alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Empat Aspirasi Suara Anak Singkawang

SINGKAWANG—Forum Anak Kota Singkawang (Fantasi) juga ikut berpartipasi dalam pembangunan di kota Singkawang. Melalui forum ini, mereka menyuarakan aspirasi anak anak kota Singkawang melalui Suara Anak kota Singkawang.

Pada Musrenbang RKPD tahun 2022, Fantasi kembali bersuara. Mereka secara resmi menyerahkan secara tertulis suara anak Singkawang ke Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie pada Musrenbang RKPD tahun 2022, Rabu (3/3).

“Kami sudah menyampaikan secara tertulis aspirasi anak kota Singkawang. Semoga aspirasi anak ini menjadi program kerja Pemkot Singkawang,” ungkap Ketua Fantasi Rama Diniyanti didampingi ketua Fantasi tahun sebelumnya bersama rekan-rekannya kepada media ini, Rabu (3/3).

Forum Anak Kota Singkawang menyuarakan empat hal penting kepada Pemkot Singkawang pada Musrenbang RKPD tahun 2020.

Poin pertama adalah terkait pembelajaran selama pandemik Covid-19. Fantasi menilai anak anak mengalami kesulitan memahami materi selama pembelajaran Daring. Metode pembelajaran secara Daring membuat anak sulit untuk memahami materi yang diberikan oleh guru karena guru menyampaikan materi dalam bentuk tulisan serta tidak memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya dan menjawab. “Diharapkan pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan ataupun pembelajaran secara Daring dengan cara guru menjelaskan materi dalam bentuk video lalu dikirim melalui grup pembelajaran dan meberikan waktu kepada siswa untuk bertanya jawab,” kata Rama Diniyanti.

Baca Juga :  Terima Aspirasi Perbaikan Jalan

Fantasi berharap agar kedepan jika masih dilakukan pembelajaran Daring, maka pihak sekolah atau guru diharapkan lebih inovatif sehingga materi pembelajaran bisa diserap maksimal oleh para siswa terutama mereka yang dijenjang PAUD, sekolah dasar.

Poin kedua, terkait kawasan bebas rokok. Fantasi berharap pemerintah memberikan sanksi terhadap pelanggaran di kawasan bebas rokok seperti di taman anak, sekolah, serta lingkungan anak lainya agar kawasan tersebut lebih layak anak. Poin ketiga, penyedian bahan baca yang variatif untuk menunjang literasi. Iknal selaku pendamping Fantasi, juga menjelaskan literasi merupakan program dari pemerintah untuk menumbuhkan minat baca seseorang. Dengan program ini, kata Iknal, pemerintah bekerjasama dengan sekolah sekolah untuk membina anak murid membaca selama 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Namun disayangkan, kata Iknal, fasilitas berupa buka baca yang menarik tidak tersedia dengan maksimal dan murid dituntut untuk memiliki buku sendiri. “Sementara itu kebanyakan harga buku relatif mahal. Fantasi berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah tentang buku ini dengan bekerjasama dengan pihak sekolah agar dapat menyediakan buku yang variatif seperti buku cerita, komik, maupun novel yang mengedukasi anak,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot dan Calon Investor Bertemu, Bahas Pembangunan Bandara Singkawang

Point keempat, Fantasi juga menyampainkan terkait fasilitas lampu jalan di daerah sekolah dan perkantoran. Fantasi berharap menyampaikan bahwa penerangan lampu jalan masih dianggap kurang, seperti tempat vital taman, sekolah, kantor pemerintah dan jalan raya. Usulan ini Fantasi sampaikan agar daerah tanpa lampu penerangan tentu sangat rawak disalahgunakan oleh remaja. “Kami mengharapkan pemerintah dapat memberikan penerangan agar meminimalisir timbulnya tindak kejahatan dan tindak asusila akibat pergaulan yang salah dibawah atau di wilayah minim penerangan,” katanya.

Fantasi juga mengapresiasi telah dibenahinya mulai taman cahaya madani di depan kantor Wali Kota Singkawang yang awalnya menjadi sorotan Fantasi karena kerawanan pergaulan buruk. Termasuk pembenahan taman burung kota Singkawang yang kini sudah begitu banyak penerangan dan hiasan. “Kami berterima kasih atas usaha Pemkot Singkawang menjadikan kedua taman ini berubah sehingga apa yang kami khawatirkan dapat diminimalisir bahkan tidak pernah terjadi hal hal negatif baik yang dilakukan anak anak atau anak anak sebagai korban,” katanya. (har)

SINGKAWANG—Forum Anak Kota Singkawang (Fantasi) juga ikut berpartipasi dalam pembangunan di kota Singkawang. Melalui forum ini, mereka menyuarakan aspirasi anak anak kota Singkawang melalui Suara Anak kota Singkawang.

Pada Musrenbang RKPD tahun 2022, Fantasi kembali bersuara. Mereka secara resmi menyerahkan secara tertulis suara anak Singkawang ke Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie pada Musrenbang RKPD tahun 2022, Rabu (3/3).

“Kami sudah menyampaikan secara tertulis aspirasi anak kota Singkawang. Semoga aspirasi anak ini menjadi program kerja Pemkot Singkawang,” ungkap Ketua Fantasi Rama Diniyanti didampingi ketua Fantasi tahun sebelumnya bersama rekan-rekannya kepada media ini, Rabu (3/3).

Forum Anak Kota Singkawang menyuarakan empat hal penting kepada Pemkot Singkawang pada Musrenbang RKPD tahun 2020.

Poin pertama adalah terkait pembelajaran selama pandemik Covid-19. Fantasi menilai anak anak mengalami kesulitan memahami materi selama pembelajaran Daring. Metode pembelajaran secara Daring membuat anak sulit untuk memahami materi yang diberikan oleh guru karena guru menyampaikan materi dalam bentuk tulisan serta tidak memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya dan menjawab. “Diharapkan pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan ataupun pembelajaran secara Daring dengan cara guru menjelaskan materi dalam bentuk video lalu dikirim melalui grup pembelajaran dan meberikan waktu kepada siswa untuk bertanya jawab,” kata Rama Diniyanti.

Baca Juga :  Bantuan Tegel untuk Rumah Ibadah

Fantasi berharap agar kedepan jika masih dilakukan pembelajaran Daring, maka pihak sekolah atau guru diharapkan lebih inovatif sehingga materi pembelajaran bisa diserap maksimal oleh para siswa terutama mereka yang dijenjang PAUD, sekolah dasar.

Poin kedua, terkait kawasan bebas rokok. Fantasi berharap pemerintah memberikan sanksi terhadap pelanggaran di kawasan bebas rokok seperti di taman anak, sekolah, serta lingkungan anak lainya agar kawasan tersebut lebih layak anak. Poin ketiga, penyedian bahan baca yang variatif untuk menunjang literasi. Iknal selaku pendamping Fantasi, juga menjelaskan literasi merupakan program dari pemerintah untuk menumbuhkan minat baca seseorang. Dengan program ini, kata Iknal, pemerintah bekerjasama dengan sekolah sekolah untuk membina anak murid membaca selama 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Namun disayangkan, kata Iknal, fasilitas berupa buka baca yang menarik tidak tersedia dengan maksimal dan murid dituntut untuk memiliki buku sendiri. “Sementara itu kebanyakan harga buku relatif mahal. Fantasi berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah tentang buku ini dengan bekerjasama dengan pihak sekolah agar dapat menyediakan buku yang variatif seperti buku cerita, komik, maupun novel yang mengedukasi anak,” katanya.

Baca Juga :  Koramil Siaga Antisipasi Kebakaran Lahan

Point keempat, Fantasi juga menyampainkan terkait fasilitas lampu jalan di daerah sekolah dan perkantoran. Fantasi berharap menyampaikan bahwa penerangan lampu jalan masih dianggap kurang, seperti tempat vital taman, sekolah, kantor pemerintah dan jalan raya. Usulan ini Fantasi sampaikan agar daerah tanpa lampu penerangan tentu sangat rawak disalahgunakan oleh remaja. “Kami mengharapkan pemerintah dapat memberikan penerangan agar meminimalisir timbulnya tindak kejahatan dan tindak asusila akibat pergaulan yang salah dibawah atau di wilayah minim penerangan,” katanya.

Fantasi juga mengapresiasi telah dibenahinya mulai taman cahaya madani di depan kantor Wali Kota Singkawang yang awalnya menjadi sorotan Fantasi karena kerawanan pergaulan buruk. Termasuk pembenahan taman burung kota Singkawang yang kini sudah begitu banyak penerangan dan hiasan. “Kami berterima kasih atas usaha Pemkot Singkawang menjadikan kedua taman ini berubah sehingga apa yang kami khawatirkan dapat diminimalisir bahkan tidak pernah terjadi hal hal negatif baik yang dilakukan anak anak atau anak anak sebagai korban,” katanya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/