alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Bangkit Berdaya Melawan Stigma Melalui Produk Ecoprint

WALAUPUN dengan keterbatasan dan ketidaksempurnaan, warga Panti Lepra Alverno, Desa Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Pakunam di Kelurahan Sijangkung, Kota Singkawang terus berusaha menghasilkan karya terbaik mereka.

Menurut Agustina, Koordinator Komunitas Liposos Pakunam, Kota Singkawang, Desa Liposos ini berdiri pada tahun 1992 dan dibina oleh Dinas Sosial.  Namun demikian, masalah utama para penyintas kusta adalah stigma negatif yang terus disandang walaupun mereka telah sembuh 100 persen dari penyakit kusta.

Untuk memberdayakan para penyintas kusta, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang terus mendampingi para penyintas kusta agar dapat terus berkarya.  Para penyintas kusta makin berdaya setelah Kampung Berseri Astra melalui Sepatokimin Initiative, sebuah wadah inisiatif pemberdayaan komunitas marginal di Indonesia, mendampingi mereka melalui kerajinan kain ecoprint.

PRODUK ECOPRINT: Produk kerajinan ecoprint karya warga penyintas kusta Panti Alverno Singkawang. IST

Kerajinan ecoprint ini merupakan salah satu produk ekonomi kreatif yang mengambil bahan dari material alam di lingkungan Desa Liposos Pakunam.  Proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, sehingga ramah lingkungan dan tidak berdampak bagi kesehatan para pekerjanya.  Kain ecoprint hasil proses kreatif tersebut kemudian dijadikan produk seperti taplak meja atau table runner, baju, tas, masker, dan juga sepatu.

Baca Juga :  Berwisata Berkeling Batu dari Antariksa

Produk sepatu hasil produksi mereka bahkan sudah dipasarkan juga melalui salah satu merk atau brand sepatu asli Indonesia yang stylish, berkualitas tinggi, namun terjangkau harganya.

Selain menghasilkan manfaat ekonomi, kerajinan ecoprint hasil karya para penyintas kusta ini ternyata berdampak positif juga dari segi sosial dan psikologis.  Sebelumnya, para penyintas kusta sangat jarang bertemu dan bersosialisasi dengan orang luar, namun setelah berkarya, mereka menjadi sering bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memasarkan produknya.  Demikian pungkas Agustina, yang juga diamini oleh Chantal Novyanti, Kabid Ekraf, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang.

Potensi UMKM dari para penyintas kusta tersebut turut diangkat oleh KPKNL Singkawang melalui Kedai Lelang UMKM dalam rangka turut berpartisipasi menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga :  Promosikan Singkawang dengan Lagu

Lelang produk ecoprint para penyintas kusta Desa Liposos Pakunam akan dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Agustus 2021, pukul 09.00-10.00 WIB melalui https://lelang.go.id/kantor/71/KPKNL-Singkawang.html atau aplikasi lelang.go.id yang dapat diunduh melalui playstore.

Dengan membeli produk UMKM dari para penyintas kusta Desa Liposos Pakunam, berarti Anda turut serta dalam pemberdayaan para penyintas kusta sekaligus menggerakan roda perekonomian UMKM. (*)

WALAUPUN dengan keterbatasan dan ketidaksempurnaan, warga Panti Lepra Alverno, Desa Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Pakunam di Kelurahan Sijangkung, Kota Singkawang terus berusaha menghasilkan karya terbaik mereka.

Menurut Agustina, Koordinator Komunitas Liposos Pakunam, Kota Singkawang, Desa Liposos ini berdiri pada tahun 1992 dan dibina oleh Dinas Sosial.  Namun demikian, masalah utama para penyintas kusta adalah stigma negatif yang terus disandang walaupun mereka telah sembuh 100 persen dari penyakit kusta.

Untuk memberdayakan para penyintas kusta, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang terus mendampingi para penyintas kusta agar dapat terus berkarya.  Para penyintas kusta makin berdaya setelah Kampung Berseri Astra melalui Sepatokimin Initiative, sebuah wadah inisiatif pemberdayaan komunitas marginal di Indonesia, mendampingi mereka melalui kerajinan kain ecoprint.

PRODUK ECOPRINT: Produk kerajinan ecoprint karya warga penyintas kusta Panti Alverno Singkawang. IST

Kerajinan ecoprint ini merupakan salah satu produk ekonomi kreatif yang mengambil bahan dari material alam di lingkungan Desa Liposos Pakunam.  Proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, sehingga ramah lingkungan dan tidak berdampak bagi kesehatan para pekerjanya.  Kain ecoprint hasil proses kreatif tersebut kemudian dijadikan produk seperti taplak meja atau table runner, baju, tas, masker, dan juga sepatu.

Baca Juga :  Karnaval Ketupat Art Meriah

Produk sepatu hasil produksi mereka bahkan sudah dipasarkan juga melalui salah satu merk atau brand sepatu asli Indonesia yang stylish, berkualitas tinggi, namun terjangkau harganya.

Selain menghasilkan manfaat ekonomi, kerajinan ecoprint hasil karya para penyintas kusta ini ternyata berdampak positif juga dari segi sosial dan psikologis.  Sebelumnya, para penyintas kusta sangat jarang bertemu dan bersosialisasi dengan orang luar, namun setelah berkarya, mereka menjadi sering bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memasarkan produknya.  Demikian pungkas Agustina, yang juga diamini oleh Chantal Novyanti, Kabid Ekraf, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang.

Potensi UMKM dari para penyintas kusta tersebut turut diangkat oleh KPKNL Singkawang melalui Kedai Lelang UMKM dalam rangka turut berpartisipasi menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga :  2.316 Peserta Ikut Test SKD

Lelang produk ecoprint para penyintas kusta Desa Liposos Pakunam akan dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Agustus 2021, pukul 09.00-10.00 WIB melalui https://lelang.go.id/kantor/71/KPKNL-Singkawang.html atau aplikasi lelang.go.id yang dapat diunduh melalui playstore.

Dengan membeli produk UMKM dari para penyintas kusta Desa Liposos Pakunam, berarti Anda turut serta dalam pemberdayaan para penyintas kusta sekaligus menggerakan roda perekonomian UMKM. (*)

Most Read

Dandim: Pandemi Belum Berakhir

PLN Beri Bantuan Rp253 Juta

23.129 Warga Telah Divaksin

Gelar Posyandu di Perbatasan

Aktivitas di Pasar Anjongan Masih Normal

Artikel Terbaru

/