Paulus Ugang berharap, perilaku hidup masyarakat dapat berubah menjadi lebih sehat dengan adanya deklarasi ODF itu. Dengan membersihkan lingkungan, tidak buang sampah ke sungai, dan pola hidup bersih, dan sehat. (var)

 

SEKADAU-Pemerintah Kabupaten Sekadau deklarasikan ODF, Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) ke delapan di Desa Sungai Lawak, Kecamatan Nanga Taman, beberapa waktu lalu.

Deklarasi ODF tersebut merupakan sebuah komitmen yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Sekadau no 51 tahun 2017 tentang gerakan pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

“Tujuan yang ingin dicapai dari STBM adalah terwujudnya kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat dimana seluruh komponen masyarakat mampu melaksanakan 5 pilar STBM untuk mencapai desa mandiri,” jelas Rupinus.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius memaparkan untuk akses sanitasi/jamban sehat Kabupaten Sekadau saat ini baru mencapai 74,86 persen berada pada posisi ke 5 dari 14 kabupaten/kota di provinsi Kalbar.

Dengan akses tertinggi di Kabupaten Sekadau berada di Kecamatan Nanga Taman yaitu sebesar 86,38 persen, disusul Kecamatan Belitang 82,25 persen, Sekadau hulu 81 persen, Belitang Hulu 80,14 persen, Sekadau Hilir 77,62 persen, Belitang Hilir 65,69 persen, dan Nanga Mahap 47,64 persen.

Baca Juga :  Cegah dan Berantas Praktik Pungli

“Semoga dengan dukungan pemerintah daerah dan semua pihak, akses sanitasi Kabupaten Sekadau mencapai 200 persen diakhir tahun 2020, dan Kecamatan Nanga taman tahun 2021 harus ODF,” kata Henry.

Dalam deklarasi ODF itu, Bupati Sekadau Rupinus juga berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berjasa dalam dideklarasikannya ODF di desa Sungai Lawak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalbar

Sementara itu, Kades Sungai Lawak Yohanes menjelaskan saat ini desa Sungai Lawak memiliki luas wilayah daratan kurang lebih 87,95 km². Terdiri dari 4 dusun, 0 RW dan 8 RT dimana dusun yang terdapat di Sungai Lawak antara lain, Sungai Lawak, Senapan, Serirang, Sungai Kase dan memiliki 1703 jiwa penduduk.

Pembangunan kantor desa dimulai pada tahun 2018 dengan menggunakan ADD tahap 2, dengan pagu Rp.144 juta dengan menyelesaikan 389 KK.

Baca Juga :  Setubuhi Anak Bawah Umur, As Diringkus

Selanjutnya kembali dianggarkan pada tahun 2020 tahap 1 dengan pagu Rp. 76,505 juta rupiah. Hingga keseluruhan pembangunan jamban sehat 466 KK.

“Anggaran itu kita gunakan untuk membeli material, seperti kloset dan semen untuk setiap KK,” paparnya.

Camat Nanga Taman, Paulus Ugang menyampaikan dengan deklarasi ODF tersebut, saat ini sudah ada 8 desa dari 13 desa di Kecamatan Nanga Taman yang sudah ODF. Serta sudah 7 desa ODF sejak dirinya menjabat sebagai Camat Nanga Taman.

“Kita bercita-cita tahun 2021 Kecamatan Nanga Taman menjadi kecamatan ODF, bukan hanya desa yang ODF. Lebih bersih, lebih sehat. Terbukti dengan berkurangnya penyakit, diarea, dan muntaber,” ungkapnya.

Paulus Ugang berharap, perilaku hidup masyarakat dapat berubah menjadi lebih sehat dengan adanya deklarasi ODF itu. Dengan membersihkan lingkungan, tidak buang sampah ke sungai, dan pola hidup bersih, dan sehat. (var)

 

Most Read

Aklamasi, PPP Usung Baiduri-Agus

Cari Nelayan Hilang

Bolos, Sanksi saja

Artikel Terbaru

/