alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Kohesi Sosial Penguatan Kebhinekaan dan Kebangsaan

SINGKAWANG—Guna penguatan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Kebhinekaan maka perlunya pengenalan, pemahaman bersama terkait kebudayan dan kearifan lokal.

Hal inilah salah satunya mendorong  Majelis Seni Budaya Kota Singkawang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Merajut Kebhinekaan Dan Kebangsaan Di Kota Singkawang”. FGD ini sebagai wujud upaya kohesi sosial siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar yang berasal dari Provinsi Papua Barat yang saat ini masih mengikuti pendidikan dan rencananya untuk menghadapi kegiatan praktek Latihan kerja lapangan di provinsi Kalbar.

FGD yang dipusatkan di basement Kantor Wali Kota Singkawang tersebut dibuka langsung Ketua Majelis Budaya Adat Melay Kota Singkawang H Mulyadi Qamal, dengan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Eka Meiyanti yang menyampaikan wawasan kebangsaan, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Singkawang, Drs. Stepanus menyampaikan seni budaya Adat Dayak, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, Arnadi Arkan menyampaikan Seni Budaya Adat Melayu, Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Singkawang, Drs. Budiman menyampaikan seni budaya Tionghua.

Baca Juga :  Pasien Sembuh Berikan Kesaksian Selama Menjalani Isolasi

Pada kesempatan itu, Walikota Singkawang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Singkawang, Yulianus Anus menyampaikan terima kasih dan kebangga Pemkot Singkawang digelarnya kegiatan kohesi sosial ini yang digagas Majelis Seni Budaya Kota Singkawang dan SPN Kalbar. Pemkot berharap jalinan silaturahm ini dapat mengokohkan rasa persatuan dan kesatuan. Sehingga para siwa SPN Kalbar asal Papua Barat dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, mengenal adat budaya di kota Singkawang. Sehingga terciptanya kerukunan, persaudaraan sesama bangsa. “Selamat datang di Singkawang, Selamat datang di kota toleran di Indonesia, mari kita kembangkan kultur toleransi yang sejati demi merawat NKRI,” ajaknya.

Ketua Majelis Seni Budaya Kota Singkawang H. Mulyadi Qamal mengatakan FGD ini bertujuan merajut silaturahmi antar pemerintahan komponen kebangsaan dengan siswa didik SPN Kalbar terutama berasal provinsi Papua Barat. “Tentu ini pertama kalinya di kota Singkawang. Dan kami senang adanya tamu dari adik adik calon polisi ini. Dengan acara ini nantinya kita bisa saling kenal dan memahani adat budaya di kota Singkawang,” ungkapnya.

Baca Juga :  IAD Wilayah Kalbar Salurkan Sembako Untuk Warga Korban Banjir di Putussibau Selatan

H Mulyadi Qamal meminta seluruh pihak dapat merawat persatuan bangsa Ia mengatakan perbedaan adalah anugerah Tuhan. Perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Itulah pemaknaan Bhineka Tunggal Ika, Makanya harus kita rawat bersama,” ajaknya.

Cara merawat persatuan itu, kata H Mulyadi Qamal, carilah persamaan di dalam perbedaan, pahamilah bahwa perbedaan sebuah anugerah dan rahmat. “Hargai kelebihan dan kekurangan yang ada sehingga persatuan kita tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat diwakili oleh Kepala Bagian Pelajaran dan Latihan, AKBP Panggabean mengatakan kegiatan ini diikuti Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat (Pendidikan Pembentukan Brigadir Polri Tahun 2021/2022) yang berasal dari Provinsi Papua Barat yang didampingi oleh Pembina dan Pendidik

Kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana pengenalan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar yang berasal dari Provinsi Papua Barat terhadap Rumah Adat Melayu Kota Singkawang di Kecamatan Singkawang Barat dan rumah Adat Dayat (Radakng) Kota Singkawang, Kecamatan Singkawang Selatan.Kemudian dilanjutkan dengan pembagian bahan pokok kepada beberapa masyarakat setempat. (har)

SINGKAWANG—Guna penguatan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Kebhinekaan maka perlunya pengenalan, pemahaman bersama terkait kebudayan dan kearifan lokal.

Hal inilah salah satunya mendorong  Majelis Seni Budaya Kota Singkawang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Merajut Kebhinekaan Dan Kebangsaan Di Kota Singkawang”. FGD ini sebagai wujud upaya kohesi sosial siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar yang berasal dari Provinsi Papua Barat yang saat ini masih mengikuti pendidikan dan rencananya untuk menghadapi kegiatan praktek Latihan kerja lapangan di provinsi Kalbar.

FGD yang dipusatkan di basement Kantor Wali Kota Singkawang tersebut dibuka langsung Ketua Majelis Budaya Adat Melay Kota Singkawang H Mulyadi Qamal, dengan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Eka Meiyanti yang menyampaikan wawasan kebangsaan, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Singkawang, Drs. Stepanus menyampaikan seni budaya Adat Dayak, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, Arnadi Arkan menyampaikan Seni Budaya Adat Melayu, Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Singkawang, Drs. Budiman menyampaikan seni budaya Tionghua.

Baca Juga :  32 Pasien Covid-19 Sembuh

Pada kesempatan itu, Walikota Singkawang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Singkawang, Yulianus Anus menyampaikan terima kasih dan kebangga Pemkot Singkawang digelarnya kegiatan kohesi sosial ini yang digagas Majelis Seni Budaya Kota Singkawang dan SPN Kalbar. Pemkot berharap jalinan silaturahm ini dapat mengokohkan rasa persatuan dan kesatuan. Sehingga para siwa SPN Kalbar asal Papua Barat dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, mengenal adat budaya di kota Singkawang. Sehingga terciptanya kerukunan, persaudaraan sesama bangsa. “Selamat datang di Singkawang, Selamat datang di kota toleran di Indonesia, mari kita kembangkan kultur toleransi yang sejati demi merawat NKRI,” ajaknya.

Ketua Majelis Seni Budaya Kota Singkawang H. Mulyadi Qamal mengatakan FGD ini bertujuan merajut silaturahmi antar pemerintahan komponen kebangsaan dengan siswa didik SPN Kalbar terutama berasal provinsi Papua Barat. “Tentu ini pertama kalinya di kota Singkawang. Dan kami senang adanya tamu dari adik adik calon polisi ini. Dengan acara ini nantinya kita bisa saling kenal dan memahani adat budaya di kota Singkawang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bantu Sembako Pasien Covid-19

H Mulyadi Qamal meminta seluruh pihak dapat merawat persatuan bangsa Ia mengatakan perbedaan adalah anugerah Tuhan. Perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Itulah pemaknaan Bhineka Tunggal Ika, Makanya harus kita rawat bersama,” ajaknya.

Cara merawat persatuan itu, kata H Mulyadi Qamal, carilah persamaan di dalam perbedaan, pahamilah bahwa perbedaan sebuah anugerah dan rahmat. “Hargai kelebihan dan kekurangan yang ada sehingga persatuan kita tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat diwakili oleh Kepala Bagian Pelajaran dan Latihan, AKBP Panggabean mengatakan kegiatan ini diikuti Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat (Pendidikan Pembentukan Brigadir Polri Tahun 2021/2022) yang berasal dari Provinsi Papua Barat yang didampingi oleh Pembina dan Pendidik

Kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana pengenalan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar yang berasal dari Provinsi Papua Barat terhadap Rumah Adat Melayu Kota Singkawang di Kecamatan Singkawang Barat dan rumah Adat Dayat (Radakng) Kota Singkawang, Kecamatan Singkawang Selatan.Kemudian dilanjutkan dengan pembagian bahan pokok kepada beberapa masyarakat setempat. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/