alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Paket Konversi BBM ke BBG Diserahkan

SINGKAWANG—Pemerintah kembali menyalurkan bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kota singkawang tahun 2020, Rabu (11/11), yang dipusatkan di Singkawang Selatan. Paket konversi BBM ke BBG gratis pembiayaan APBN ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat tersebut. Program pemerintah pusat yang diturunkan sampai ke daerah diharapkan dapat membantu meringankan beban perekonomian nelayan.  Namun apapun kegiatannya, kata Tjhai Chui Mie, sangat tergantung kepada komitmen atau kemauan pada masyarakat nelayan sendiri.

“Apabila kegiatan konversi BBM ke BBG maupun kegiatan – kegiatan lainnya dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab, mudah mudahan kegiatan konversi ini mencapai hasil yang kita harapkan,” katanya.

Kepada semua nelayan, kata Tjhai Chui Mie, yang telah berhasil lulus verifikasi dan mendapat kepercayaan untuk mengikuti program ini diharapkan benar-benar menjaga amanah ini dengan merawat barang-barang yang dipercayakan kepada para nelayan. Ia meminta agar bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan taraf hidup nelayan. “Jangan diterlantarkan apalagi dijual, karena nantinya  akan berurusan dengan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Baca Juga :  Ancam Panggil Paksa SPBU

Wali Kota berharap dengan program konversi BBM ke BBG ini dapat meningkatkan perekonomian nelayan pada khususnya, dan masyarakat kota singkawang pada umumnya.

Penerima bantuan paket konversi ini adalah nelayan yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan Pemerintah, antara lain nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki kartu KuSUKA. Paket yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lain-lain).

Perwakilan Kementerian ESDM, Frambia Widiasty selaku analis Kelaikan Teknis Migas mengatakan program konversi dari BBM ke BBG Kementerian ESDM ini telah terlaksana sejak tahu 2018. Ada sebanyak 92 unit mesin kapal BBG yang telah diberikan kepada nelayan Kota Singkawang dan rencananya ada 124 unit mesin kapal NBG untuk dibagikan kepada nelayan Kota Singkawang. “Kota Singkawang sampai dengan saat ini sudah mendapatkan sebanyak 216 unit mesin kapal BBG yang telah dibagikan sejak tahun 2018 sampai dengan 2020,” ungkapnya. Sedangkan untuk nelayan yang belum dapat diharapkan bersabar dikarenakan program ini sampai akan berlangsung sampai dengan tahun 2024.

Baca Juga :  Yoris Ketuai Pemuda Dayak Singkawang

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian ESDM, Komisi VII DPR, PT Pertamina dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota. Anggaran kegiatan ini semula dialihkan untuk penanganan COVID-19. Namun oleh Komisi VII DPR RI dimunculkan kembali sehingga dilakukan refocusing anggaran pada Kementerian ESDM karena program ini menyentuh langsung kepada masyarakat nelayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Singkawang Yusnita berharap bantuan paket konversi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan. Ia mengatakan manfaat dari  program ini nelayan mampu menghemat biaya operasional. “Harga BBG lebih murah dari BBM. Penghematan biaya operasional dengan menggunakan elpiji bisa berkisar 30-50 persen dibandingkan BBM jenis bensin,” katanya. Selain itu, kata dia, manfaat lainya perawatan mesin elpiji lebih muda, BBG lebih aman dalam penggunaannya, serta emisi lebih rendah, karena BBG memiliki hasil pembakaran yang lebih bersih dibandingkan BBM. Selain itu, kata dia, program ini diharapkan bisa membantu ekonomi nelayan kecil khususnya para nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah lima gross tonnage (GT). (har)

 

SINGKAWANG—Pemerintah kembali menyalurkan bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kota singkawang tahun 2020, Rabu (11/11), yang dipusatkan di Singkawang Selatan. Paket konversi BBM ke BBG gratis pembiayaan APBN ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat tersebut. Program pemerintah pusat yang diturunkan sampai ke daerah diharapkan dapat membantu meringankan beban perekonomian nelayan.  Namun apapun kegiatannya, kata Tjhai Chui Mie, sangat tergantung kepada komitmen atau kemauan pada masyarakat nelayan sendiri.

“Apabila kegiatan konversi BBM ke BBG maupun kegiatan – kegiatan lainnya dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab, mudah mudahan kegiatan konversi ini mencapai hasil yang kita harapkan,” katanya.

Kepada semua nelayan, kata Tjhai Chui Mie, yang telah berhasil lulus verifikasi dan mendapat kepercayaan untuk mengikuti program ini diharapkan benar-benar menjaga amanah ini dengan merawat barang-barang yang dipercayakan kepada para nelayan. Ia meminta agar bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan taraf hidup nelayan. “Jangan diterlantarkan apalagi dijual, karena nantinya  akan berurusan dengan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Baca Juga :  Malam Pergantian Tahun tanpa Rekomendasi

Wali Kota berharap dengan program konversi BBM ke BBG ini dapat meningkatkan perekonomian nelayan pada khususnya, dan masyarakat kota singkawang pada umumnya.

Penerima bantuan paket konversi ini adalah nelayan yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan Pemerintah, antara lain nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki kartu KuSUKA. Paket yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lain-lain).

Perwakilan Kementerian ESDM, Frambia Widiasty selaku analis Kelaikan Teknis Migas mengatakan program konversi dari BBM ke BBG Kementerian ESDM ini telah terlaksana sejak tahu 2018. Ada sebanyak 92 unit mesin kapal BBG yang telah diberikan kepada nelayan Kota Singkawang dan rencananya ada 124 unit mesin kapal NBG untuk dibagikan kepada nelayan Kota Singkawang. “Kota Singkawang sampai dengan saat ini sudah mendapatkan sebanyak 216 unit mesin kapal BBG yang telah dibagikan sejak tahun 2018 sampai dengan 2020,” ungkapnya. Sedangkan untuk nelayan yang belum dapat diharapkan bersabar dikarenakan program ini sampai akan berlangsung sampai dengan tahun 2024.

Baca Juga :  Program Aplikasi Merpati Layani Sepenuh Hati

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian ESDM, Komisi VII DPR, PT Pertamina dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota. Anggaran kegiatan ini semula dialihkan untuk penanganan COVID-19. Namun oleh Komisi VII DPR RI dimunculkan kembali sehingga dilakukan refocusing anggaran pada Kementerian ESDM karena program ini menyentuh langsung kepada masyarakat nelayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Singkawang Yusnita berharap bantuan paket konversi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan. Ia mengatakan manfaat dari  program ini nelayan mampu menghemat biaya operasional. “Harga BBG lebih murah dari BBM. Penghematan biaya operasional dengan menggunakan elpiji bisa berkisar 30-50 persen dibandingkan BBM jenis bensin,” katanya. Selain itu, kata dia, manfaat lainya perawatan mesin elpiji lebih muda, BBG lebih aman dalam penggunaannya, serta emisi lebih rendah, karena BBG memiliki hasil pembakaran yang lebih bersih dibandingkan BBM. Selain itu, kata dia, program ini diharapkan bisa membantu ekonomi nelayan kecil khususnya para nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah lima gross tonnage (GT). (har)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/