alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

RS Abdul Aziz Terima Seribu Reagen dari Pusat

SINGKAWANG – Pelaksanatugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang Ruchanihadi mengatakan bahwa pihaknya telah menerima bantuan reagen dari pusat sebanyak 50 kotak, dengan jumlah mencapai 1.000 reagen dari Pemerintah Pusat.

“Sebelumnya kita kehabisan stok reagen. Namun, hari ini sudah datang bantuannya dari Bankes Jakarta, sekitar 50 boks, kurang lebih seribu reagen,” kata Ruchanihadi di Singkawang.

Dengan ketersediaan seribu reagen ini, maka diperkirakan dia mencukupi untuk digunakan sepanjang bulan Juni ini. “Apabila frekuensi pemeriksaan perharinya 100 sampel, maka bisa mencukupi sampai bulan Juni,” tuturnya.

Menurutnya, reagen bantuan dari Pemerintah Pusat ini, tiba di Kota Singkawang pada Sabtu, 12 Juni 2021. “Sebelumnya reagen di Laboratorium PCR Kota Singkawang kehabisan stok sejak 31 Mei 2021 lalu, sehingga sejumlah sampel usap (swab) harus dikirim ke Pontianak untuk diperiksa,” ungkapnya, Selasa (15/6) di Singkawang.

Baca Juga :  Dialog Kerukunan Upaya Menangkal Ancaman Intoleransi

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kotra Singkawang, Barita P. Ompusunggu, juga telah memastikan bahwa stok reagen atau pereaksi kimia yang berfungsi sebagai bahan pemeriksaan sampel usap (swab) tersebut, kini sudah kembali tersedia di Gedung Laboratorium PCR Kota Singkawang.

“Dengan demikian, pemeriksaan sampel usap kembali dapat dilakukan di Gedung Laboratorium PCR Kota Singkawang dan tidak perlu lagi dikirim ke Laboratorium PCR Untan di Pontianak,” kata Barita. Sehingga, harapan dia, hasil pemeriksaan sampel usap akan lebih cepat diketahui. Dengan demikiian, dia yakin, akan dapat membantu mempercepat proses penelusuran dan pelacakan untuk penanganan Covid-19.

“Perharinya berkisar 50 hingga 90 sampel swab harus diperiksa. Jumlah ini situasional, tergantung dari banyaknya suspek dan kontak erat,” ujarnya.

Baca Juga :  Lintasan GMC di Singkawang Berdampak Ekonomis

Sedangkan sampel usap yang dikirim ke Laboratorium Untan Kota Pontianak, hingga saat ini, diakui dia, hanya tersisa sekitar 180 sampel yang belum keluar hasilnya. “Semoga saja hasilnya cepat keluar,” harapnya. (har)

SINGKAWANG – Pelaksanatugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang Ruchanihadi mengatakan bahwa pihaknya telah menerima bantuan reagen dari pusat sebanyak 50 kotak, dengan jumlah mencapai 1.000 reagen dari Pemerintah Pusat.

“Sebelumnya kita kehabisan stok reagen. Namun, hari ini sudah datang bantuannya dari Bankes Jakarta, sekitar 50 boks, kurang lebih seribu reagen,” kata Ruchanihadi di Singkawang.

Dengan ketersediaan seribu reagen ini, maka diperkirakan dia mencukupi untuk digunakan sepanjang bulan Juni ini. “Apabila frekuensi pemeriksaan perharinya 100 sampel, maka bisa mencukupi sampai bulan Juni,” tuturnya.

Menurutnya, reagen bantuan dari Pemerintah Pusat ini, tiba di Kota Singkawang pada Sabtu, 12 Juni 2021. “Sebelumnya reagen di Laboratorium PCR Kota Singkawang kehabisan stok sejak 31 Mei 2021 lalu, sehingga sejumlah sampel usap (swab) harus dikirim ke Pontianak untuk diperiksa,” ungkapnya, Selasa (15/6) di Singkawang.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, PLN Singkawang Sosialisasikan Fitur Swadaya Catat Meter pada Aplikasi New PLN Mobile

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kotra Singkawang, Barita P. Ompusunggu, juga telah memastikan bahwa stok reagen atau pereaksi kimia yang berfungsi sebagai bahan pemeriksaan sampel usap (swab) tersebut, kini sudah kembali tersedia di Gedung Laboratorium PCR Kota Singkawang.

“Dengan demikian, pemeriksaan sampel usap kembali dapat dilakukan di Gedung Laboratorium PCR Kota Singkawang dan tidak perlu lagi dikirim ke Laboratorium PCR Untan di Pontianak,” kata Barita. Sehingga, harapan dia, hasil pemeriksaan sampel usap akan lebih cepat diketahui. Dengan demikiian, dia yakin, akan dapat membantu mempercepat proses penelusuran dan pelacakan untuk penanganan Covid-19.

“Perharinya berkisar 50 hingga 90 sampel swab harus diperiksa. Jumlah ini situasional, tergantung dari banyaknya suspek dan kontak erat,” ujarnya.

Baca Juga :  Wujudkan Smart City Hingga Tingkatkan Literasi Digital

Sedangkan sampel usap yang dikirim ke Laboratorium Untan Kota Pontianak, hingga saat ini, diakui dia, hanya tersisa sekitar 180 sampel yang belum keluar hasilnya. “Semoga saja hasilnya cepat keluar,” harapnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/