alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

BPJN Sampaikan Solusi,Warga Minta Kompensasi

SINGKAWANG–Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalbar akan membangun jalan lingkungan kepada warga yang terdampak pembangunan jalan sekitar Jentang 1 yang berada di  Jalan Padang Pasir, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Sedangkan untuk kompensasi pihaknya akan menyampaikan ke pimpinan terkait persoalan tersebut. Terkait rencana itu pihaknya sudah mengkomunikasikannya ke warga.

“Solusinya sudah ketemu, yakni jalan lingkungan ini, dan seluruh pihak termasuk pedagang terdampak sudah menyetujui solusi ini,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Jembatan Jentang 1, Syarifuddin Harahab

Hanya saja pembuatan jalan lingkungan tersebut dilakukan secara bertahap, rencananya usai pembangunan jembatan rampung pada Desember 2021 ini.

Jalan akses lingkungan tersebut, berada di depan rumah, tempat kedua pedagang Bakmie tersebut mengontrak, dan berbatasan dengan sisi samping jalan jembatan atau offride.

Baca Juga :  DPO Pembobol Toko Diringkus

Pembangunan jalan ini, kata dia, masih dalam lahan milik jalan, sehingga tidak menggunakan lahan milik masyarakat sekitar offride.

Selain itu, terkait tuntutan kompensansi pedagang terdampak yang tidak dapat berjualan, Syarifuddin katakan akan pihaknya sampaikan kepada pemangku kebijakan, yakni Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Kami tetap lapor ke atasan, tetap kita diskusi ke pemangku kebijakan, kami tetap menjembatani,” terangnya.

Lebih jauh, Syarifuddin menjelaskan, pembangunan jembatan yang dibuat tinggi ini untuk menanggulangi tingginya debit air sungai.

Dari data yang berhasil ia himpun, berberapa tahun belakangan, luapan air sungai menyebabkan jembatan tergenang dan membahayakan pengguna jalan.

Dengan struktur jembatan yang tinggi, offride pun disesuaikan dengan ketinggian jembatan, untuk mencegah kecelakaan terjadi. Pasalnya, offride pada jembatan ini merupakan tikungan, sehingga tidak dapat dibuat terlalu rendah.

Baca Juga :  Mengenal Program Inseminasi Buatan, Kini Sudah Hadir di Singkawang

Namun, pihaknya akan mendiskusikan kembali struktur offride dengan tim perencana sehingga dapat disesuaikan, namun tetap pada aturannya.

“Yang penting sesuai aturannya seperti apa, mungkin kita kurangi ketinggiannya. Tidak boleh kita melanggar aturan, karena ini menyangkut keselamatan pengguna lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu,  salah satu warga, Mega masih menghendaki adanya kompensasi atas pembangunan jalan tersebut. “Memang ada pertemuan dan saat itu juga ada pembahasan kompensasi. Kita minta kompensasi itu juga ditunaikan. Mau kami sesuaikanlah dengan kondisi dampak yang ada,” katanya.

Hal sama disampaikan Vivi, warga lainya bahwa pihaknya menginginkan kompensasi. Sehingga dapat memulai lagi usaha. “Kami minta sampaikan saja. Bahwa kami juga meminta kompensasi,” katanya(har)

SINGKAWANG–Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalbar akan membangun jalan lingkungan kepada warga yang terdampak pembangunan jalan sekitar Jentang 1 yang berada di  Jalan Padang Pasir, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Sedangkan untuk kompensasi pihaknya akan menyampaikan ke pimpinan terkait persoalan tersebut. Terkait rencana itu pihaknya sudah mengkomunikasikannya ke warga.

“Solusinya sudah ketemu, yakni jalan lingkungan ini, dan seluruh pihak termasuk pedagang terdampak sudah menyetujui solusi ini,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Jembatan Jentang 1, Syarifuddin Harahab

Hanya saja pembuatan jalan lingkungan tersebut dilakukan secara bertahap, rencananya usai pembangunan jembatan rampung pada Desember 2021 ini.

Jalan akses lingkungan tersebut, berada di depan rumah, tempat kedua pedagang Bakmie tersebut mengontrak, dan berbatasan dengan sisi samping jalan jembatan atau offride.

Baca Juga :  Usulkan RS Perbatasan Bertaraf Internasional

Pembangunan jalan ini, kata dia, masih dalam lahan milik jalan, sehingga tidak menggunakan lahan milik masyarakat sekitar offride.

Selain itu, terkait tuntutan kompensansi pedagang terdampak yang tidak dapat berjualan, Syarifuddin katakan akan pihaknya sampaikan kepada pemangku kebijakan, yakni Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Kami tetap lapor ke atasan, tetap kita diskusi ke pemangku kebijakan, kami tetap menjembatani,” terangnya.

Lebih jauh, Syarifuddin menjelaskan, pembangunan jembatan yang dibuat tinggi ini untuk menanggulangi tingginya debit air sungai.

Dari data yang berhasil ia himpun, berberapa tahun belakangan, luapan air sungai menyebabkan jembatan tergenang dan membahayakan pengguna jalan.

Dengan struktur jembatan yang tinggi, offride pun disesuaikan dengan ketinggian jembatan, untuk mencegah kecelakaan terjadi. Pasalnya, offride pada jembatan ini merupakan tikungan, sehingga tidak dapat dibuat terlalu rendah.

Baca Juga :  Residivis Kembali Mencuri, Ancam Penjaga Konter HP dengan Pisau

Namun, pihaknya akan mendiskusikan kembali struktur offride dengan tim perencana sehingga dapat disesuaikan, namun tetap pada aturannya.

“Yang penting sesuai aturannya seperti apa, mungkin kita kurangi ketinggiannya. Tidak boleh kita melanggar aturan, karena ini menyangkut keselamatan pengguna lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu,  salah satu warga, Mega masih menghendaki adanya kompensasi atas pembangunan jalan tersebut. “Memang ada pertemuan dan saat itu juga ada pembahasan kompensasi. Kita minta kompensasi itu juga ditunaikan. Mau kami sesuaikanlah dengan kondisi dampak yang ada,” katanya.

Hal sama disampaikan Vivi, warga lainya bahwa pihaknya menginginkan kompensasi. Sehingga dapat memulai lagi usaha. “Kami minta sampaikan saja. Bahwa kami juga meminta kompensasi,” katanya(har)

Most Read

Artikel Terbaru

/