alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Sat Pol PP Tertibkan PKL di Kawasan Kota Pusaka

SINGKAWANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang menertibkan tempat jualan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Hongkong atau Kota Pusaka, Selasa (9/2). Penertiban tersebut sebagai tindak lanjut kepada PKL yang membandel karena sudah diberi peringatan hingga tiga kali.

“Penertiban kita lakukan karena para pedagang tersebut sudah kita peringatkan sebanyak tiga kali namun tetap tidak mengindahkan peringatan kita,” ungkap Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karjadi kepada media ini.

Penertiban gerobak PKL tersebut dilakukan dengan memindahkan gerobak dengan cara diangkut. Sat Pol PP mengerahkan 34  personel gabungan bersama instansi terkait. Penertiban tersebut dilakukan mereka lantaran sudah dianggap melanggar aturan dan ketertiban umum serta meresahkan masyarakat.

“Kita tertibkan. Karena gerobak PKL tersebut menghalangi warga yang ingin masuk ke kompleks perumahan,  dan akan kita lakukan pembinaan terhadap PKL tersebut,” jelasnya.

Karjadi menegaskan bahwa penertiban yang dilakukan bukan berarti mereka melarang orang berjualan. Tindakan dilakukan mereka bila mengganggu ketertiban umum dan sangat meresahkan warga sekitar, sehingga tentunya akan dilakukan pembinaan. “Semoga kedepannya,  para PKL diharapkan untuk mematuhi arahan pembinanya dinas teknis terkait,” kata dia.

Baca Juga :  32 Pasien Covid-19 Sembuh

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Singkawang Muslimin mengatakan bahwa pihaknya bersama Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima yang ada di Kota Singkawang, khususnya Kawasan Pasar Hongkong atau Kota Pusaka.

“Khususnya jalur Jalan Budi Utomo di depan Kompleks Gerbang Marga Tjhia yang dilakukan Satpol PP bekerja sama dengan Dinas Perdagangan merupakan langkah terakhir,” jelasnya.

Dia mengungkapkan sebelumnya dilakukan pemberitahuan untuk mengingatkan pedagang khususnya para PKL baik secara lisan atau tertulis. “Kami telah meyampaikan surat teguran tertulis dan tahapan ini sudah dilalui tahap 1, 2, dan 3. Bahkan kami sudah memberitahukan lagi surat teguran dan memberikan waktu, bahkan hingga teguran keempat, namun yang bersangkutan tetap berjualan di tempat yang tidak sebagaimana mestinya khususnya kawasan kota pusaka,” katanya.

Baca Juga :  Guru PAI Non PNS Minta Ada Formasi P3K

Muslimin mengharapkan kawasan Kota Pusaka dan Pasar Hongkong menjadi destinasi wisata kuliner khususnya di Kota Singkawang. “Harapan kita baik pelaku usaha, pedagang, dan warga menjadi lebih disiplin menjadi kawasan tertib,” katanya.

Siapapun dia, kata Muslimin, maka bisa merasakan sesuatu yang sangat baik di Kota Singkawang. Tetapi pihaknya mencoba dalam kerangka menyeimbangkan kepentingan baik pemilik toko dan pejalan kaki, pemilik kendaraan roda dua dan sebagainya, dan keberadaan gerobak PKL terlalu maju hampir separoh menutup jalan bahkan Gerbang Marga Tjhia tidak kelihatan. Dia mengatakan jangan ada pihak yang merasa ego dan mengorbankan hak orang lain baik pemilik toko, pedagang, penjualan, sehingga bisa bersinergi.

“Kami tidak pernah melarang masyarakat berjualan, tapi tolong timbang rasa dan kemudahan akses bagi masyarakat untuk beraktivitas di Kota Singkawang,” katanya. (har)

SINGKAWANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang menertibkan tempat jualan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Hongkong atau Kota Pusaka, Selasa (9/2). Penertiban tersebut sebagai tindak lanjut kepada PKL yang membandel karena sudah diberi peringatan hingga tiga kali.

“Penertiban kita lakukan karena para pedagang tersebut sudah kita peringatkan sebanyak tiga kali namun tetap tidak mengindahkan peringatan kita,” ungkap Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karjadi kepada media ini.

Penertiban gerobak PKL tersebut dilakukan dengan memindahkan gerobak dengan cara diangkut. Sat Pol PP mengerahkan 34  personel gabungan bersama instansi terkait. Penertiban tersebut dilakukan mereka lantaran sudah dianggap melanggar aturan dan ketertiban umum serta meresahkan masyarakat.

“Kita tertibkan. Karena gerobak PKL tersebut menghalangi warga yang ingin masuk ke kompleks perumahan,  dan akan kita lakukan pembinaan terhadap PKL tersebut,” jelasnya.

Karjadi menegaskan bahwa penertiban yang dilakukan bukan berarti mereka melarang orang berjualan. Tindakan dilakukan mereka bila mengganggu ketertiban umum dan sangat meresahkan warga sekitar, sehingga tentunya akan dilakukan pembinaan. “Semoga kedepannya,  para PKL diharapkan untuk mematuhi arahan pembinanya dinas teknis terkait,” kata dia.

Baca Juga :  Wako Minta Sumbangan Ide serta Pemikiran

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Singkawang Muslimin mengatakan bahwa pihaknya bersama Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima yang ada di Kota Singkawang, khususnya Kawasan Pasar Hongkong atau Kota Pusaka.

“Khususnya jalur Jalan Budi Utomo di depan Kompleks Gerbang Marga Tjhia yang dilakukan Satpol PP bekerja sama dengan Dinas Perdagangan merupakan langkah terakhir,” jelasnya.

Dia mengungkapkan sebelumnya dilakukan pemberitahuan untuk mengingatkan pedagang khususnya para PKL baik secara lisan atau tertulis. “Kami telah meyampaikan surat teguran tertulis dan tahapan ini sudah dilalui tahap 1, 2, dan 3. Bahkan kami sudah memberitahukan lagi surat teguran dan memberikan waktu, bahkan hingga teguran keempat, namun yang bersangkutan tetap berjualan di tempat yang tidak sebagaimana mestinya khususnya kawasan kota pusaka,” katanya.

Baca Juga :  Lima Anggota Satpol PP Alami Kecelakaan

Muslimin mengharapkan kawasan Kota Pusaka dan Pasar Hongkong menjadi destinasi wisata kuliner khususnya di Kota Singkawang. “Harapan kita baik pelaku usaha, pedagang, dan warga menjadi lebih disiplin menjadi kawasan tertib,” katanya.

Siapapun dia, kata Muslimin, maka bisa merasakan sesuatu yang sangat baik di Kota Singkawang. Tetapi pihaknya mencoba dalam kerangka menyeimbangkan kepentingan baik pemilik toko dan pejalan kaki, pemilik kendaraan roda dua dan sebagainya, dan keberadaan gerobak PKL terlalu maju hampir separoh menutup jalan bahkan Gerbang Marga Tjhia tidak kelihatan. Dia mengatakan jangan ada pihak yang merasa ego dan mengorbankan hak orang lain baik pemilik toko, pedagang, penjualan, sehingga bisa bersinergi.

“Kami tidak pernah melarang masyarakat berjualan, tapi tolong timbang rasa dan kemudahan akses bagi masyarakat untuk beraktivitas di Kota Singkawang,” katanya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/