alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Tracking Mangrove Tambah Primadona Wisata

SINGKAWANG—Dengan adanya tracking Mangrove maka menambah sarana prasarana wisata alam di Kota Singkawang.

Sebelumnya Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya dan Laut (BPSPL) Pontianak, Getreda Melsina meresmikan tracking mangrove di Kelurahan Setapuk, Kecamatan Singkawang Utara, belum lama ini.

Tjhai Chui Mie mengatakan Pemkot Singkawang akan membantu infrastruktur pendukung dari kawasan mangrove yang dikelola oleh kelompok nelayan ini.

Selain itu, Wali Kota Singkawang juga menyampaikan jika tracking mangrove dapat menjadi primadona wisata baru di Kota Singkawang, sekaligus mendorong pertumbuhan disektor ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir.

“Tapi tidak lupa kita sampaikan, masyarakat atau pengunjung yang datang kesini untuk juga mengedepankan protokol kesehatan, karena kita juga sedang dalam masa prihatin pandemi, sehingga langkah pencegahan merupakan hal yang utama,” katanya.

Baca Juga :  Layanan Medis Penyakit Jantung Sudah Ada di RSUD Abdul Aziz

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang telah menjadikan Kota Singkawang sebagai salah satu lokasi pengembangan masyarakat pesisir.

Sebelumya, Kepala BPSPL Pontianak, Getreda Melsina Hehanussa mengatakan program di mangrove setapuk ini kegiatan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang direhabilitasi serta dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui program padat karya.

Berkenaan hal tersebut, BPSPL Pontianak akan melaksanakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil di Kota Singkawang.

“Terkait dengan pemulihan ekonomi nasional (PEN) ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang untuk penanaman mangrove dan pembangunan Tracking Mangrove,” ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Pagoda 20 Meter Digenjot

Menurutnya, dengan adanya mangrove merupakan salah satu penangkal abrasi pantai. Sehingga angin kencang yang berasal dari laut bisa terbendung dengan adanya mangrove.

“Saya berharap kepada kelompok-kelompok peduli mangrove bisa memelihara dan menjaganya dengan baik sehingga bisa berkembang seperti di Setapuk Besar,” ujarnya.

Karena, apabila sudah berkembang tentunya Pemkot Singkawang siap membantu apa-apa saja yang masih menjadi kebutuhan kelompok peduli mangrove. (har) 

SINGKAWANG—Dengan adanya tracking Mangrove maka menambah sarana prasarana wisata alam di Kota Singkawang.

Sebelumnya Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya dan Laut (BPSPL) Pontianak, Getreda Melsina meresmikan tracking mangrove di Kelurahan Setapuk, Kecamatan Singkawang Utara, belum lama ini.

Tjhai Chui Mie mengatakan Pemkot Singkawang akan membantu infrastruktur pendukung dari kawasan mangrove yang dikelola oleh kelompok nelayan ini.

Selain itu, Wali Kota Singkawang juga menyampaikan jika tracking mangrove dapat menjadi primadona wisata baru di Kota Singkawang, sekaligus mendorong pertumbuhan disektor ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir.

“Tapi tidak lupa kita sampaikan, masyarakat atau pengunjung yang datang kesini untuk juga mengedepankan protokol kesehatan, karena kita juga sedang dalam masa prihatin pandemi, sehingga langkah pencegahan merupakan hal yang utama,” katanya.

Baca Juga :  Jambret Didor

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang telah menjadikan Kota Singkawang sebagai salah satu lokasi pengembangan masyarakat pesisir.

Sebelumya, Kepala BPSPL Pontianak, Getreda Melsina Hehanussa mengatakan program di mangrove setapuk ini kegiatan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang direhabilitasi serta dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui program padat karya.

Berkenaan hal tersebut, BPSPL Pontianak akan melaksanakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil di Kota Singkawang.

“Terkait dengan pemulihan ekonomi nasional (PEN) ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang untuk penanaman mangrove dan pembangunan Tracking Mangrove,” ujarnya.

Baca Juga :  Diharapkan Mampu Tingkatkan Olahraga Rekreasi

Menurutnya, dengan adanya mangrove merupakan salah satu penangkal abrasi pantai. Sehingga angin kencang yang berasal dari laut bisa terbendung dengan adanya mangrove.

“Saya berharap kepada kelompok-kelompok peduli mangrove bisa memelihara dan menjaganya dengan baik sehingga bisa berkembang seperti di Setapuk Besar,” ujarnya.

Karena, apabila sudah berkembang tentunya Pemkot Singkawang siap membantu apa-apa saja yang masih menjadi kebutuhan kelompok peduli mangrove. (har) 

Most Read

Artikel Terbaru

/