alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Sudah Ada Lahan Terbakar, Aparat dan Masyarakat Siaga

SINGKAWANG–Guna mencegah terjadi kebakaran lahan dan hutan diwilayah, Babinsa Koramil 1202-05/Skw Koptu Dahlan Rumasukun bersama Bhabinkamtibmas Setempat dan masyarakat Sosialisaikan Karhutla di wilayah Jln. Wonosari dan Jln. Ternak RT. 036/RW 005. Kel. Roban Kec. Singkawang Tengah Kota Singkawang.

Sosialisasi Karhutla ini rutin dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1202-05/Skw guna mencegah terjadi kebakaran lahan hutan.

Dalam kesempatan tersebut Babinsa Koptu Dahlan Rumasukun menyampaikan kepada masyarakat bahwa, terjadinya kebakaran lahan atau hutan karena bukan hanya faktor alam namun juga kelalaian manusia.

“Mencegah lebih baik dari pada memadamkan dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan dan hutan tersebut sangat merugikan baik ekonomi maupun kesehatan dan lingkungan,” jelasnya.

Babinsa, juga dengan tidak bosan-bosannya menghimbau kepada masyarakat Desa binaannya, apabila membuka atau membersihkan lahan pertanian dan kebun dengan tidak dibakar, “Apabila ditemukan ada oknum yang dengan sengaja membakar dalam membuka atau membersihkan lahan segera laporkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Tak sekedar sosialisasi,  TNI-Polri,  pemkot dan masyarakat juga bersiaga. Hal tersebut tampak seperti langkah Babinsa Koramil 1202-08/Sedau menggelar latihan penanganan Karhutla bersama instansi terkait dan masyarakat.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1202-08/Sedau Koptu Supi’i melaksanakan latihan bersama instansi terkait dan warga dalam rangka antisipasi Karhutla khususnya di wilayah binaan teritorial jajaran Koramil 1202-08/Sedau.

Baca Juga :  Kebakaran Diduga Disengaja

Koptu Supi’i mengatakan bahwa kegiatan latihan ini di lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, karna ini sudah memasuki musim kemarau.

Artinya potensi terjadinya karhutla semakin besar diharapkan dengan latihan ini kita bisa lebih siap dan waspada, dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya diwilayah binaan Koramil 1202-08/Sedau.

Danramil 1202-08/Sedau Kapten Inf Suradi saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa Latihan yang dilakukan Babinsa Koptu Supi’i bersama instansi terkait dan masyarakat bertujuan untuk antisipasi terlebih memasuki musim kemarau sekarang.

“Selain latihan Danramil juga memerintahkan kepada seluruh Babinsa untuk juga mensosialisasikan tentang bahaya Karhutla, karna ini merupakan perintah langsung Dandim kepadanya,” kata Danramil.

Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi dan patroli, masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Karena hal itu memberikan dampak yang besar bagi kesehatan dan kemajuan perekonomian di wilayah kita, “jelasnya

Sebelumnya,  Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, berdasarkan pantauan Hotspot khusus di Kota Singkawang ada confidence mediun dan hasil ground check verifikasi hotspot yang terbakar di Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Sabtu (27/2) lalu. “Berdasarkan pengamatan sepertinya lahan tersebut sengaja dibakar,” katanya. Untuk itu dia meminta agar pihak kepolisian bisa melakukan penyelidikan terkait kebakaran lahan tersebut. “Secara pengamatan visual di lokasi HS luas areal lahan yang terbakar -+0,1 Ha,” ujarnya. Untuk saat ini, kondisi api sudah padam. Jenis tanah di lokasi HS merupakan tanah mineral dengan vegetasi Resam, ilalang dan pohon campuran.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Diduga Disengaja, Udara Pontianak Sudah Tak Sehat

 

Yuyu menambahkan, mengantisipasi terjadi Karhutla di Singkawang, pihaknya sudah melakukan upaya penguatan pencegahan Karhutla melalui patroli intensif pada daerah rawan Karhutla, memetakan desa/wilayah rawan Karhutla sebagai dasar lokasi patroli baik mandiri maupun terpadu

Kemudian, meningkatkan peran serta masyarakat melalui pendampingan/advokasi pencegahan Karhutla, pendekatan Sosiocultutal, meningkatkan upaya penyadartahuan masyarakat yang berorientasi pada upaya perubahan prilaku masyarakat.

Selain diatas, kita juga mengaktifkan Posko Siaga, monitoring data Hotspot, mendesiminasi hasil telaah Hotspot, patroli pencegahan, penyuluhan dan penyadartahuan kepada masyarakat akan dampak Karhutla, membangun jejaring kerja yang solid ditingkat tapak serta mobilisasi pemadaman dalam upaya penanggulangan Karhutla,” ungkapnya. (har)

SINGKAWANG–Guna mencegah terjadi kebakaran lahan dan hutan diwilayah, Babinsa Koramil 1202-05/Skw Koptu Dahlan Rumasukun bersama Bhabinkamtibmas Setempat dan masyarakat Sosialisaikan Karhutla di wilayah Jln. Wonosari dan Jln. Ternak RT. 036/RW 005. Kel. Roban Kec. Singkawang Tengah Kota Singkawang.

Sosialisasi Karhutla ini rutin dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1202-05/Skw guna mencegah terjadi kebakaran lahan hutan.

Dalam kesempatan tersebut Babinsa Koptu Dahlan Rumasukun menyampaikan kepada masyarakat bahwa, terjadinya kebakaran lahan atau hutan karena bukan hanya faktor alam namun juga kelalaian manusia.

“Mencegah lebih baik dari pada memadamkan dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan dan hutan tersebut sangat merugikan baik ekonomi maupun kesehatan dan lingkungan,” jelasnya.

Babinsa, juga dengan tidak bosan-bosannya menghimbau kepada masyarakat Desa binaannya, apabila membuka atau membersihkan lahan pertanian dan kebun dengan tidak dibakar, “Apabila ditemukan ada oknum yang dengan sengaja membakar dalam membuka atau membersihkan lahan segera laporkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Tak sekedar sosialisasi,  TNI-Polri,  pemkot dan masyarakat juga bersiaga. Hal tersebut tampak seperti langkah Babinsa Koramil 1202-08/Sedau menggelar latihan penanganan Karhutla bersama instansi terkait dan masyarakat.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1202-08/Sedau Koptu Supi’i melaksanakan latihan bersama instansi terkait dan warga dalam rangka antisipasi Karhutla khususnya di wilayah binaan teritorial jajaran Koramil 1202-08/Sedau.

Baca Juga :  Sepekan Tak Kunjung Padam

Koptu Supi’i mengatakan bahwa kegiatan latihan ini di lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, karna ini sudah memasuki musim kemarau.

Artinya potensi terjadinya karhutla semakin besar diharapkan dengan latihan ini kita bisa lebih siap dan waspada, dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya diwilayah binaan Koramil 1202-08/Sedau.

Danramil 1202-08/Sedau Kapten Inf Suradi saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa Latihan yang dilakukan Babinsa Koptu Supi’i bersama instansi terkait dan masyarakat bertujuan untuk antisipasi terlebih memasuki musim kemarau sekarang.

“Selain latihan Danramil juga memerintahkan kepada seluruh Babinsa untuk juga mensosialisasikan tentang bahaya Karhutla, karna ini merupakan perintah langsung Dandim kepadanya,” kata Danramil.

Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi dan patroli, masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Karena hal itu memberikan dampak yang besar bagi kesehatan dan kemajuan perekonomian di wilayah kita, “jelasnya

Sebelumnya,  Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, berdasarkan pantauan Hotspot khusus di Kota Singkawang ada confidence mediun dan hasil ground check verifikasi hotspot yang terbakar di Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Sabtu (27/2) lalu. “Berdasarkan pengamatan sepertinya lahan tersebut sengaja dibakar,” katanya. Untuk itu dia meminta agar pihak kepolisian bisa melakukan penyelidikan terkait kebakaran lahan tersebut. “Secara pengamatan visual di lokasi HS luas areal lahan yang terbakar -+0,1 Ha,” ujarnya. Untuk saat ini, kondisi api sudah padam. Jenis tanah di lokasi HS merupakan tanah mineral dengan vegetasi Resam, ilalang dan pohon campuran.

Baca Juga :  Posyandu Tanjung Brigif 19/KH

 

Yuyu menambahkan, mengantisipasi terjadi Karhutla di Singkawang, pihaknya sudah melakukan upaya penguatan pencegahan Karhutla melalui patroli intensif pada daerah rawan Karhutla, memetakan desa/wilayah rawan Karhutla sebagai dasar lokasi patroli baik mandiri maupun terpadu

Kemudian, meningkatkan peran serta masyarakat melalui pendampingan/advokasi pencegahan Karhutla, pendekatan Sosiocultutal, meningkatkan upaya penyadartahuan masyarakat yang berorientasi pada upaya perubahan prilaku masyarakat.

Selain diatas, kita juga mengaktifkan Posko Siaga, monitoring data Hotspot, mendesiminasi hasil telaah Hotspot, patroli pencegahan, penyuluhan dan penyadartahuan kepada masyarakat akan dampak Karhutla, membangun jejaring kerja yang solid ditingkat tapak serta mobilisasi pemadaman dalam upaya penanggulangan Karhutla,” ungkapnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/