alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Terima 3.400 Dosis Vaksin PMK

SINGKAWANG — Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) menerima bantuan sebanyak 3.400 dosis vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak dari pemerintah.

“Hasil rapat beberapa hari yang lalu, Kota Singkawang mendapat sekitar 3.400 dosis vaksin PMK. Dengan jumlah dosis ini, untuk vaksinasi tahap pertama sudah hampir mencapai separuh populasi hewan ternak sapi yang ada di Kota Singkawang,” ujar Dwi Yanti, Kepala Dinas PKPP Kota Singkawang, Selasa (20/7).

Saat ini, kekurangan personil dan sarana prasarana lainnya menjadi kendala pelaksanaan vaksinasi ini. Namun, hal ini telah dikomunikasikan kepada Wali Kota Singkawang untuk mendapatkan dukungan belanja tak terduga (BTT).

Baca Juga :  Dekatkan Layanan Vaksinasi bagi Lansia

Dwi Yanti menururkan tercapainya pelaksanaan vaksinasi PMK ini memerlukan bantuan dari Satuan Tugas PMK. Pihaknya akan menggandeng keterlibatan berbagai pihak untuk mengatasi keterbatasan personil saat pelaksaan vaksinasi PMK. Ia berharap persoalan PMK ini bisa segera teratasi dengan adanya kolaborasi ini.

“Kami akan bekerjasama dengan sarjana peternakan dan dokter-dokter hewan yang sifatnya freelance untuk melaksanakan vaksinasi PMK. Terkait pendataan calon ternak, kami melibatkan tim satgas, baik itu Kelurahan, Kecamatan, ataupun TNI/Polri. Harapannya persoalan PMK ini bisa segera teratasi dengan adanya kolaborasi ini,” ujarnya. (har)

SINGKAWANG — Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) menerima bantuan sebanyak 3.400 dosis vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak dari pemerintah.

“Hasil rapat beberapa hari yang lalu, Kota Singkawang mendapat sekitar 3.400 dosis vaksin PMK. Dengan jumlah dosis ini, untuk vaksinasi tahap pertama sudah hampir mencapai separuh populasi hewan ternak sapi yang ada di Kota Singkawang,” ujar Dwi Yanti, Kepala Dinas PKPP Kota Singkawang, Selasa (20/7).

Saat ini, kekurangan personil dan sarana prasarana lainnya menjadi kendala pelaksanaan vaksinasi ini. Namun, hal ini telah dikomunikasikan kepada Wali Kota Singkawang untuk mendapatkan dukungan belanja tak terduga (BTT).

Baca Juga :  Usulkan RS Perbatasan Bertaraf Internasional

Dwi Yanti menururkan tercapainya pelaksanaan vaksinasi PMK ini memerlukan bantuan dari Satuan Tugas PMK. Pihaknya akan menggandeng keterlibatan berbagai pihak untuk mengatasi keterbatasan personil saat pelaksaan vaksinasi PMK. Ia berharap persoalan PMK ini bisa segera teratasi dengan adanya kolaborasi ini.

“Kami akan bekerjasama dengan sarjana peternakan dan dokter-dokter hewan yang sifatnya freelance untuk melaksanakan vaksinasi PMK. Terkait pendataan calon ternak, kami melibatkan tim satgas, baik itu Kelurahan, Kecamatan, ataupun TNI/Polri. Harapannya persoalan PMK ini bisa segera teratasi dengan adanya kolaborasi ini,” ujarnya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/