alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Bentuk Forum Komunikasi Eliminasi TBC

SINGKAWANG—Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan untuk eliminasi TBC dirasa sangat penting untuk menekan penularan penyakit TBC. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Singkawang, Henry Tri Purwanti, baru-baru ini

“Pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut hasil rapat sebelumnya untuk penguatan KMP dan Organisasi TBC Kota Singkawang,” kata Henry.

Ia mengatakan dalam kurun waktu satu tahun penderita TBC meningkat pesat awal tahun 2021 ini saja sudah terdata 700-an penderita TBC.

Kehadiran forum komunikasi pemangku kepentingan sebagaj wadah diskusi, berbagi pengalaman menyampaikan permasalahan dan tantangan serta pembagian peran dari berbagai pihak dalam kerangka penanggulangan TBC.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Mursalin mengatakan peran serta kita semua dalam menekan penularan TBC di Kota Singkawang sangatlah penting.

Baca Juga :  Kodim 1202 Juara di Lomba Binter Nasional

“Tidak cukup hanya dengan promkes Dinas Kesehatan dan Aisyiyah saja. Peran serta pemangku kepentingan sangat diperlukan,” katanya

Menurutnya, salah satu program pemerintah dalam menangani penyakit ini melalui eliminasi TBC dengan ditargetkan tahun 2030 adanya penurunan 90% dari insiden TBC dan 95% penurunan dari kejadian kematian TBC dibandingkan tahun 2014. “Sehingga di tahun 2050 Indonesia bebas TBC,” ujarnya. (har)

SINGKAWANG—Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan untuk eliminasi TBC dirasa sangat penting untuk menekan penularan penyakit TBC. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Singkawang, Henry Tri Purwanti, baru-baru ini

“Pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut hasil rapat sebelumnya untuk penguatan KMP dan Organisasi TBC Kota Singkawang,” kata Henry.

Ia mengatakan dalam kurun waktu satu tahun penderita TBC meningkat pesat awal tahun 2021 ini saja sudah terdata 700-an penderita TBC.

Kehadiran forum komunikasi pemangku kepentingan sebagaj wadah diskusi, berbagi pengalaman menyampaikan permasalahan dan tantangan serta pembagian peran dari berbagai pihak dalam kerangka penanggulangan TBC.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Mursalin mengatakan peran serta kita semua dalam menekan penularan TBC di Kota Singkawang sangatlah penting.

Baca Juga :  Masker di Apotek Kosong

“Tidak cukup hanya dengan promkes Dinas Kesehatan dan Aisyiyah saja. Peran serta pemangku kepentingan sangat diperlukan,” katanya

Menurutnya, salah satu program pemerintah dalam menangani penyakit ini melalui eliminasi TBC dengan ditargetkan tahun 2030 adanya penurunan 90% dari insiden TBC dan 95% penurunan dari kejadian kematian TBC dibandingkan tahun 2014. “Sehingga di tahun 2050 Indonesia bebas TBC,” ujarnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/