alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Antisipasi Varian Baru Covid dari Perbatasan

SINGKAWANG – Munculnya beberapa varian baru Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama, sehingga harus diantisipasi agar tidak masuk ke wilayah Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1202/Singkawang Letkol Inf. Condro Edi Wibowo, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di wilayah perbatasan Kodim 1202/Skw bertempat di Ruang Rapat Makodim, Sabtu (24/4).

Dandim menyampaikan, berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala BNPB Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19 dan ditindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 250/BPPD/2021 tentang Pembentukan Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di Perbatasan Provinsi Kalbar, dengan penunjukan Pangdam XII/Tpr selaku Kepala Satgas/Pangkogasgabpad, ditindaklanjuti untuk mencegah masuknya virus Covid-19 melalui perbatasan Kalbar khususnya melalui PLBN Aruk, Entikong, Badau, dan PPLB Jagoi babang.

Baca Juga :  Bimbing Santri Al Fatah Berwirausaha

Sesuai dengan SE Kepala BNPB bahwa setiap pelaku perjalanan internasional baik berstatus WNI dan WNA yang akan memasuki wilayah Indonesia, wajib mengikuti ketentuan yang berlaku dengan mentaati protokol kesehatan dan melaksanakan karantina 5 x 24 jam dan diberlakukan wajib melaksanakan RT-PCR yang disiapkan.

“Wilayah yang terdapat perbatasan dengan negara lain, perlu antisipasi melonjaknya TKI/PMI yang akan kembali ke Indonesia baik secara prosedural maupun non prosedural. Demikian pula wilayah yg berdekatan seperti Singkawang juga perlu mengantisipasi untuk membantu pengkarantinaan lonjakan pelintas batas TKI/PMI,” terangnya.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut Dandim 1202/Skw menyampaikan penanganan Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah dan TNI Polri sebagai Satgas, namun masyarakat juga harus bersama sama untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan 5M. (har)

SINGKAWANG – Munculnya beberapa varian baru Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama, sehingga harus diantisipasi agar tidak masuk ke wilayah Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1202/Singkawang Letkol Inf. Condro Edi Wibowo, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di wilayah perbatasan Kodim 1202/Skw bertempat di Ruang Rapat Makodim, Sabtu (24/4).

Dandim menyampaikan, berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala BNPB Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19 dan ditindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 250/BPPD/2021 tentang Pembentukan Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di Perbatasan Provinsi Kalbar, dengan penunjukan Pangdam XII/Tpr selaku Kepala Satgas/Pangkogasgabpad, ditindaklanjuti untuk mencegah masuknya virus Covid-19 melalui perbatasan Kalbar khususnya melalui PLBN Aruk, Entikong, Badau, dan PPLB Jagoi babang.

Baca Juga :  Temukan 9 Orang Positif

Sesuai dengan SE Kepala BNPB bahwa setiap pelaku perjalanan internasional baik berstatus WNI dan WNA yang akan memasuki wilayah Indonesia, wajib mengikuti ketentuan yang berlaku dengan mentaati protokol kesehatan dan melaksanakan karantina 5 x 24 jam dan diberlakukan wajib melaksanakan RT-PCR yang disiapkan.

“Wilayah yang terdapat perbatasan dengan negara lain, perlu antisipasi melonjaknya TKI/PMI yang akan kembali ke Indonesia baik secara prosedural maupun non prosedural. Demikian pula wilayah yg berdekatan seperti Singkawang juga perlu mengantisipasi untuk membantu pengkarantinaan lonjakan pelintas batas TKI/PMI,” terangnya.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut Dandim 1202/Skw menyampaikan penanganan Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah dan TNI Polri sebagai Satgas, namun masyarakat juga harus bersama sama untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan 5M. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/