alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Singkawang Kota Favorit Anak Jalanan

Jadi Tempat Pertemuan Anjal se-Kalbar

SINGKAWANG—Satuan Polisi Pamong Praja Singkawang terus melakukan penertiban anak jalanan (anjal, gelandangan, pengemis, dan hal hal lainya yang menjadi tugas satuan tersebut. Baru baru ini Satpol PP menjaring belasan anak jalanan yang sedang duduk-duduk dan tiduran di Taman Burung Singkawang.

“Belasan anak jalanan yang ditertibkan merupakan wajah-wajah baru. Dan mereka rata-rata berasal dari berbagai luar Kota Singkawang,” kata Kasat Pol PP Singkawang Karjadi.

Penertiban yang dilakukan adalah sebagai salah satu upaya untuk menjadikan Singkawang yang betul-betul aman, nyaman dan tidak menakutkan. “Karena ada yang merasa resah dengan tingkah laku maupun tampilan mereka,” katanya.

Sehingga, banyak keluhan dari masyarakat maupun pedagang yang merasa tidak enak dengan penampilan anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Musim Buah Tiba,Volume Sampah Meningkat

“Setelah kita tertibkan, akan kita suruh pulang ke kampungnya masing-masing. Jangan sampai mereka kembali lagi ke Singkawang,” ungkapnya. Parahnya, menurut penjelasan dari beberapa anak punk, bahwa Kota Singkawang ini dijadikan sebagai tempat pertemuan anak-anak jalanan di Kalbar.

“Jadi anak-anak jalanan yang ada di Kalbar itu pertemuannya di Singkawang. Sampai-sampai mengadakan kegiatan pun di Singkawang,” jelasnya.

Kepada masyarakat Singkawang khususnya yang memiliki rumah untuk disewakan dan sebagainya, agar tidak lagi menyewakannya ke anak-anak jalanan.

Selain itu, Satpol PP Kota Singkawang juga melakukan penertiban terhadap para pedagang kami lima (PKL) yang dianggap sudah mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang merasa terganggu karena banyaknya pembeli atau pedagang yang berhenti di pinggir jalan. Sehingga masyarakat melaporkannya ke Satpol PP karena sangat rawan jika seandainya ini dibiarkan.

Baca Juga :  Pemkot Singkawang Berlakukan Social Distancing pada Pedagang Hamparan

“Dari beberapa tempat yang kita ingatkan, beberapa pedagang sangat mendukung dan meminta permohonan maaf kepada kita. Mereka berjanji akan segera pindah dari tempat berjualan,” jelasnya.

Karjadi menyarankan, agar para pedagang tersebut bisa melakukan koordinasi dengan UPT Pasar dimana tempat-tempat yang diperbolehkan untuk berjualan.

“Karena selain mencari tempat keramaian untuk berjualan, tentunya para pedagang juga harus memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain khususnya pengguna jalan,” katanya. (har)

 

Jadi Tempat Pertemuan Anjal se-Kalbar

SINGKAWANG—Satuan Polisi Pamong Praja Singkawang terus melakukan penertiban anak jalanan (anjal, gelandangan, pengemis, dan hal hal lainya yang menjadi tugas satuan tersebut. Baru baru ini Satpol PP menjaring belasan anak jalanan yang sedang duduk-duduk dan tiduran di Taman Burung Singkawang.

“Belasan anak jalanan yang ditertibkan merupakan wajah-wajah baru. Dan mereka rata-rata berasal dari berbagai luar Kota Singkawang,” kata Kasat Pol PP Singkawang Karjadi.

Penertiban yang dilakukan adalah sebagai salah satu upaya untuk menjadikan Singkawang yang betul-betul aman, nyaman dan tidak menakutkan. “Karena ada yang merasa resah dengan tingkah laku maupun tampilan mereka,” katanya.

Sehingga, banyak keluhan dari masyarakat maupun pedagang yang merasa tidak enak dengan penampilan anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Masyarakat Hibah Lahan 1,6 Ha

“Setelah kita tertibkan, akan kita suruh pulang ke kampungnya masing-masing. Jangan sampai mereka kembali lagi ke Singkawang,” ungkapnya. Parahnya, menurut penjelasan dari beberapa anak punk, bahwa Kota Singkawang ini dijadikan sebagai tempat pertemuan anak-anak jalanan di Kalbar.

“Jadi anak-anak jalanan yang ada di Kalbar itu pertemuannya di Singkawang. Sampai-sampai mengadakan kegiatan pun di Singkawang,” jelasnya.

Kepada masyarakat Singkawang khususnya yang memiliki rumah untuk disewakan dan sebagainya, agar tidak lagi menyewakannya ke anak-anak jalanan.

Selain itu, Satpol PP Kota Singkawang juga melakukan penertiban terhadap para pedagang kami lima (PKL) yang dianggap sudah mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang merasa terganggu karena banyaknya pembeli atau pedagang yang berhenti di pinggir jalan. Sehingga masyarakat melaporkannya ke Satpol PP karena sangat rawan jika seandainya ini dibiarkan.

Baca Juga :  Pemkot Singkawang Berlakukan Social Distancing pada Pedagang Hamparan

“Dari beberapa tempat yang kita ingatkan, beberapa pedagang sangat mendukung dan meminta permohonan maaf kepada kita. Mereka berjanji akan segera pindah dari tempat berjualan,” jelasnya.

Karjadi menyarankan, agar para pedagang tersebut bisa melakukan koordinasi dengan UPT Pasar dimana tempat-tempat yang diperbolehkan untuk berjualan.

“Karena selain mencari tempat keramaian untuk berjualan, tentunya para pedagang juga harus memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain khususnya pengguna jalan,” katanya. (har)

 

Most Read

Jokowi jadi Sasaran Swafoto

Djokovic tantang Nadal

100 Ha Lahan Sawit Hangus

Artikel Terbaru

/