alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp7,8 Miliar, Pelaku Ditangkap di Perbatasan

SINGKAWANG – Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia Yonif 645/GTY menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 13,6 kilogram yang terkemas dalam 13 paket bungkus teh asal Tiongkok dengan nilai sekitar Rp 7,8 miliar.

Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers bersama Badan Nasional Narkotika Provinsi Kalbar, BNNK Kota Singkawang, TNI, Polres Bengkayang dan Beacukai Jagoi Babang di BNNK Kota Singkawang, Rabu (1/6).

Dalam jumpa pers ini petugas menghadirkan tersangka penyelundupan, Iqbal (22). Dengan dikawal petugas TNI, Iqbal (22), berbaju kaos hitam, bercelana jeans dengan kondisi tangan terborgol masuk ke ruangan. Untuk sementara waktu, dia adalah aktor utama dari penyelundupan barang haram tersebut masuk dari Malaysia ke Indonesia melalui jalan tikus di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Diketahui pria yang memilih diam itu berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Hanya sebatas itu yang bisa digali dari pemuda tersebut. Selebihnya masih menunggu penyelidikan lebih lanjut, termasuk apa motif dan jaringan di belakang Iqbal.

Komandan Brigif 19/KH, Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan selaku pemegang komando yang membawahi tiga batalyon Infanteri termasuk Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha mengapresiasi kinerja prajurit Pamtas yang telah berhasil menggagalkan masuknya narkoba ke Indonesia di perbatasan kedua negara. Selain itu kedatangan pihaknya ke BNNK Kota Singkawang juga dalam rangka serah terima barang bukti dan tersangka Iqbal ke BNN Provinsi Kalbar.

“Kami penyerahkan barang bukti dan pelaku ke BNN untuk dilakukan tindak lanjut sesuai aturan berlaku. Saya mengapresiasi kinerja prajurit dalam bertugas hingga tertangkap pelaku ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Nia Ramadhani Ditangkap Bareng Sopir, Ardi Bakrie Menyerahkan Diri

Ke depan, pihaknya akan mengintensifkan patroli di perbatasan yang sebenarnya sudah senantiasa dilakukan. “Baik patroli rutin maupun accidentil, bahkan tidak hanya itu kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak mulai Polri, Beacukai dan pihaknya lainya terutama masyarakat,” katanya.

Sehingga masyarakat, kata dia, menjadi mata dan tangan pihaknya dalam ikut mengintensifkan pengawasan di perbatasan. Selain itu pihaknya juga tidak henti-hentinya mengingatkan semua pelintas untuk tidak berbuat hal melanggar aturan seperti membawa, mengangkut barang barang ilegal.

“Jika terbukti dan kedapatan membawa barang barang ilegal pasti kita tangkap,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak bersama sama menjaga perbatasan RI-Malaysia agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena memang di wilayah perbatasan banyak jalur jalan tidak resmi yang acap kali dimanfaatkan pelintas untuk berbuat ilegal baik datang dari sebarang maupun dari Indonesia ke Malaysia.

Sementara itu, komandan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Letkol Inf Hudalla mengungkapkan tertangkapnya Iqbal ini tak terlepasnya ada informasi yang masuk ke pihaknya melalui petugas tepatnya di Posko Kumba Semunying, Desa Semunying Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

“Ada informan kita menyampaikan ke kita bahwa ada dugaan dilakukannya kegiatan illegal oleh seseorang dengan ciri ciri tertentu. Lalu kita cek ternyata benar. Kemudian kita koordinasikan dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa barang yang dibawa adalah yang diduga narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga :  Singkawang Masuk Zona Kuning

Ada indikasi pelaku ingin memanfaatkan celah serah terima penugasan di posko tersebut, namun ternyata petugas tidak lengah dan tetap patroli sesuai petunjuk sehingga pelaku bisa diamankan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, Beacukai Jagoi Babang serta BNN, maka sesuai pemeriksaan awal terbukti barang tersebut adalah sabu sabu. Bahkan untuk memastikan kembali, maka dilakukan kembali pengecekan saat pres release di hadapan media dengan memilih paket diduga berisikan sabu secara acak. Setelah salah satu bungku luar teh dan dirobek menggunakan pisau, kemudian menggunakan alat tes selama beberapa menit, zat terkandung adalah Methamphetamine (MET).

Saat penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Saat ditemukan ia memikul tas berisikan paket paket teh bermerk dan bertuliskan huruf Tiongkok yang diduga narkoba.

Sementara itu, Kepala BNNP Kalbar yang diwakili Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan BNNP Kalbar, Stevani Valintino belum dapat berbicara banyak terkait motif pelaku dan sebagainya. Yang jelas, kata dia, tertangkapnya pelaku yang diduga membawa Narkoba jenis sabu ini bukti bahwa seluruh pihak komitmen memberantas Narkoba sekaligus guna menyelamatkan nyawa generasi muda. “Dengan tertangkapnya pelaku ini setidaknya 7.600 jiwa terselematkan dari penyalahgunaan Narkoba. Jika diuangkan dengan asumsi Rp600.000 per gram maka jika diuangkan senilai Rp 7,6 miliar,” ungkapnya.

BNNP Kalbar memohon doanya agar nantinya dalam penyelidikan berjalan sesuai harapan masyarakat, guna meningkatkan upaya pihaknya memberantas peredaran Narkoba di Kalbar. (har)

SINGKAWANG – Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia Yonif 645/GTY menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 13,6 kilogram yang terkemas dalam 13 paket bungkus teh asal Tiongkok dengan nilai sekitar Rp 7,8 miliar.

Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers bersama Badan Nasional Narkotika Provinsi Kalbar, BNNK Kota Singkawang, TNI, Polres Bengkayang dan Beacukai Jagoi Babang di BNNK Kota Singkawang, Rabu (1/6).

Dalam jumpa pers ini petugas menghadirkan tersangka penyelundupan, Iqbal (22). Dengan dikawal petugas TNI, Iqbal (22), berbaju kaos hitam, bercelana jeans dengan kondisi tangan terborgol masuk ke ruangan. Untuk sementara waktu, dia adalah aktor utama dari penyelundupan barang haram tersebut masuk dari Malaysia ke Indonesia melalui jalan tikus di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Diketahui pria yang memilih diam itu berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Hanya sebatas itu yang bisa digali dari pemuda tersebut. Selebihnya masih menunggu penyelidikan lebih lanjut, termasuk apa motif dan jaringan di belakang Iqbal.

Komandan Brigif 19/KH, Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan selaku pemegang komando yang membawahi tiga batalyon Infanteri termasuk Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha mengapresiasi kinerja prajurit Pamtas yang telah berhasil menggagalkan masuknya narkoba ke Indonesia di perbatasan kedua negara. Selain itu kedatangan pihaknya ke BNNK Kota Singkawang juga dalam rangka serah terima barang bukti dan tersangka Iqbal ke BNN Provinsi Kalbar.

“Kami penyerahkan barang bukti dan pelaku ke BNN untuk dilakukan tindak lanjut sesuai aturan berlaku. Saya mengapresiasi kinerja prajurit dalam bertugas hingga tertangkap pelaku ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Curi Tas Jemaah Masjid Demi Beli Sabu

Ke depan, pihaknya akan mengintensifkan patroli di perbatasan yang sebenarnya sudah senantiasa dilakukan. “Baik patroli rutin maupun accidentil, bahkan tidak hanya itu kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak mulai Polri, Beacukai dan pihaknya lainya terutama masyarakat,” katanya.

Sehingga masyarakat, kata dia, menjadi mata dan tangan pihaknya dalam ikut mengintensifkan pengawasan di perbatasan. Selain itu pihaknya juga tidak henti-hentinya mengingatkan semua pelintas untuk tidak berbuat hal melanggar aturan seperti membawa, mengangkut barang barang ilegal.

“Jika terbukti dan kedapatan membawa barang barang ilegal pasti kita tangkap,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak bersama sama menjaga perbatasan RI-Malaysia agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena memang di wilayah perbatasan banyak jalur jalan tidak resmi yang acap kali dimanfaatkan pelintas untuk berbuat ilegal baik datang dari sebarang maupun dari Indonesia ke Malaysia.

Sementara itu, komandan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Letkol Inf Hudalla mengungkapkan tertangkapnya Iqbal ini tak terlepasnya ada informasi yang masuk ke pihaknya melalui petugas tepatnya di Posko Kumba Semunying, Desa Semunying Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

“Ada informan kita menyampaikan ke kita bahwa ada dugaan dilakukannya kegiatan illegal oleh seseorang dengan ciri ciri tertentu. Lalu kita cek ternyata benar. Kemudian kita koordinasikan dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa barang yang dibawa adalah yang diduga narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diciduk Polisi, Oknum PNS Melawi Bawa Sabu 5,26 Gram

Ada indikasi pelaku ingin memanfaatkan celah serah terima penugasan di posko tersebut, namun ternyata petugas tidak lengah dan tetap patroli sesuai petunjuk sehingga pelaku bisa diamankan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, Beacukai Jagoi Babang serta BNN, maka sesuai pemeriksaan awal terbukti barang tersebut adalah sabu sabu. Bahkan untuk memastikan kembali, maka dilakukan kembali pengecekan saat pres release di hadapan media dengan memilih paket diduga berisikan sabu secara acak. Setelah salah satu bungku luar teh dan dirobek menggunakan pisau, kemudian menggunakan alat tes selama beberapa menit, zat terkandung adalah Methamphetamine (MET).

Saat penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Saat ditemukan ia memikul tas berisikan paket paket teh bermerk dan bertuliskan huruf Tiongkok yang diduga narkoba.

Sementara itu, Kepala BNNP Kalbar yang diwakili Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan BNNP Kalbar, Stevani Valintino belum dapat berbicara banyak terkait motif pelaku dan sebagainya. Yang jelas, kata dia, tertangkapnya pelaku yang diduga membawa Narkoba jenis sabu ini bukti bahwa seluruh pihak komitmen memberantas Narkoba sekaligus guna menyelamatkan nyawa generasi muda. “Dengan tertangkapnya pelaku ini setidaknya 7.600 jiwa terselematkan dari penyalahgunaan Narkoba. Jika diuangkan dengan asumsi Rp600.000 per gram maka jika diuangkan senilai Rp 7,6 miliar,” ungkapnya.

BNNP Kalbar memohon doanya agar nantinya dalam penyelidikan berjalan sesuai harapan masyarakat, guna meningkatkan upaya pihaknya memberantas peredaran Narkoba di Kalbar. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/