alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Jangan Berlebihan Gunakan Pestisida dan Pupuk

Moeldoko Lantik Walikota Jadi Ketua HKTI Singkawang

Lahan Kalbar masih sangat luas. Tapi, jangan menggunakan pupuk dan peptisida berlebihan. Lahan disini subur. Bandingkan dengan di Pulau Jawa. Juga perlu ekstra permodalan. Mahal. Satu hektare sewanya Rp12,5 juta per tahun. Produksi harus lebih besar.

Hari Kurniathama & Fahrozi

Singkawang/Sambas

KETUA Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) DR. H. Moeldoko, S.I.P menjelaskan hal tersebut usai  menyaksikan pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) HKTI Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dan jajaran pengurus lannya masa periode 2020-2025 di Ruang Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (14/2)

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto setelah usai memberikan bendera pataka HKTI, langsung membacakan nama-nama kepengurusan dan melantik Pengurus HKTI Kota Singkawang.

“Kalau lahan di Singkawang dan Kalbar masih sangat luas, dan juga jangan menggunakan pupuk berlebihan dan peptisida berlebihan, karena lahan disini subur,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dia menjelaskan, kalau di Pulau Jawa satu hektare sewanya Rp 12,5 juta dalam satu tahun, sehingga produksi harus menjadi lebih keras.”Ini juga terkait permodalan, dan petani terkait permodalan, mudah-mudahan disini tidak,” katanya.

Permodalan itu bisa saja kredit usaha rakyat, kata Moeldoko, dan tentu kita galakkan dengan riset atau perubahan peningkatan produksi. “Pertanian ada riset, namun tidak bisa diaplikasi dengan baik dan disinilah HKTI sebagai jembatan,” katanya.

Moeldoko menyarankan pengurus HKTI untuk berbagi ilmu manajemen yang bisa diberikan kepada petani termasuk dalam teknologi pertanian.”Persoalan pasca panen, yaitu selesai panen bingung siapa yang membeli atau bahkan dua minggu sebelum panen sudah dijual, yang akhirnya dijual agak murah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pegang Teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit

Menurutnya, harus dicarikan jalan keluar bagi para petani. “Singkawang berbatasan dengan Malaysia, melalui Sambas atau Aruk, maka ini adalah peluang pasar,” katanya. “Singkawang punya branding dan ini sudah ada sejak dulu, semua orang sudah kenal Singkawang, maka tidak terlalu sulit untuk mendorong para petani mendorong hal-hal produktif, dan bahkan Singkawang pusat jajanan nasioal,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPP HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Ketua DPN HKTI yang menyaksikan pelantikan, ditengah kesibukan beliau yang sangat padat.

Dia menyampaikan selamat dan sukses kepada pengurus yang baru dilantik. “Kami sangat meyakini ibu dapat menjalankan tugas sebagai Ketua HKTI Kota Singkawang,” katanya. Menurut Edy Suyanto, diberbagai kesempatan Ketua DPN HKTI mengatakan bahwa HKTI harus menjadi jembatan antara petani dan stakholder, antara petani dengan perbankan.

“Kami yakin ibu Tjhai Chui Mie, mampu melaksanakan amanat dan mampu mengkolaborasikan semua stake holder,” pintanya. Edy mengatakan bahwa semua pihak patut berbangga, karena salah satu ide Wali Kota Singkawang yang menyediakan infrastruktur yang lengkap atau korporasi yang tidak kaleng-kalengan, yaitu dimulai dengan pusat oleh-oleh dan jajanan HKTI, yang sekaligus untuk mempromosikan.

Ketua DPK HKTI Kota Singkawang yang sekaligus Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan sebagai negara agraris, sebagian besar rakyat Indonesia adalah insan tani yang menjadi tulang punggung dalam mewujudkan kesejahteraan umum.

“Pertanian merupakan sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, dengan sasaran pembangunan pertanian yang meliputi peningkatan produksi, kapasitas dan penghasilan insan tani secara berkelanjutan,” katanya.

 

Lima Persoalan

Sedangkan, Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan potensi pertanian di Kabupaten Sambas kepada Ketua Umum DPN- HKTI. Disampaikan Wakil Bupati Sambas, Ketua Umum DPN HKTI menyampaikan ada lima persoalan yang dihadapi dalam pertanian, dan itu menjadi salah satu tugas HKTI untuk mendukung mencarikan solusinya. Yakni kepemilikan lahan petani, kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, aspek permodalan dan lemahnya manajemen petani, penguasa teknologi, inovasi dan paska panen yang sering

Baca Juga :  Masukan Perlindungan PMI dalam Pembahasan RPJMD

bermasalah.

“Pak Moeldoko menyampaikan, seperti sektor pertanian di Kalimantan Barat, sangat potensial. Namun disisi lain tumbuhnya sektor industri dan jumlah penduduk yang cukup tinggi, tak bisa dipungkiri akan memengaruhi sektor pertanian, terutama lahan yang semakin berkurang,” katanya.

Hal inilah juga menjadi tantangan. Seperti disampaikan Moeldoko, sebut Hairiah, berkurangnya lahan pertanian bisa disikapi dengan inovasi dan teknologi agar mampu melipatgandakan hasil pertanian. Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga mengimbau agar melakukan langkah-langkah strategis untuk membantu Pemerintah Pusat dan Daerah dalam membina para petani dari sisi produksi, teknologi dan produktifitas serta

membuka akses pasar.

“Ketua umum HKTI juga mengajak semua pihak agar bersama-sama membangun kedaulatan pangan nasional, DPP Provinsi Kalimantan Barat beserta seluruh DPK HKTI Kalimantan Barat harus bergandengan tangan dengan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota untuk meningkatkan produksi pangan yang memakmurkan para petani,” katanya.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah menghadiri undangan sebagai tamu di acara pelantikan Dewan Pimpinan Kota (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Singkawang, di Pendopo Walikota Singkawang, Jumat (14/2).

Kepala Staf Kepresiden tersebut juga sempat berbincang bersama dengan Wakil Bupati Sambas, Walikota Singkawang serta pihak lainnya. (*)

Moeldoko Lantik Walikota Jadi Ketua HKTI Singkawang

Lahan Kalbar masih sangat luas. Tapi, jangan menggunakan pupuk dan peptisida berlebihan. Lahan disini subur. Bandingkan dengan di Pulau Jawa. Juga perlu ekstra permodalan. Mahal. Satu hektare sewanya Rp12,5 juta per tahun. Produksi harus lebih besar.

Hari Kurniathama & Fahrozi

Singkawang/Sambas

KETUA Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) DR. H. Moeldoko, S.I.P menjelaskan hal tersebut usai  menyaksikan pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) HKTI Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dan jajaran pengurus lannya masa periode 2020-2025 di Ruang Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (14/2)

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto setelah usai memberikan bendera pataka HKTI, langsung membacakan nama-nama kepengurusan dan melantik Pengurus HKTI Kota Singkawang.

“Kalau lahan di Singkawang dan Kalbar masih sangat luas, dan juga jangan menggunakan pupuk berlebihan dan peptisida berlebihan, karena lahan disini subur,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dia menjelaskan, kalau di Pulau Jawa satu hektare sewanya Rp 12,5 juta dalam satu tahun, sehingga produksi harus menjadi lebih keras.”Ini juga terkait permodalan, dan petani terkait permodalan, mudah-mudahan disini tidak,” katanya.

Permodalan itu bisa saja kredit usaha rakyat, kata Moeldoko, dan tentu kita galakkan dengan riset atau perubahan peningkatan produksi. “Pertanian ada riset, namun tidak bisa diaplikasi dengan baik dan disinilah HKTI sebagai jembatan,” katanya.

Moeldoko menyarankan pengurus HKTI untuk berbagi ilmu manajemen yang bisa diberikan kepada petani termasuk dalam teknologi pertanian.”Persoalan pasca panen, yaitu selesai panen bingung siapa yang membeli atau bahkan dua minggu sebelum panen sudah dijual, yang akhirnya dijual agak murah,” ujarnya.

Baca Juga :  Segera Dipulangkan, Empat Pasien Negatif Corona

Menurutnya, harus dicarikan jalan keluar bagi para petani. “Singkawang berbatasan dengan Malaysia, melalui Sambas atau Aruk, maka ini adalah peluang pasar,” katanya. “Singkawang punya branding dan ini sudah ada sejak dulu, semua orang sudah kenal Singkawang, maka tidak terlalu sulit untuk mendorong para petani mendorong hal-hal produktif, dan bahkan Singkawang pusat jajanan nasioal,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPP HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Ketua DPN HKTI yang menyaksikan pelantikan, ditengah kesibukan beliau yang sangat padat.

Dia menyampaikan selamat dan sukses kepada pengurus yang baru dilantik. “Kami sangat meyakini ibu dapat menjalankan tugas sebagai Ketua HKTI Kota Singkawang,” katanya. Menurut Edy Suyanto, diberbagai kesempatan Ketua DPN HKTI mengatakan bahwa HKTI harus menjadi jembatan antara petani dan stakholder, antara petani dengan perbankan.

“Kami yakin ibu Tjhai Chui Mie, mampu melaksanakan amanat dan mampu mengkolaborasikan semua stake holder,” pintanya. Edy mengatakan bahwa semua pihak patut berbangga, karena salah satu ide Wali Kota Singkawang yang menyediakan infrastruktur yang lengkap atau korporasi yang tidak kaleng-kalengan, yaitu dimulai dengan pusat oleh-oleh dan jajanan HKTI, yang sekaligus untuk mempromosikan.

Ketua DPK HKTI Kota Singkawang yang sekaligus Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan sebagai negara agraris, sebagian besar rakyat Indonesia adalah insan tani yang menjadi tulang punggung dalam mewujudkan kesejahteraan umum.

“Pertanian merupakan sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, dengan sasaran pembangunan pertanian yang meliputi peningkatan produksi, kapasitas dan penghasilan insan tani secara berkelanjutan,” katanya.

 

Lima Persoalan

Sedangkan, Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan potensi pertanian di Kabupaten Sambas kepada Ketua Umum DPN- HKTI. Disampaikan Wakil Bupati Sambas, Ketua Umum DPN HKTI menyampaikan ada lima persoalan yang dihadapi dalam pertanian, dan itu menjadi salah satu tugas HKTI untuk mendukung mencarikan solusinya. Yakni kepemilikan lahan petani, kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, aspek permodalan dan lemahnya manajemen petani, penguasa teknologi, inovasi dan paska panen yang sering

Baca Juga :  Masukan Perlindungan PMI dalam Pembahasan RPJMD

bermasalah.

“Pak Moeldoko menyampaikan, seperti sektor pertanian di Kalimantan Barat, sangat potensial. Namun disisi lain tumbuhnya sektor industri dan jumlah penduduk yang cukup tinggi, tak bisa dipungkiri akan memengaruhi sektor pertanian, terutama lahan yang semakin berkurang,” katanya.

Hal inilah juga menjadi tantangan. Seperti disampaikan Moeldoko, sebut Hairiah, berkurangnya lahan pertanian bisa disikapi dengan inovasi dan teknologi agar mampu melipatgandakan hasil pertanian. Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga mengimbau agar melakukan langkah-langkah strategis untuk membantu Pemerintah Pusat dan Daerah dalam membina para petani dari sisi produksi, teknologi dan produktifitas serta

membuka akses pasar.

“Ketua umum HKTI juga mengajak semua pihak agar bersama-sama membangun kedaulatan pangan nasional, DPP Provinsi Kalimantan Barat beserta seluruh DPK HKTI Kalimantan Barat harus bergandengan tangan dengan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota untuk meningkatkan produksi pangan yang memakmurkan para petani,” katanya.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah menghadiri undangan sebagai tamu di acara pelantikan Dewan Pimpinan Kota (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Singkawang, di Pendopo Walikota Singkawang, Jumat (14/2).

Kepala Staf Kepresiden tersebut juga sempat berbincang bersama dengan Wakil Bupati Sambas, Walikota Singkawang serta pihak lainnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/