alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Jarang Hujan Pasokan Air PDAM Berkurang

SINGKAWANG – Akibat curah hujan rendah berdampak terhadap pasokan air baku milik Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) Singkawang.

Direktur Perumda AMGP Singkawang, Suriandi melalui Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Logistik Perumda AMGP Singkawang, Waspin Sijabat menerangkan, pasokan air baku mengalami pengurangan akibat cuaca panas.

Akibatnya, lanjut Waspin, berpengaruh tehadap pelayanan Perumda AMGP Singkawang untuk mengalirkan air ke pelanggan.

“Kondisi air baku mulai mengering akibat cuaca panas berberapa hari ini, mengakibatkan pasokan air menjadi berkurang,” kata Waspin, baru baru ini.

Dengan kondisi tersebut, Waspin berharap kepada pelanggan Perumda AMGP Kota Singkawang agar dapat melakukan antisipasi dengan memperbanyak cadangan air, ketika pendistribusian air stabil atau berjalan normal.

“Jadi saat kami bisa menyalurkan air secara normal, pelanggan bisa menampung sebanyak-banyaknya air, sebagai antisipasi kekurangan air,” katanya.

Menurut penuturan Waspin, kondisi cuaca panas hingga menyebabkan kekurangan pasokan air baku tersebut sudah terjadi sejak satu bulan lalu.

Sumber-sumber air baku yang dikelola oleh Perumda AMGP Singkawang, lanjutnya, tidak mampu memenuhi target air baku yang diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

Baca Juga :  Polres Disiplinkan Masyarakat selama PPKM

“Perlu kami sampaikan kapastias terpasang kami 330 liter per detik, sekarang sumber air baku yang bisa kita olah tinggal 200 liter per detik, jadi ada kekurangan sekitar 100 liter per detik,” ujar Waspin.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, Waspin menerangkan, pihaknya mungkin akan menerapkan over block atau pembagian pengaliran air kepada pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik dan Operasi Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang, Sutedi menerangkan, masih ada upaya lain yang akan dilakukan Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang dalam mengantisipasi kekeringan dimusim kemarau, yaitu memfungsikan Embung Pajintan yang berada di Singkawang Timur.

Ia mengatakan, Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang telah melakukan komunikasi dengan Kepala Balai Sungai Kalimantan 1 untuk memfungsikan Embung Pajintan tersebut.

“Penampungan airnya ada sekitar 120.000 kubik, kita akan coba usulkan pompa untuk menyedot air yang ada di embung pajintan untuk dibawa ke pengolahan Roban,” jelasnya.

Sumber air baku ini adalah sebagai antisipasi kemarau pengganti sementara Intake Hangmoy dan Eria yang mengalami kekeringan di musim panas hingga menyebabkan debit airnya sangat kecil.

Baca Juga :  Akhirnya Pengungsi Banjir Pulang

“Sementara kapasitas kelajuannya hanya 40 liter per detik, apabila musim kemarau selama 3 bulan akan kita offkan, karena tidak ada airnya, bersamaan dengan Intake Tirtayasa,” tuturnya.

Menurutnya, asumsi pemakaian air yang ada di embung pajintan bisa digunakan selama 2-3 bulan kedepan apabila musim kemarau.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kota Singkawang, Sumarno meminta Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) Singkawang mengambil langkah antisipasi untuk menjaga aliran leding pelanggan tetap berjalan lancar, terutama di saat Ramadan.

“Kami berharap kepada Perumda untuk mengantisipasi pasokan air bersih menjelang musim kemarau dalam dua hingga tiga bulan kedepan,” ujar Sumarno.

Sumarno menilai, pelayanan distribusi air yang dilakukan Perumda AMGP Kota Singkawang sudah sangat baik.

“Pelayanan terhadap distribusi air bersih sudah semakin baik lantaran jarang terlihat lagi kendaraan tangki yang membawa air bersih,” katanya.

“Jadi memang harus kerja keras agar pelayanan air bersih tetap semakin baik dan air tetap mengalir ke masyarakat dan tidak merugikan konsumen,” tambahnya. (har)

SINGKAWANG – Akibat curah hujan rendah berdampak terhadap pasokan air baku milik Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) Singkawang.

Direktur Perumda AMGP Singkawang, Suriandi melalui Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Logistik Perumda AMGP Singkawang, Waspin Sijabat menerangkan, pasokan air baku mengalami pengurangan akibat cuaca panas.

Akibatnya, lanjut Waspin, berpengaruh tehadap pelayanan Perumda AMGP Singkawang untuk mengalirkan air ke pelanggan.

“Kondisi air baku mulai mengering akibat cuaca panas berberapa hari ini, mengakibatkan pasokan air menjadi berkurang,” kata Waspin, baru baru ini.

Dengan kondisi tersebut, Waspin berharap kepada pelanggan Perumda AMGP Kota Singkawang agar dapat melakukan antisipasi dengan memperbanyak cadangan air, ketika pendistribusian air stabil atau berjalan normal.

“Jadi saat kami bisa menyalurkan air secara normal, pelanggan bisa menampung sebanyak-banyaknya air, sebagai antisipasi kekurangan air,” katanya.

Menurut penuturan Waspin, kondisi cuaca panas hingga menyebabkan kekurangan pasokan air baku tersebut sudah terjadi sejak satu bulan lalu.

Sumber-sumber air baku yang dikelola oleh Perumda AMGP Singkawang, lanjutnya, tidak mampu memenuhi target air baku yang diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

Baca Juga :  Buaya Muncul Lagi, Kali Ini Dekat Jembatan Agen Singkawang

“Perlu kami sampaikan kapastias terpasang kami 330 liter per detik, sekarang sumber air baku yang bisa kita olah tinggal 200 liter per detik, jadi ada kekurangan sekitar 100 liter per detik,” ujar Waspin.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, Waspin menerangkan, pihaknya mungkin akan menerapkan over block atau pembagian pengaliran air kepada pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik dan Operasi Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang, Sutedi menerangkan, masih ada upaya lain yang akan dilakukan Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang dalam mengantisipasi kekeringan dimusim kemarau, yaitu memfungsikan Embung Pajintan yang berada di Singkawang Timur.

Ia mengatakan, Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang telah melakukan komunikasi dengan Kepala Balai Sungai Kalimantan 1 untuk memfungsikan Embung Pajintan tersebut.

“Penampungan airnya ada sekitar 120.000 kubik, kita akan coba usulkan pompa untuk menyedot air yang ada di embung pajintan untuk dibawa ke pengolahan Roban,” jelasnya.

Sumber air baku ini adalah sebagai antisipasi kemarau pengganti sementara Intake Hangmoy dan Eria yang mengalami kekeringan di musim panas hingga menyebabkan debit airnya sangat kecil.

Baca Juga :  Penyebar Video Asusila Mantan Isteri Diringkus

“Sementara kapasitas kelajuannya hanya 40 liter per detik, apabila musim kemarau selama 3 bulan akan kita offkan, karena tidak ada airnya, bersamaan dengan Intake Tirtayasa,” tuturnya.

Menurutnya, asumsi pemakaian air yang ada di embung pajintan bisa digunakan selama 2-3 bulan kedepan apabila musim kemarau.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kota Singkawang, Sumarno meminta Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) Singkawang mengambil langkah antisipasi untuk menjaga aliran leding pelanggan tetap berjalan lancar, terutama di saat Ramadan.

“Kami berharap kepada Perumda untuk mengantisipasi pasokan air bersih menjelang musim kemarau dalam dua hingga tiga bulan kedepan,” ujar Sumarno.

Sumarno menilai, pelayanan distribusi air yang dilakukan Perumda AMGP Kota Singkawang sudah sangat baik.

“Pelayanan terhadap distribusi air bersih sudah semakin baik lantaran jarang terlihat lagi kendaraan tangki yang membawa air bersih,” katanya.

“Jadi memang harus kerja keras agar pelayanan air bersih tetap semakin baik dan air tetap mengalir ke masyarakat dan tidak merugikan konsumen,” tambahnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/