alexametrics
26.7 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Berkenalan dengan Reni dan Yuniarsih; Dua Kader TBC

Ikhlas dan Senang Hati Demi Singkawang Bebas TBC

Dua kader TBC Reny dan Yuniarsih mengungkapkan bagaimana mereka menikmati peranannya selaku kader TBC dengan ikhlas dan senang hati semata berharap rida Allah. Hal itu diceritakan keduanya saat penutupan pelaksanaan Program TB Care Aisyiyah Kota Singkawang yang diselenggarakan di Hotel Swiss Bellin, Selasa (22/12).

HARI KURNIATHAMA, Singkawang

RENY, perempuan muda dengan wajah cantik ini menyampaikan bahwa selain sebagai kader TBC dirinya juga menjadi kader kesehatan lainnya, dalam melaksanakan tugasnya dia sering berkolabrorasi dengan berbagai pihak baik pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas, dan organisasi atau lembaga lainnya.

“Saya menikmati sekali dalam melaksanakan tugas saya selaku kader TBC,  ini semua saya jalani dengan senang hati dan ikhlas,  semata demi keinginan terwujudnya Singkawang Bebas TBC,” ungkap Reny.

Begitu juga Yuniarsih yang juga kader TB yang biasa dipanggil Amoy karena memang merupakan seorang Tionghoa. Dia menyampaikan pengalamannya bagaimana melakukan pendampingan kepada masyarakat penyayang TB.

“Bukan mudah memberikan pendampin masyarakat yang penyandang TB. Awalnya kebanyakan masyarakat tidak mau menerima kita, karena mereka beranggapan TB adalah penyakit yang memalukan, kutukan, dll. Namun dengan penuh kesabaran akhirnya mereka bisa menerima kami melakukan pendampingan dalam pengobatan dan lain-lain,” ungkap Amoy.

Baca Juga :  FIFGROUP Resmikan Reading Corner di Kota Singkawang

Pimpinan PD. Aisyiyah Kota Singkawang, Henry Tri Purwati mengungkapkan melalui Program Penanggulangan Tuberculosis (TB), ‘Aisyiyah berupaya dengan berperan serta dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dan pencapaian target millenium development goals (MDGs) nomor 6, yakni penurunan angka penyebaran penyakit menular.

“Sebagai amanat Muktamar dan Tanwir ‘Aisyiyah, upaya penanggulangan TB ini dilakukan baik di daerah yang mendapatkan dukungan dari lembaga donor maupun secara mandiri. Karenanya program Penanggulangan TB (community tb care) ‘Aisyiyah terus dikembangkan di 33 provinsi di Indonesia. Tentu secara berjenjang program tersebut juga menjadi program pada tingkat kabupaten/kota,” ungkap  Henry.

Lebih lanjut Henry menjelaskan bentuk kerja sama  terkait  program Penanggulangan TB ‘Aisyiyah, di antaranya Program Community TB Care Round 8 (2008-2013) ‘Aisyiyah dipercaya sebagai penerima dana langsung (Principal Recipient/PR Global Fund) dari lembaga donor internasional tersebut dalam penanggulangan TB Round 8 periode 2008 – 2013; Program Community TB Care SSF (2014-2016) Program lanjutan Round Single Stream Funding (SSF) yang dilaksanakan dalam periode Januari 2014 – Juni 2016, serta  Program Community TB Care NFM ‘Aisyiyah kembali dipercaya sebagai PR untuk ketiga kalinya dalam Round New Funding Model (NFM).

“Program-program tersebut merupakan program untuk memerangi penyakit Tuberculosis yang difokuskan pada kegiatan berbasis masyarakat, yang dikelola oleh SSR TBC-HIV Care’ Aisyiyah Kota Singkawang,” kata Henry.

Baca Juga :  Rekam Tetangga Mandi tanpa Busana, Berakhir di Penjara

Henry menjelaskan dari sisi program dan kegiatan di PR TB Aisyiyah, beberapa kegiatan utama yang akan ditransferkan atau dialih kelolakan kepada organisasi Aisyiyah dan kepada Dinas Kesehatan atau implementasi baru yang dalam teknik pengelolaannya.

“Beberapa area intervensi program utama yang akan ditransfer meliputi program penemuan kasus dan pendampingan pasien TB sensitif obat,  pendampingan pasien TB, pemeliharaan kader-kader yang selama ini sudah terlatih, dan program lainnya,” pungkas Henry.

Pimpinan SSR TBC-HIV Care’ Aisyiyah Kota Singkawang, Uray Ningrum Sari mengatakan  dari  sisi capaian program, selama tiga semester sejak 2018 berturut-turur Program Aisyiyah berhasil mempertahankan ranting A2 dengan capaian program di atas 90 persen dari dua indikator performance yang harus dilaksanakan meliputi pelaksanaan investigasi kontak dan notifikasi kasus baru serta tiga indikator proses meliputi capaian terduga TB, edukasi HIV untuk pasien TB, dan capaian pendampingan pasien TB MDR.

“Angka keberhasilan pengobatan TB di area program Aisyiyah sekitar 85 persen selama dua tahun terakhir,” kata Ningrum.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen peserta untuk bersama sama bertekad mengeliminasi TBC dari Kota Singkawang. (har)

Ikhlas dan Senang Hati Demi Singkawang Bebas TBC

Dua kader TBC Reny dan Yuniarsih mengungkapkan bagaimana mereka menikmati peranannya selaku kader TBC dengan ikhlas dan senang hati semata berharap rida Allah. Hal itu diceritakan keduanya saat penutupan pelaksanaan Program TB Care Aisyiyah Kota Singkawang yang diselenggarakan di Hotel Swiss Bellin, Selasa (22/12).

HARI KURNIATHAMA, Singkawang

RENY, perempuan muda dengan wajah cantik ini menyampaikan bahwa selain sebagai kader TBC dirinya juga menjadi kader kesehatan lainnya, dalam melaksanakan tugasnya dia sering berkolabrorasi dengan berbagai pihak baik pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas, dan organisasi atau lembaga lainnya.

“Saya menikmati sekali dalam melaksanakan tugas saya selaku kader TBC,  ini semua saya jalani dengan senang hati dan ikhlas,  semata demi keinginan terwujudnya Singkawang Bebas TBC,” ungkap Reny.

Begitu juga Yuniarsih yang juga kader TB yang biasa dipanggil Amoy karena memang merupakan seorang Tionghoa. Dia menyampaikan pengalamannya bagaimana melakukan pendampingan kepada masyarakat penyayang TB.

“Bukan mudah memberikan pendampin masyarakat yang penyandang TB. Awalnya kebanyakan masyarakat tidak mau menerima kita, karena mereka beranggapan TB adalah penyakit yang memalukan, kutukan, dll. Namun dengan penuh kesabaran akhirnya mereka bisa menerima kami melakukan pendampingan dalam pengobatan dan lain-lain,” ungkap Amoy.

Baca Juga :  PN Singkawang Membuka Layanan di Singkawang Grand Mall

Pimpinan PD. Aisyiyah Kota Singkawang, Henry Tri Purwati mengungkapkan melalui Program Penanggulangan Tuberculosis (TB), ‘Aisyiyah berupaya dengan berperan serta dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dan pencapaian target millenium development goals (MDGs) nomor 6, yakni penurunan angka penyebaran penyakit menular.

“Sebagai amanat Muktamar dan Tanwir ‘Aisyiyah, upaya penanggulangan TB ini dilakukan baik di daerah yang mendapatkan dukungan dari lembaga donor maupun secara mandiri. Karenanya program Penanggulangan TB (community tb care) ‘Aisyiyah terus dikembangkan di 33 provinsi di Indonesia. Tentu secara berjenjang program tersebut juga menjadi program pada tingkat kabupaten/kota,” ungkap  Henry.

Lebih lanjut Henry menjelaskan bentuk kerja sama  terkait  program Penanggulangan TB ‘Aisyiyah, di antaranya Program Community TB Care Round 8 (2008-2013) ‘Aisyiyah dipercaya sebagai penerima dana langsung (Principal Recipient/PR Global Fund) dari lembaga donor internasional tersebut dalam penanggulangan TB Round 8 periode 2008 – 2013; Program Community TB Care SSF (2014-2016) Program lanjutan Round Single Stream Funding (SSF) yang dilaksanakan dalam periode Januari 2014 – Juni 2016, serta  Program Community TB Care NFM ‘Aisyiyah kembali dipercaya sebagai PR untuk ketiga kalinya dalam Round New Funding Model (NFM).

“Program-program tersebut merupakan program untuk memerangi penyakit Tuberculosis yang difokuskan pada kegiatan berbasis masyarakat, yang dikelola oleh SSR TBC-HIV Care’ Aisyiyah Kota Singkawang,” kata Henry.

Baca Juga :  Bangun Rumah Jagung, Kios UMKM, dan Sarana Olahraga

Henry menjelaskan dari sisi program dan kegiatan di PR TB Aisyiyah, beberapa kegiatan utama yang akan ditransferkan atau dialih kelolakan kepada organisasi Aisyiyah dan kepada Dinas Kesehatan atau implementasi baru yang dalam teknik pengelolaannya.

“Beberapa area intervensi program utama yang akan ditransfer meliputi program penemuan kasus dan pendampingan pasien TB sensitif obat,  pendampingan pasien TB, pemeliharaan kader-kader yang selama ini sudah terlatih, dan program lainnya,” pungkas Henry.

Pimpinan SSR TBC-HIV Care’ Aisyiyah Kota Singkawang, Uray Ningrum Sari mengatakan  dari  sisi capaian program, selama tiga semester sejak 2018 berturut-turur Program Aisyiyah berhasil mempertahankan ranting A2 dengan capaian program di atas 90 persen dari dua indikator performance yang harus dilaksanakan meliputi pelaksanaan investigasi kontak dan notifikasi kasus baru serta tiga indikator proses meliputi capaian terduga TB, edukasi HIV untuk pasien TB, dan capaian pendampingan pasien TB MDR.

“Angka keberhasilan pengobatan TB di area program Aisyiyah sekitar 85 persen selama dua tahun terakhir,” kata Ningrum.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen peserta untuk bersama sama bertekad mengeliminasi TBC dari Kota Singkawang. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/