alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Tak Sesuai RTK dan Tak Ada Izin, Proyek 1.000 Unit Perumnas Dihentikan

SINGKAWANG-Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie minta pembangunan 1.000 unit rumah dengan berbasis Sentra Ekonomi Baru (SEB) untuk Singkawang yang direncanakan di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan dihentikan, karena pembangun tersebut tak sesuai dengan rencana tata ruang dan belum ada perizinan.

“Saya minta hentikan. Pertama tidak sesuai rencana tata ruang. Kedua tidak ada perizinan, dan jelas tidak ada koordinasi dengan kita (Pemkot Singkawang,red),” ungkapnya kepada koran ini, Minggu (5/1) kemarin.

Hal ini menunjukkan, tambah dia, program ini terkesan terburu buru atau tergesa gesa ingin dilaksanakan. Padahal, kata Tjhai Chui Mie, pihaknya sangat menyambut baik program ini. Bahkan jauh sebelum-sebelumnya pimpinan Perumnas sempat menyambangi dirinya. Perumnas menyampaikan bahwa Singkawang masuk salah satu kota yang bakal menerima program pembangunan Sejuta rumah, dimana 1000 unit rumah akan dibangun di Kota Singkawang.

Setelah Perumnas menyampaikan hal tersebut ke Wali Kota Singkawang, Perumnas juga akan kembali menemui wali kota jika perencanan dan segala sesuatunya matang.

“Namun sampai saat ini tidak ada lagi koordinasi, entah misalkan mengirim perwakilan atau staf ke saya juga tidak ada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua PDP Terkonformasi Positif Covid-19

Minimal, kata wali kota, ada pemberitahuan resmi melalui instansi teknis seperti Dinas Perkimta, namun hal tersebut tak dilakukan pihak Perumnas.

Tibalah, ekspose Perumnas berbasis SEB pada Jumat (3/1) lalu di ruang Wali Kota Singkawang. Disini, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie angkat bicara tentang program tersebut. Apalagi, kata Tjhai Chui Mie, pertemuan itu pun tidak ada surat resmi yang masuk ke Pemkot hanya via lisan saja.

“Yang datang pun bukan Perumnasnya langsung, apalagi dalam pertemuan itu sudah disampaikan akan dibangun 1000 unit rumah, lalu tempatnya. Apalagi profil perusahaan maupun mitra, pelaksananya tidak ada diberitahukan ke kita. Jadi tidak bisa begitulah,” ujarnya.

Sehingga Tjhai Chui Mie mengatakan apa yang dilakukan Perumnas tanpa sepengetahuan Pemkot Singkawang. Tak pelak, hal ini membuat Wali Kota perempuan pertama di Kalbar ini agak kesal.

“Setiap pembangunan itu ada perencanan. Tidak sembarangan. Harus ada perencanan dulu seperti maketnya, designnya, marketnya yang harus menyesuaikan dengan kondisi Singkawang seperti apa,” katanya.

Sehingga tidak bisa sebuah investasi dilakukan inisiatif investor sendiri, haruslah bertanya ke Pemkot minimal meminta pertimbangan bagaimana sebaiknya, karena secara umum Pemkot memiliki perencanaan dan tata kelola wilayah dan ruang. “Jika tidak sesuai tata ruang dan kelola wilayah dari Pemkot maka tujuan kita membangun, memperindah kita bisa saja berantakan gara gara pembangunan yang tak singkron dengan tata ruang kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Kepala Daerah Teken Kerjasama

Dan apa yang Pemkot lakukan ini, kata Tjhai Chui Mie, bukan ingin menghambat investasi tapi lebih kepada mencari manfaat bersama atau win win solutions, sehingga para investor, warga, pemerintah sama sama mendapat manfaat bukan sebaliknya.

Yang jelas, Wali Kota menegaskan pembangunan Perumnas tidak bisa dilanjutkan karena tidak sesuai perencanan tata kota dan rencana pembangunan kota Singkawang. “Apalagi kawasan yang dimaksud itu merupakan nantinya wilayah lintasan Bandara, exit tollnya jalan tol hingga disitukan merupakan lokasi pariwisata,” jelasnya lagi.

Tentu apa yang terjadi, kata Tjhai Chui Mie, harus menjadi pengalaman jika investor mau menanamkan uang atau investasi jangan semena mena harus koordinasi, konsultasi dan menyamakan konsep rencana pembangunan itu sendiri bersama pemerintah daerah. (har)

SINGKAWANG-Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie minta pembangunan 1.000 unit rumah dengan berbasis Sentra Ekonomi Baru (SEB) untuk Singkawang yang direncanakan di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan dihentikan, karena pembangun tersebut tak sesuai dengan rencana tata ruang dan belum ada perizinan.

“Saya minta hentikan. Pertama tidak sesuai rencana tata ruang. Kedua tidak ada perizinan, dan jelas tidak ada koordinasi dengan kita (Pemkot Singkawang,red),” ungkapnya kepada koran ini, Minggu (5/1) kemarin.

Hal ini menunjukkan, tambah dia, program ini terkesan terburu buru atau tergesa gesa ingin dilaksanakan. Padahal, kata Tjhai Chui Mie, pihaknya sangat menyambut baik program ini. Bahkan jauh sebelum-sebelumnya pimpinan Perumnas sempat menyambangi dirinya. Perumnas menyampaikan bahwa Singkawang masuk salah satu kota yang bakal menerima program pembangunan Sejuta rumah, dimana 1000 unit rumah akan dibangun di Kota Singkawang.

Setelah Perumnas menyampaikan hal tersebut ke Wali Kota Singkawang, Perumnas juga akan kembali menemui wali kota jika perencanan dan segala sesuatunya matang.

“Namun sampai saat ini tidak ada lagi koordinasi, entah misalkan mengirim perwakilan atau staf ke saya juga tidak ada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mal Pelayanan Publik Siap Dibangun

Minimal, kata wali kota, ada pemberitahuan resmi melalui instansi teknis seperti Dinas Perkimta, namun hal tersebut tak dilakukan pihak Perumnas.

Tibalah, ekspose Perumnas berbasis SEB pada Jumat (3/1) lalu di ruang Wali Kota Singkawang. Disini, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie angkat bicara tentang program tersebut. Apalagi, kata Tjhai Chui Mie, pertemuan itu pun tidak ada surat resmi yang masuk ke Pemkot hanya via lisan saja.

“Yang datang pun bukan Perumnasnya langsung, apalagi dalam pertemuan itu sudah disampaikan akan dibangun 1000 unit rumah, lalu tempatnya. Apalagi profil perusahaan maupun mitra, pelaksananya tidak ada diberitahukan ke kita. Jadi tidak bisa begitulah,” ujarnya.

Sehingga Tjhai Chui Mie mengatakan apa yang dilakukan Perumnas tanpa sepengetahuan Pemkot Singkawang. Tak pelak, hal ini membuat Wali Kota perempuan pertama di Kalbar ini agak kesal.

“Setiap pembangunan itu ada perencanan. Tidak sembarangan. Harus ada perencanan dulu seperti maketnya, designnya, marketnya yang harus menyesuaikan dengan kondisi Singkawang seperti apa,” katanya.

Sehingga tidak bisa sebuah investasi dilakukan inisiatif investor sendiri, haruslah bertanya ke Pemkot minimal meminta pertimbangan bagaimana sebaiknya, karena secara umum Pemkot memiliki perencanaan dan tata kelola wilayah dan ruang. “Jika tidak sesuai tata ruang dan kelola wilayah dari Pemkot maka tujuan kita membangun, memperindah kita bisa saja berantakan gara gara pembangunan yang tak singkron dengan tata ruang kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Tjhai Chui Mie Minta Berdayakan Pekerja Lokal

Dan apa yang Pemkot lakukan ini, kata Tjhai Chui Mie, bukan ingin menghambat investasi tapi lebih kepada mencari manfaat bersama atau win win solutions, sehingga para investor, warga, pemerintah sama sama mendapat manfaat bukan sebaliknya.

Yang jelas, Wali Kota menegaskan pembangunan Perumnas tidak bisa dilanjutkan karena tidak sesuai perencanan tata kota dan rencana pembangunan kota Singkawang. “Apalagi kawasan yang dimaksud itu merupakan nantinya wilayah lintasan Bandara, exit tollnya jalan tol hingga disitukan merupakan lokasi pariwisata,” jelasnya lagi.

Tentu apa yang terjadi, kata Tjhai Chui Mie, harus menjadi pengalaman jika investor mau menanamkan uang atau investasi jangan semena mena harus koordinasi, konsultasi dan menyamakan konsep rencana pembangunan itu sendiri bersama pemerintah daerah. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/