alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

BPKS Dapat Baju Anti Panas

SINGKAWANG – Kembali kucuran bantuan mengalir ke Kota Singkawang, khususnya bagi pemadam kebakaran dari donatur. Hal tersebut disampaikan Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyerahkan bantuan berupa baju antipanas sebanyak 24 setel kepada petugas Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) yang ada di Singkawang.

“Setiap BPKS mendapatkan tiga setel baju antipanas. Kemudian, 64 roll selang dengan masing-masing satu BPKS mendapatkan 8 rol,” kata Wako, di Singkawang, Rabu (14/4). Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan adalah berasal dari donatur 369 Golf Club yang pengirimannya dibantu oleh Tjong Si Bu. Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang dan seluruh BPKS Singkawang, Wako mengucapkan terima kasih kepada 369 Golf Club dan Tjong Si Bu yang sudah membantu dalam pengirimannya.

“Harapannya apa yang diberikan dapat berguna dan bermanfaat bagi BPKS, terutama semangat, kekompakan, dan kebersamaan mereka di dalam menjalankan tugasnya memadamkan kebakaran,” tuturnya. Yang terpenting, menurut dia, alat ini bisa melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan oleh BPKS Kota Singkawang. Wako berharap, para petugas BPKS Kota Singkawang selalu diberikan perlindungan oleh Tuhan YME dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, dia menambahkan bahwa di awal hingga April 2021 sudah beberapa kali terjadi kebakaran di Singkawang, bahkan ada beberapa orang yang menjadi korban jiwa.

Wako turut prihatin atas musibah yang dialami warganya. Dia berharap agar keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapinya. Kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang, dia berpesan agar menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi untuk lebih waspada dan berhati-hati. “Kepada donatur saya doakan semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan,” ujarnya mendoakan.

Baca Juga :  KPU Singkawang Memutakhirkan 223 Pemilih

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kebakaran merenggut korban jiwa di Kota Singkawang. Kali ini menimpa pasangan suami-istri (pasutri) Chin Thit Cen (77) dan Lim Kim Fa (76). Keduanya tewas dalam peristiwa kebakaran tiga buah ruko di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat terbakar, Senin (12/4) pagi.

Para pemadam kebakaran menemukan kedua korban dalam kondisi terpanggang, usai berhasil menjinakkan si jago merah. “Diketahui dua korban penghuni salah satu dari tiga ruko yang terbakar di Jalan Pangeran Diponegoro, ini bernama Chin Thit Cen (77) dan Lim Kim Fa (76) yang diketahui merupakan pasangan suami istri dan sudah lansia,” kata Ketua Badan Pemadam Kebakaran Sambas (BPKS) Dwi Tunggal Kota Singkawang, Tjhai Nyit Khim di Singkawang.

Dirinya mengaku, petugas pemadam kebakaran terlambat masuk ke dalam salah satu ruko, untuk menyelamatkan korban. Karena ketika hendak masuk, para petugasnya sempat tersengat aliran listrik. “Saat ini kedua korban sudah dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang,” tuturnya.

Cerita awalnya, belum diketahui dari mana sumber api berasal. Namun, saat ini kejadian sejumlah mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut. Humas BPKS Mandiri Kota Singkawang, Jhonni Sun mengatakan, pihaknya mendapat informasi kebakaran sekitar kurang lebih pukul 08.00 WIB.

“Mendapat kabar ada kebakaran, kita bersama petugas Damkar yang lainnya langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” katanya. Hingga kini pemadaman masih terus berlanjut, bahkan dikabarkan ada dua penghuni masih terjebak di dalam ruko yang terbakar. “Saat ini anggota BPKS masih mencari keberadaan dua orang tersebut,” katanya.

Baca Juga :  TNI Distribusikan Bantuan ke Pulau Kabung

Di lokasi kejadian, ruko yang terbakar seluruhnya berada di bagian lantai atas, sehingga kemungkinan besar api berasal dari lantai atas tersebut. “Kita masih berupaya memadamkan api, mudah-mudahan bisa segera dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie, yang turun langsung melihat kondisi dua korban di RSUD Abdul Aziz Singkawang, menyatakan prihatin dan berduka cita yang mendalam dari peristiwa kebakaran tersebut. “Kedua korban merupakan suami-istri yang mana kebakaran diduga berasal dari rumah korban. Hanya saja untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Singkawang,” katanya.

Kejadian ini merupakan yang kali kesekian dan merenggut nyawa korban, sehingga masyarakat Singkawang diimbau dia untuk selalu berhati-hati.

“Kebetulan sewaktu mau dilakukan pemadaman, ada kendala yang dialami petugas. Seperti saat mau masuk masih ada aliran listrik, sehingga petugas tidak bisa masuk ke dalam ruko menyelamatkan korban,” ujarnya.

Maka, menurut dia, perlu kerja sama semua pihak dan dinas terkait, bagaimana ke depannya agar lebih baik dalam melakukan penanganan kebakaran. “Perlu evaluasi agar ada langkah tercepat dalam menangani kebakaran apabila terjadi,” ungkapnya.

Menurut Wako, korban tewas meninggalkan belasan anaknya. “Tiga orang anaknya ada di Singkawang, sedangkan yang lainnya ada di Hongkong dan Jakarta. Nanti akan kami lakukan pendataan, apa-apa saja yang bisa kita berikan bantuan kepada keluarga korban,” jelasnya.

Hingga kini, Polres Singkawang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. (har)

SINGKAWANG – Kembali kucuran bantuan mengalir ke Kota Singkawang, khususnya bagi pemadam kebakaran dari donatur. Hal tersebut disampaikan Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyerahkan bantuan berupa baju antipanas sebanyak 24 setel kepada petugas Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) yang ada di Singkawang.

“Setiap BPKS mendapatkan tiga setel baju antipanas. Kemudian, 64 roll selang dengan masing-masing satu BPKS mendapatkan 8 rol,” kata Wako, di Singkawang, Rabu (14/4). Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan adalah berasal dari donatur 369 Golf Club yang pengirimannya dibantu oleh Tjong Si Bu. Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang dan seluruh BPKS Singkawang, Wako mengucapkan terima kasih kepada 369 Golf Club dan Tjong Si Bu yang sudah membantu dalam pengirimannya.

“Harapannya apa yang diberikan dapat berguna dan bermanfaat bagi BPKS, terutama semangat, kekompakan, dan kebersamaan mereka di dalam menjalankan tugasnya memadamkan kebakaran,” tuturnya. Yang terpenting, menurut dia, alat ini bisa melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan oleh BPKS Kota Singkawang. Wako berharap, para petugas BPKS Kota Singkawang selalu diberikan perlindungan oleh Tuhan YME dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, dia menambahkan bahwa di awal hingga April 2021 sudah beberapa kali terjadi kebakaran di Singkawang, bahkan ada beberapa orang yang menjadi korban jiwa.

Wako turut prihatin atas musibah yang dialami warganya. Dia berharap agar keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapinya. Kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang, dia berpesan agar menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi untuk lebih waspada dan berhati-hati. “Kepada donatur saya doakan semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan,” ujarnya mendoakan.

Baca Juga :  KPU Singkawang Memutakhirkan 223 Pemilih

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kebakaran merenggut korban jiwa di Kota Singkawang. Kali ini menimpa pasangan suami-istri (pasutri) Chin Thit Cen (77) dan Lim Kim Fa (76). Keduanya tewas dalam peristiwa kebakaran tiga buah ruko di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat terbakar, Senin (12/4) pagi.

Para pemadam kebakaran menemukan kedua korban dalam kondisi terpanggang, usai berhasil menjinakkan si jago merah. “Diketahui dua korban penghuni salah satu dari tiga ruko yang terbakar di Jalan Pangeran Diponegoro, ini bernama Chin Thit Cen (77) dan Lim Kim Fa (76) yang diketahui merupakan pasangan suami istri dan sudah lansia,” kata Ketua Badan Pemadam Kebakaran Sambas (BPKS) Dwi Tunggal Kota Singkawang, Tjhai Nyit Khim di Singkawang.

Dirinya mengaku, petugas pemadam kebakaran terlambat masuk ke dalam salah satu ruko, untuk menyelamatkan korban. Karena ketika hendak masuk, para petugasnya sempat tersengat aliran listrik. “Saat ini kedua korban sudah dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang,” tuturnya.

Cerita awalnya, belum diketahui dari mana sumber api berasal. Namun, saat ini kejadian sejumlah mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut. Humas BPKS Mandiri Kota Singkawang, Jhonni Sun mengatakan, pihaknya mendapat informasi kebakaran sekitar kurang lebih pukul 08.00 WIB.

“Mendapat kabar ada kebakaran, kita bersama petugas Damkar yang lainnya langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” katanya. Hingga kini pemadaman masih terus berlanjut, bahkan dikabarkan ada dua penghuni masih terjebak di dalam ruko yang terbakar. “Saat ini anggota BPKS masih mencari keberadaan dua orang tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Tak Dikarantina, Jemaah Haji Tiba Jumat Depan di Pontianak

Di lokasi kejadian, ruko yang terbakar seluruhnya berada di bagian lantai atas, sehingga kemungkinan besar api berasal dari lantai atas tersebut. “Kita masih berupaya memadamkan api, mudah-mudahan bisa segera dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie, yang turun langsung melihat kondisi dua korban di RSUD Abdul Aziz Singkawang, menyatakan prihatin dan berduka cita yang mendalam dari peristiwa kebakaran tersebut. “Kedua korban merupakan suami-istri yang mana kebakaran diduga berasal dari rumah korban. Hanya saja untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Singkawang,” katanya.

Kejadian ini merupakan yang kali kesekian dan merenggut nyawa korban, sehingga masyarakat Singkawang diimbau dia untuk selalu berhati-hati.

“Kebetulan sewaktu mau dilakukan pemadaman, ada kendala yang dialami petugas. Seperti saat mau masuk masih ada aliran listrik, sehingga petugas tidak bisa masuk ke dalam ruko menyelamatkan korban,” ujarnya.

Maka, menurut dia, perlu kerja sama semua pihak dan dinas terkait, bagaimana ke depannya agar lebih baik dalam melakukan penanganan kebakaran. “Perlu evaluasi agar ada langkah tercepat dalam menangani kebakaran apabila terjadi,” ungkapnya.

Menurut Wako, korban tewas meninggalkan belasan anaknya. “Tiga orang anaknya ada di Singkawang, sedangkan yang lainnya ada di Hongkong dan Jakarta. Nanti akan kami lakukan pendataan, apa-apa saja yang bisa kita berikan bantuan kepada keluarga korban,” jelasnya.

Hingga kini, Polres Singkawang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/