alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Harimau Tora Jalani Karantina

SINGKAWANG – Tora, harimau yang ditangkap setelah lepas selama 26 jam dari Sinka Zoo mulai pulih setelah dibius. Tora terlihat bugar dan sehat setelah siuman dari pingsan akibat tiga tembakan senjata bius di tubuhnya.

Pontianak Post memantau langsung dari kandang tempat Tora menjalani karantina.
Tora sudah berdiri tegap, terlihat mondar-mandir seperti mencari sesuatu. Sesekali Tora mengaum dan mengeluarkan taringnya kepada siapapun yang mendekat.

Menurut Elka Surya, pengurus Sinka Zoo, Tora terlihat sedikit stres saat baru siuman. Namun bisa langsung berdiri dan makan seperti biasa.  “Tora tampak stres, sekarang tengah menjalani karantina di kandangnya. Namun, nafsu makannya normal, tiga ekor ayam sudah dilahapnya,” kata Elka kepada Pontianak Post.

“Tora masih dalam pengawasan dan pemantauan dokter dari BKSDA. Secara fisik kondisinya baik dan sehat,” tambahnya.

Sebelumnya, Tora lepas dari kandangnya di Sinka Zoo bersama saudaranya, Elka. Peristiwa lepasnya dua harimau tersebut menggegerkan Singkawang. Namun tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI dan BKSDA bergerak cepat untuk menangkapnya.

Nahasnya, satu harimau bernama Elka harus tertembak peluru tajam. Anggota tim terpaksa melakukannya karena Elka terlihat agresif dan membahayakan bagi anggota tim yang terlibat pencarian.

Elka dan Tora dilahirkan oleh harimau bernama Fatma pada 5 Juni 2019. Keduanya merupakan hasil kawin silang antara harimau putih benggala.

Lepasnya kedua harimau itu terjadi pada Jumat, 5 Februari lalu.  Seorang pawang tewas diterkam saat mencoba menghalau dua harimau itu.

Baca Juga :  Geger, Mayat Wanita Tewas di Semak Belukar

Elka Surya, pengurus Sinka Zoo menegaskan bahwa kejadian harimau lepas ini merupakan akibat curah hujan yang sangat deras selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, hujan mengakibatkan longsor yang menimpa sebelah kiri pembatas. “Dinding bagian kiri pojok ambruk akibat tertimpa longsor. Itu yang mengakibatkan kedua harimau keluar dari kandang,” jelasnya.

Elka mengatakan, pawang sudah berusaha untuk mencegahnya, namun pawang tersebut justru diserang oleh harimau hingga tewas.

Tim gabungan dari Polri, TNI dan BKSDA akhirnya dikerahkan untuk menangkap dua harimau yang lepas dari Sinka Zoo tersebut. Pelarian 26 jam dua harimau peranakan campuran Benggala tersebut berakhir dramatis. Harimau bernama Elka (kuning) dan Tora (putih) dapat dilumpuhkan dengan perjuangan panjang yang berat. Nahas, penangkapan Elka harus berakhir tragis. Pasalnya, saat ditangkap, Elka bersikap agresif dan mengancam keselamatan anggota tim pencari. Elka terpaksa dirobohkan dengan peluru tajam.

Sebelumnya, Elka sempat memangsa beberapa hewan penghuni Sinka Zoo. Tak jauh dari lokasi penembakan, petugas menemukan burung unta dalam keadaan mati akibat digigit sang harimau.

Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo membenarkan tragedi penangkapan Elka tersebut. “Saat penangkapan Elka, tim didampingi pengasuhnya. Menurut si pengasuh, Elka sudah sangat membahayakan. Insting berburunya sudah timbul. Tembakan obat bius tak mampu membuatnya tumbang, karena gelagatnya semakin agresif, maka tindakan menembak dengan peluru tajam pun diambil,” kata Kapolres. “Dengan sangat terpaksa kami melakukan penindakan terhadap salah satu hewan Sinka Zoo yang lepas. Satu ekor harimau dinyatakan tewas,” ujarnya.

Baca Juga :  Zona Merah di Kalbar Bertambah

Sementara itu, pencarian Tora tak kalah dramatis dan penuh rintangan. Tora yang sempat menghilang dan tak diketahui keberadaannya, terlihat tengah bermain di jalan aspal Kompleks Sinka Zoo. Harimau berwarna putih ini pun akhirnya dapat digiring untuk mendekati kandang.

Proses penggiringan Tora memakan waktu kurang lebih dua jam. Tora yang masih terlihat jinak, mau berkomunikasi dengan Agus sang keeper  (pengasuh). Saat dalam jangkauan tembak, tim segera menembakkan obat bius ke tubuh Tora. Ternyata, satu tembakan tak mampu menumbangkannya. Butuh tiga tembakan untuk membuatnya pingsan. Setelah pingsan, Tora ditangkap menggunakan jaring. Diperlukan lebih dari enam orang untuk mengangkat Tora.

“Keberhasilan penangkapan Tora tak lepas dari kerja sama dan sinergi yang baik dari Kodim, Polres, dan BKSDA,” kata Dandim Singkawang, Letkol Inf Condro Edy Wibowo. “Ini merupakan tim yang sangat solid, saling melengkapi dan melindungi,” tambah Dandim.

Sementara itu Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor mengatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi Sinka Zoo dalam waktu dekat. “Ini tugas kami, Sinka Zoo merupakan mitra binaan BKSDA. Kami akan membantu mengevaluasinya, agar ke depan tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” ujarnya.

Drama pencarian kedua harimau pun berakhir tepat pukul 18.00 pada Sabtu (6/2). Sekitar 26 jam pencarian dengan rintangan sangat berat, menjadi pengalaman yang luar biasa bagi tim. (ndo)

SINGKAWANG – Tora, harimau yang ditangkap setelah lepas selama 26 jam dari Sinka Zoo mulai pulih setelah dibius. Tora terlihat bugar dan sehat setelah siuman dari pingsan akibat tiga tembakan senjata bius di tubuhnya.

Pontianak Post memantau langsung dari kandang tempat Tora menjalani karantina.
Tora sudah berdiri tegap, terlihat mondar-mandir seperti mencari sesuatu. Sesekali Tora mengaum dan mengeluarkan taringnya kepada siapapun yang mendekat.

Menurut Elka Surya, pengurus Sinka Zoo, Tora terlihat sedikit stres saat baru siuman. Namun bisa langsung berdiri dan makan seperti biasa.  “Tora tampak stres, sekarang tengah menjalani karantina di kandangnya. Namun, nafsu makannya normal, tiga ekor ayam sudah dilahapnya,” kata Elka kepada Pontianak Post.

“Tora masih dalam pengawasan dan pemantauan dokter dari BKSDA. Secara fisik kondisinya baik dan sehat,” tambahnya.

Sebelumnya, Tora lepas dari kandangnya di Sinka Zoo bersama saudaranya, Elka. Peristiwa lepasnya dua harimau tersebut menggegerkan Singkawang. Namun tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI dan BKSDA bergerak cepat untuk menangkapnya.

Nahasnya, satu harimau bernama Elka harus tertembak peluru tajam. Anggota tim terpaksa melakukannya karena Elka terlihat agresif dan membahayakan bagi anggota tim yang terlibat pencarian.

Elka dan Tora dilahirkan oleh harimau bernama Fatma pada 5 Juni 2019. Keduanya merupakan hasil kawin silang antara harimau putih benggala.

Lepasnya kedua harimau itu terjadi pada Jumat, 5 Februari lalu.  Seorang pawang tewas diterkam saat mencoba menghalau dua harimau itu.

Baca Juga :  Promosikan Singkawang dengan Lagu

Elka Surya, pengurus Sinka Zoo menegaskan bahwa kejadian harimau lepas ini merupakan akibat curah hujan yang sangat deras selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, hujan mengakibatkan longsor yang menimpa sebelah kiri pembatas. “Dinding bagian kiri pojok ambruk akibat tertimpa longsor. Itu yang mengakibatkan kedua harimau keluar dari kandang,” jelasnya.

Elka mengatakan, pawang sudah berusaha untuk mencegahnya, namun pawang tersebut justru diserang oleh harimau hingga tewas.

Tim gabungan dari Polri, TNI dan BKSDA akhirnya dikerahkan untuk menangkap dua harimau yang lepas dari Sinka Zoo tersebut. Pelarian 26 jam dua harimau peranakan campuran Benggala tersebut berakhir dramatis. Harimau bernama Elka (kuning) dan Tora (putih) dapat dilumpuhkan dengan perjuangan panjang yang berat. Nahas, penangkapan Elka harus berakhir tragis. Pasalnya, saat ditangkap, Elka bersikap agresif dan mengancam keselamatan anggota tim pencari. Elka terpaksa dirobohkan dengan peluru tajam.

Sebelumnya, Elka sempat memangsa beberapa hewan penghuni Sinka Zoo. Tak jauh dari lokasi penembakan, petugas menemukan burung unta dalam keadaan mati akibat digigit sang harimau.

Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo membenarkan tragedi penangkapan Elka tersebut. “Saat penangkapan Elka, tim didampingi pengasuhnya. Menurut si pengasuh, Elka sudah sangat membahayakan. Insting berburunya sudah timbul. Tembakan obat bius tak mampu membuatnya tumbang, karena gelagatnya semakin agresif, maka tindakan menembak dengan peluru tajam pun diambil,” kata Kapolres. “Dengan sangat terpaksa kami melakukan penindakan terhadap salah satu hewan Sinka Zoo yang lepas. Satu ekor harimau dinyatakan tewas,” ujarnya.

Baca Juga :  Aparat TNI Sasar Perhotelan untuk Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Sementara itu, pencarian Tora tak kalah dramatis dan penuh rintangan. Tora yang sempat menghilang dan tak diketahui keberadaannya, terlihat tengah bermain di jalan aspal Kompleks Sinka Zoo. Harimau berwarna putih ini pun akhirnya dapat digiring untuk mendekati kandang.

Proses penggiringan Tora memakan waktu kurang lebih dua jam. Tora yang masih terlihat jinak, mau berkomunikasi dengan Agus sang keeper  (pengasuh). Saat dalam jangkauan tembak, tim segera menembakkan obat bius ke tubuh Tora. Ternyata, satu tembakan tak mampu menumbangkannya. Butuh tiga tembakan untuk membuatnya pingsan. Setelah pingsan, Tora ditangkap menggunakan jaring. Diperlukan lebih dari enam orang untuk mengangkat Tora.

“Keberhasilan penangkapan Tora tak lepas dari kerja sama dan sinergi yang baik dari Kodim, Polres, dan BKSDA,” kata Dandim Singkawang, Letkol Inf Condro Edy Wibowo. “Ini merupakan tim yang sangat solid, saling melengkapi dan melindungi,” tambah Dandim.

Sementara itu Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor mengatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi Sinka Zoo dalam waktu dekat. “Ini tugas kami, Sinka Zoo merupakan mitra binaan BKSDA. Kami akan membantu mengevaluasinya, agar ke depan tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” ujarnya.

Drama pencarian kedua harimau pun berakhir tepat pukul 18.00 pada Sabtu (6/2). Sekitar 26 jam pencarian dengan rintangan sangat berat, menjadi pengalaman yang luar biasa bagi tim. (ndo)

Most Read

Artikel Terbaru

/