alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Setor Dana 200 Juta, Kontraktor Diimingi Proyek Tak Urung Terealisasi

SINGKAWANG—Dedi Suryadi yang berprofesi sebagai pengusaha konstruksi melakukan pengaduan secara tertulis kepada Satreskrim Polres Singkawang terkait indikasi tindak pidana penipuan.

Diduga pengaduan tersebut terkait janji yang tak terealisasi, dimana DS selaku pembuat aduan merasa tertipu oleh terlapor, dimana sudah setor ratusan juta namun proyek alias pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung datang.

DS menyampaikan laporan pengaduan tertulisnya 8 Juli 2020 lalu ke Polres Singkawang. Dalam pengaduan tersebut, DS menyebutkan bahwa dirinya sudah melakukan atau membantu terlapor sejumlah uang dengan harapan mendapatkan proyek fisik atau jenis kegiatan lainya. Di dalam pengaduan itu juga, DS secara rincin menuliskan periode transfer uang kepada terlapor yang dimulai sejak tahun 2017 sampai pertengahan tahun 2018.

Terkait hal ini, Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetyo saat dikonfirmasi hal tersebut di ruang kerjanya, Senin (20/7) membenarkan adanya pengaduan tertulis tersebut.

Baca Juga :  Aktivis Lingkungan Minta Proyek Kota Pusaka Dihentikan

“Kita memang terima laporan pengaduan secara tertulis. Dimana laporan ini oleh saudara Dedi. Dimana dia dapat iming iming atas proyek sehingga dia menyerahkan sejumlah uang dengan imbalan proyek pekerjaan itu tadi,” ungkap Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetyo.

Atas laporang pengaduan tersebut, Satreskrim Polres Singkawang akan melakukan introgasi kepada pelapor, saksi-saksi, hingga pengumpulan alat bukti maupun terlapor itu sendiri.

Adapun setoran uang yang disampaikan pelapor ke terlapor berkisaran hampir Rp 200 juta. Sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan pelapor terkait setoran uang yang dimaksud. “Sempat saya tanyai pelapornya hampir Rp 200 juta, dimana uang tersebut diserahkan sejak tahun 2017 sampai pertengahan 2018,” ungkapnya.

Terkait siapa terlapor dalam laporan tersebut, Kasat hanya menyebut ada nama yang tertulis dalam laporan tersebut, namun pihaknya masih mendalami masalah ini. Saat ditanya apakah terlapor adalah oknum pejabat di lingkup Pemkot Singkawang, Kasat mengatakan belum diketahui karena pihaknya masih akan memanggil terlapor sesuai pengaduan tertulis tersebut.

Baca Juga :  KPU Mutakhirkan 7.356 Data Pemilih

Terpisah, Dedi Suryadi mengatakan membenarkan bahwa dirinya membuat pengaduan tertulis ke Polres Singkawang terkait dugaan penipuan. “Benar. Saya sudah melakukan pengaduan tertulis kepada Polres terkait penipuan yang saya alami,” ungkap Dedi.

Ia menyampaikan pihak yang dilaporkannya seorang yang bekerja wiraswasta namun bukan aparat negara, dimana inisial terlapor tersebut UD. Dimana UD, menurut Dedi memiliki hubungan dekat dengan pejabat negara di lingkup Pemerintah Kota Singkawang. “Saya melaporkan penipuan bahwa ada kegiatan ini kegiatan itu, dimana UD sudah mengambil uang sekitar Sekitar Rp 150 juta, Rp 160 juta, sekitar gitulah,” ungkapnya. (har)

SINGKAWANG—Dedi Suryadi yang berprofesi sebagai pengusaha konstruksi melakukan pengaduan secara tertulis kepada Satreskrim Polres Singkawang terkait indikasi tindak pidana penipuan.

Diduga pengaduan tersebut terkait janji yang tak terealisasi, dimana DS selaku pembuat aduan merasa tertipu oleh terlapor, dimana sudah setor ratusan juta namun proyek alias pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung datang.

DS menyampaikan laporan pengaduan tertulisnya 8 Juli 2020 lalu ke Polres Singkawang. Dalam pengaduan tersebut, DS menyebutkan bahwa dirinya sudah melakukan atau membantu terlapor sejumlah uang dengan harapan mendapatkan proyek fisik atau jenis kegiatan lainya. Di dalam pengaduan itu juga, DS secara rincin menuliskan periode transfer uang kepada terlapor yang dimulai sejak tahun 2017 sampai pertengahan tahun 2018.

Terkait hal ini, Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetyo saat dikonfirmasi hal tersebut di ruang kerjanya, Senin (20/7) membenarkan adanya pengaduan tertulis tersebut.

Baca Juga :  Polres Singkawang Terima Penghargaan Layanan Publik Terbaik

“Kita memang terima laporan pengaduan secara tertulis. Dimana laporan ini oleh saudara Dedi. Dimana dia dapat iming iming atas proyek sehingga dia menyerahkan sejumlah uang dengan imbalan proyek pekerjaan itu tadi,” ungkap Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetyo.

Atas laporang pengaduan tersebut, Satreskrim Polres Singkawang akan melakukan introgasi kepada pelapor, saksi-saksi, hingga pengumpulan alat bukti maupun terlapor itu sendiri.

Adapun setoran uang yang disampaikan pelapor ke terlapor berkisaran hampir Rp 200 juta. Sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan pelapor terkait setoran uang yang dimaksud. “Sempat saya tanyai pelapornya hampir Rp 200 juta, dimana uang tersebut diserahkan sejak tahun 2017 sampai pertengahan 2018,” ungkapnya.

Terkait siapa terlapor dalam laporan tersebut, Kasat hanya menyebut ada nama yang tertulis dalam laporan tersebut, namun pihaknya masih mendalami masalah ini. Saat ditanya apakah terlapor adalah oknum pejabat di lingkup Pemkot Singkawang, Kasat mengatakan belum diketahui karena pihaknya masih akan memanggil terlapor sesuai pengaduan tertulis tersebut.

Baca Juga :  Bagikan APD Dihari Pelanggan

Terpisah, Dedi Suryadi mengatakan membenarkan bahwa dirinya membuat pengaduan tertulis ke Polres Singkawang terkait dugaan penipuan. “Benar. Saya sudah melakukan pengaduan tertulis kepada Polres terkait penipuan yang saya alami,” ungkap Dedi.

Ia menyampaikan pihak yang dilaporkannya seorang yang bekerja wiraswasta namun bukan aparat negara, dimana inisial terlapor tersebut UD. Dimana UD, menurut Dedi memiliki hubungan dekat dengan pejabat negara di lingkup Pemerintah Kota Singkawang. “Saya melaporkan penipuan bahwa ada kegiatan ini kegiatan itu, dimana UD sudah mengambil uang sekitar Sekitar Rp 150 juta, Rp 160 juta, sekitar gitulah,” ungkapnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/