alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ibu Rumah Tangga Rentan Terpapar HIV/AIDS

Fenomena Gunung Es Berlaku, Terjangkit dari Suami

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalbar menggelar sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV bagi Ibu Rumah Tangga di Kota Singkawang di Swissbellinn Hotel, Selasa (25/2) kemarin.

————

Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Moses Tabah yang dihadiri Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kota Singkawang Martinus Missa, Kabid Kualitas Hidup Perempuan DPPPA Provinsi Kalbar Magdalena sekaligus ketua Panitia kegiatan. Dalam kegiatan ini juga menghadirkan narasumber kagiatan yakni Seketaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalbar, Syarif Toto Thaha Alkadrie, Rudi Anshari dari Dinkes Provinsi, Seketaris KPA Kota Singkawang, Mardiana Maya Satrini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Moses Tabah mengatakan kegiatan ini merelasasikan upaya pemerintah dalam melindungi dan mengayomi warganya sesuai amanah undang-undang.

Dimana pemerintah provinsi ingin masyarakat khususnya ibu rumah tangga lebih memahami mengetahui HIV/AIDS secara dini, memahami tentang penyebaran dan tanda-tanda HIV/AIDS, memahami cara pencegahan dan penanggulangan HIV, serta mengetahui Perawatan, pengobatan dan dukungan terhadap orang dengan HIV/AIDS (Odha).

Baca Juga :  Sita Sabu 24,11 Gram

“Ini penting sebagai upaya kita untuk langkah pencegahan. Guna membangun ketahanan keluarga demi meningkatkan kualitas keluarga itu sendiri,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, tambah dia, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan dan belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi HIV, penyakit ini diderita seumur hidup. Meski ada obatnya namun untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut. “Makanya meski saat ini perkembangan penyakit wabah mengancam dunia. Kita tak boleh juga lengah dengan potensi wabah penyakit yang ada termasuk HIV/AIDS ini,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan sosialisasi ini ibu rumah tangga yang menjadi sasaran ini mampu meningkatkan pengetahuannya tentang HIV/AIDS, karena memiliki tujuan jangka panjang. “Jika salah satu kerabat, keluarga, warga lingkungan tempat tinggal terserang sebuah penyakit atau wabah ini (HIV/AIDS) maka berdampak pada produktivitas diri yang akhirnya berdampak besar juga bagi perekonomian keluarga, masyarakat hingga negara secara umum,” ujarnya.

Baca Juga :  Geger, Mayat Wanita Tewas di Semak Belukar

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Singkawang, Mardiana Maya Satrini mengatakan penderita HIV-AIDS tidak bisa dipastikan jumlahnya karena merupakan fenomena gunung es. Ia mengatakan kalangan ibu rumah tangga yang terjangkit virus HIV umumnya terjangkit dari suaminya. “Makanya kita apresiasi kegiatan ini yang sasarannya ibu rumah tangga. Sehingga harapan kita ada gerakan gerakan agar ibu rumah tangga khususnya tidak terpapar virus HIV,” katanya.

Karena faktanya ada ibu ibu rumah tangga yang juga terpapar HIV. Tak heran ia pun tak menampik kalangan ibu rumah tangga di Singkawang saat ini sangat rentan terinfeksi virus HIV dibandingkan mereka yang kalangan berisiko tinggi seperti Pekerja Seksual Komersial (PSK), waria dan lainnya.

Makanya program sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AID ini perlu terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada ibu rumah tangga. Misalnya bekerjasama dengan majelis taklim, PKK, organisasi lainya atau apa pun yang berjejaring. (har)

Fenomena Gunung Es Berlaku, Terjangkit dari Suami

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalbar menggelar sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV bagi Ibu Rumah Tangga di Kota Singkawang di Swissbellinn Hotel, Selasa (25/2) kemarin.

————

Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Moses Tabah yang dihadiri Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kota Singkawang Martinus Missa, Kabid Kualitas Hidup Perempuan DPPPA Provinsi Kalbar Magdalena sekaligus ketua Panitia kegiatan. Dalam kegiatan ini juga menghadirkan narasumber kagiatan yakni Seketaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalbar, Syarif Toto Thaha Alkadrie, Rudi Anshari dari Dinkes Provinsi, Seketaris KPA Kota Singkawang, Mardiana Maya Satrini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Moses Tabah mengatakan kegiatan ini merelasasikan upaya pemerintah dalam melindungi dan mengayomi warganya sesuai amanah undang-undang.

Dimana pemerintah provinsi ingin masyarakat khususnya ibu rumah tangga lebih memahami mengetahui HIV/AIDS secara dini, memahami tentang penyebaran dan tanda-tanda HIV/AIDS, memahami cara pencegahan dan penanggulangan HIV, serta mengetahui Perawatan, pengobatan dan dukungan terhadap orang dengan HIV/AIDS (Odha).

Baca Juga :  Geger, Mayat Wanita Tewas di Semak Belukar

“Ini penting sebagai upaya kita untuk langkah pencegahan. Guna membangun ketahanan keluarga demi meningkatkan kualitas keluarga itu sendiri,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, tambah dia, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan dan belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi HIV, penyakit ini diderita seumur hidup. Meski ada obatnya namun untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut. “Makanya meski saat ini perkembangan penyakit wabah mengancam dunia. Kita tak boleh juga lengah dengan potensi wabah penyakit yang ada termasuk HIV/AIDS ini,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan sosialisasi ini ibu rumah tangga yang menjadi sasaran ini mampu meningkatkan pengetahuannya tentang HIV/AIDS, karena memiliki tujuan jangka panjang. “Jika salah satu kerabat, keluarga, warga lingkungan tempat tinggal terserang sebuah penyakit atau wabah ini (HIV/AIDS) maka berdampak pada produktivitas diri yang akhirnya berdampak besar juga bagi perekonomian keluarga, masyarakat hingga negara secara umum,” ujarnya.

Baca Juga :  Curi 58 Helm di Berbagai Lokasi, Akhirnya SH Tertangkap  

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Singkawang, Mardiana Maya Satrini mengatakan penderita HIV-AIDS tidak bisa dipastikan jumlahnya karena merupakan fenomena gunung es. Ia mengatakan kalangan ibu rumah tangga yang terjangkit virus HIV umumnya terjangkit dari suaminya. “Makanya kita apresiasi kegiatan ini yang sasarannya ibu rumah tangga. Sehingga harapan kita ada gerakan gerakan agar ibu rumah tangga khususnya tidak terpapar virus HIV,” katanya.

Karena faktanya ada ibu ibu rumah tangga yang juga terpapar HIV. Tak heran ia pun tak menampik kalangan ibu rumah tangga di Singkawang saat ini sangat rentan terinfeksi virus HIV dibandingkan mereka yang kalangan berisiko tinggi seperti Pekerja Seksual Komersial (PSK), waria dan lainnya.

Makanya program sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AID ini perlu terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada ibu rumah tangga. Misalnya bekerjasama dengan majelis taklim, PKK, organisasi lainya atau apa pun yang berjejaring. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/