alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

KPN Sinka Jual Aset, Anggota Protes Baru Bisa Tarik Simpanan 6 Tahun Lagi

SINGKAWANG – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Sinka Singkawang akan menjual sejumlah asetnya. Uang penjualan ini untuk membayar pengembalian simpanan pokok anggota yang selama ini tertangguhkan. Keputusan penjualan aset ini menjadi salah satu poin Rapat Anggota Tahunan atau RAT untuk tahun buku 2021 di Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (4/8).

Rapat yang dihadiri puluhan anggota KPN Sinka ini membahas pula persoalan pengembalian uang simpanan anggota yang hingga kini masih belum terselesaikan. Menurut anggota KPN Sinka, Dedi Afandi sedikitnya ada empat poin penting hasil RAT tersebut. Pertama, Koperasi akan mengefisienkan operasional dari rencana anggaran biaya Rp1,5 miliar tahun 2022.

Kedua, strategi pengembalian simpanan pokok anggota yang sudah keluar dilakukan dengan penjualan aset tanah atau bangunan senilai Rp11 miliar. Pihak pengurus nantinya akan membuat brosur tanah atau bangunan yang akan dijual, dan anggota memiliki hak untuk melakukan penjualan tersebut.

Baca Juga :  Tim Lapan Survei Lokasi Pengamatan Gerhana Matahari Cincin di Singkawang

Ketiga, KPN Sinka Singkawang akan membuka unit usaha baru. Keempat tidak ada pergantian pengurus pada hasil RAT KPN Sinka tahun buku 2021 tersebut. Menurut penuturan Dedi, poin yang harus menjadi atensi oleh pengurus adalah poin kedua, yakni soal penjualan aset untuk mengembalikan uang simpanan milik anggota yang keluar.

“Yang perlu difokuskan di poin dua harus segera dilakukan oleh pengurus, kita minta pengurus untuk segera membuat brosur penjualan, jadi semua anggota bisa bantu pemasarannya,” tegas Dedi.

Dari keterangan Dedi, berdasarkan RAT tersebut, anggota yang berhasil menjual aset KPN Sinka tersebut akan mendapat fee 2,5 persen dari harga aset yang dijual. Sementara uang hasil penjualan akan masuk dalam kas KPN Sinka dan diprioritaskan untuk pengembalian simpanan anggota.

Baca Juga :  Nonton Cap Go Meh Didenda Rp30 Ribu

Sementara itu, mantan anggota KPN Sinka lainnya, Sari Tangkau mendesak pengurus koperasi segera membayar hak miliknya dan mantan anggota lainnya. Bukan tanpa alasan, berdasarkan urutan antrean yang ia dapat dari pengurus, uang simpanannya di koperasi baru dapat dibayarkan pada tahun 2028 mendatang atau enam tahun dari sekarang. “Segera bayarkan hak kami, antrean yang dibuat terlalu lama, saya dibayarkan tahun 2028,” terang Sari.

Kekecewaannya terhadap pengurus KPN Sinka pun semangkin menjadi-jadi. Pasalnya, saat dirinya sakit hingga harus dirawat inap di rumah sakit, dirinya sudah mengajukan permohonan pengembalian untuk biaya berobat, namun yang dibayarkan pengurus kepadanya tidak sampai 50 persen dari uang simpanannya di koperasi. “Itupun saya harus melalui dewan pengawas, baru dapat respon dari pengurus,” tegasnya. (har)

SINGKAWANG – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Sinka Singkawang akan menjual sejumlah asetnya. Uang penjualan ini untuk membayar pengembalian simpanan pokok anggota yang selama ini tertangguhkan. Keputusan penjualan aset ini menjadi salah satu poin Rapat Anggota Tahunan atau RAT untuk tahun buku 2021 di Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (4/8).

Rapat yang dihadiri puluhan anggota KPN Sinka ini membahas pula persoalan pengembalian uang simpanan anggota yang hingga kini masih belum terselesaikan. Menurut anggota KPN Sinka, Dedi Afandi sedikitnya ada empat poin penting hasil RAT tersebut. Pertama, Koperasi akan mengefisienkan operasional dari rencana anggaran biaya Rp1,5 miliar tahun 2022.

Kedua, strategi pengembalian simpanan pokok anggota yang sudah keluar dilakukan dengan penjualan aset tanah atau bangunan senilai Rp11 miliar. Pihak pengurus nantinya akan membuat brosur tanah atau bangunan yang akan dijual, dan anggota memiliki hak untuk melakukan penjualan tersebut.

Baca Juga :  Siap Promosikan Singkawang ke Dunia

Ketiga, KPN Sinka Singkawang akan membuka unit usaha baru. Keempat tidak ada pergantian pengurus pada hasil RAT KPN Sinka tahun buku 2021 tersebut. Menurut penuturan Dedi, poin yang harus menjadi atensi oleh pengurus adalah poin kedua, yakni soal penjualan aset untuk mengembalikan uang simpanan milik anggota yang keluar.

“Yang perlu difokuskan di poin dua harus segera dilakukan oleh pengurus, kita minta pengurus untuk segera membuat brosur penjualan, jadi semua anggota bisa bantu pemasarannya,” tegas Dedi.

Dari keterangan Dedi, berdasarkan RAT tersebut, anggota yang berhasil menjual aset KPN Sinka tersebut akan mendapat fee 2,5 persen dari harga aset yang dijual. Sementara uang hasil penjualan akan masuk dalam kas KPN Sinka dan diprioritaskan untuk pengembalian simpanan anggota.

Baca Juga :  Berkenalan dengan Reni dan Yuniarsih; Dua Kader TBC

Sementara itu, mantan anggota KPN Sinka lainnya, Sari Tangkau mendesak pengurus koperasi segera membayar hak miliknya dan mantan anggota lainnya. Bukan tanpa alasan, berdasarkan urutan antrean yang ia dapat dari pengurus, uang simpanannya di koperasi baru dapat dibayarkan pada tahun 2028 mendatang atau enam tahun dari sekarang. “Segera bayarkan hak kami, antrean yang dibuat terlalu lama, saya dibayarkan tahun 2028,” terang Sari.

Kekecewaannya terhadap pengurus KPN Sinka pun semangkin menjadi-jadi. Pasalnya, saat dirinya sakit hingga harus dirawat inap di rumah sakit, dirinya sudah mengajukan permohonan pengembalian untuk biaya berobat, namun yang dibayarkan pengurus kepadanya tidak sampai 50 persen dari uang simpanannya di koperasi. “Itupun saya harus melalui dewan pengawas, baru dapat respon dari pengurus,” tegasnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/