alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

20 Orang Pengemis dan Anak Punk  Dirazia

Dinilai Meresahkan Warga

SINGKAWANG—Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Singkawang melakukan razia anak jalanan, pengemis, anak anak punk di tempat-tempat stretagis kota yang dianggap meresahkan masyarakat, Selasa (26/1).

Dari hasil razia tersebut terjaring 20 orang mulai berusia muda hingga tua. Dimana 20 orang tersebut mayoritas berasal dari luar kota Singkawang. “Kegiatan hingga terjaring 20 orang ini sebagai tindak lanjut dari adanya keresahan masyarakat Singkawang maupun atensi dari pimpinan. Dimana pak Sekda Singkawang minta untuk menertibkan anak anak jalanan yang dianggap meresahkan warga,” ungkap Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karjadi.

Ia mengatakan keresahan warga Singkawang dimaksud salah satunya warga terganggu kehadiran anak anak punk tersebut. Dimana saat orang Singkawang atau wisatawan ke Singkawang tengah menikmati kuliner lalu didatangi anak anak jalanan ini dengan penampilan pengemis dan meminta-minta. Ditambah lagi aroma tidak sedap dari badan anak anak jalanan ini mengganggu wisatawan menikmati kuliner di kota Singkawang.

“Ada laporan ke kami anak anak punk ini mengganggu orang berwisata yang sedang menikmati kuliner dengan aroma bau badan mereka. Memang luar biasa bau badannya,” kata Karjadi.

Ada kejadian saat Karjadi memintai keterangan diantara mereka yang terjaring Pol PP. Satu diantaranya seorang pria pengemis. “Dulu pria ini sudah di tangkap. Ditanya asal dari Bengkayang. Bapak ini berjanji tidak mau meminta minta lagi. Alasannya mengememis untuk berkebun, saya kasih bantuan dana untuk menanam cabai, tomat dan lainya di kampungnya. Eh hari ini tertangkap lagi sedang meminta minta di jalanan,” ujar Karjadi.

Baca Juga :  Kodim 1202/Singkawang Berikan Materi Wasbang

Cerita lainya dua orang perempuan juga minta sumbangan mengatasnamakan pantiasuhan atau pondok pesantren. Dimana dalam dua jam beroperasi sudah mendapat Rp 160.000. Dimana keduanya berasal dari Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. “Anak anak punk sebagain besar dari luar Singkawang ada dari Sampit, Tayan, Mempawah, Pontianak. Untuk itu nanti saya akan berkoodinasi dengan seluruh Sat Pol PP di Kalbar dan pemerintah daerah untuk kerjasamanya guna melakukan pembinaan kemasyarakatan sampai arahan agar tidak kembali ke Singkawang untuk mengemis,” ungkap Karjadi.

Ada juga kisah miris anak anak punk ini. Dimana ada tiga pasangan mengaku suami istri tanpa ada surat, dimana mereka sudah dikategorikan kumpul kebo, tidur bersama. “Tentu hal ini ini tidak bisa kita biarkan dengan pasangan kumpul kebo, kami warga Singkawang merasa keberatan dan mereka bukan orang ber-KTP Singkawang,” katanya.

Baca Juga :  SPN Singkawang Mulai Beroperasi

Pihaknya sudah melakukukan pendataan baik foto dan data, pembinaan sudah dilakukan baik olahraga, pembersihan kantor kantor, hingga menandatangi perjanjian untuk tak mengulangi perbuatan mereka di kota Singkawang. Usai pembinaan, Sat Pol PP akan menyerahkan 20 orang tersebut ke Dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak Kota Singkawang untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos, PPPA Kota Singkawang, Nadi Suryandi mengatakan usai pelimpahan dari Sat Pol PP, maka pihaknya akan mengembalikan pengemis, pengamen, anak anak punk maupun anak anak jalanan ini ke daerah masing masing. “Bagi mereka yang tinggal di kota dalam provinsi Kalbar akan kita pulangkan sesuai alamat dan wilayahnya. Sedangkan untuk di luar Kalbar maka akan kita antar ke Dinas sosial Provinsi Kalbar untuk dipulangke daerah masing masing,” jelasnya.

Salah satu warga yang terjaring, Wandi mengatakan sudah lama jadi pengemis. Dari pintu ke pintu, Wandi mengatakan bisa mengumpulkan uang. Dimana uang digunakan menghidupi diri dan bayar kontrakan. “Penghasilan saya tidak menentu, tapi waktu natal sampai tahun baru saya dapat Rp 1.200.00,” katanya. (har)

Dinilai Meresahkan Warga

SINGKAWANG—Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Singkawang melakukan razia anak jalanan, pengemis, anak anak punk di tempat-tempat stretagis kota yang dianggap meresahkan masyarakat, Selasa (26/1).

Dari hasil razia tersebut terjaring 20 orang mulai berusia muda hingga tua. Dimana 20 orang tersebut mayoritas berasal dari luar kota Singkawang. “Kegiatan hingga terjaring 20 orang ini sebagai tindak lanjut dari adanya keresahan masyarakat Singkawang maupun atensi dari pimpinan. Dimana pak Sekda Singkawang minta untuk menertibkan anak anak jalanan yang dianggap meresahkan warga,” ungkap Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karjadi.

Ia mengatakan keresahan warga Singkawang dimaksud salah satunya warga terganggu kehadiran anak anak punk tersebut. Dimana saat orang Singkawang atau wisatawan ke Singkawang tengah menikmati kuliner lalu didatangi anak anak jalanan ini dengan penampilan pengemis dan meminta-minta. Ditambah lagi aroma tidak sedap dari badan anak anak jalanan ini mengganggu wisatawan menikmati kuliner di kota Singkawang.

“Ada laporan ke kami anak anak punk ini mengganggu orang berwisata yang sedang menikmati kuliner dengan aroma bau badan mereka. Memang luar biasa bau badannya,” kata Karjadi.

Ada kejadian saat Karjadi memintai keterangan diantara mereka yang terjaring Pol PP. Satu diantaranya seorang pria pengemis. “Dulu pria ini sudah di tangkap. Ditanya asal dari Bengkayang. Bapak ini berjanji tidak mau meminta minta lagi. Alasannya mengememis untuk berkebun, saya kasih bantuan dana untuk menanam cabai, tomat dan lainya di kampungnya. Eh hari ini tertangkap lagi sedang meminta minta di jalanan,” ujar Karjadi.

Baca Juga :  Banyak Formasi CPNS Kesehatan Kosong Pelamar

Cerita lainya dua orang perempuan juga minta sumbangan mengatasnamakan pantiasuhan atau pondok pesantren. Dimana dalam dua jam beroperasi sudah mendapat Rp 160.000. Dimana keduanya berasal dari Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. “Anak anak punk sebagain besar dari luar Singkawang ada dari Sampit, Tayan, Mempawah, Pontianak. Untuk itu nanti saya akan berkoodinasi dengan seluruh Sat Pol PP di Kalbar dan pemerintah daerah untuk kerjasamanya guna melakukan pembinaan kemasyarakatan sampai arahan agar tidak kembali ke Singkawang untuk mengemis,” ungkap Karjadi.

Ada juga kisah miris anak anak punk ini. Dimana ada tiga pasangan mengaku suami istri tanpa ada surat, dimana mereka sudah dikategorikan kumpul kebo, tidur bersama. “Tentu hal ini ini tidak bisa kita biarkan dengan pasangan kumpul kebo, kami warga Singkawang merasa keberatan dan mereka bukan orang ber-KTP Singkawang,” katanya.

Baca Juga :  Pangdam XII/Tpr Tutup Dimata TNI AD

Pihaknya sudah melakukukan pendataan baik foto dan data, pembinaan sudah dilakukan baik olahraga, pembersihan kantor kantor, hingga menandatangi perjanjian untuk tak mengulangi perbuatan mereka di kota Singkawang. Usai pembinaan, Sat Pol PP akan menyerahkan 20 orang tersebut ke Dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak Kota Singkawang untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos, PPPA Kota Singkawang, Nadi Suryandi mengatakan usai pelimpahan dari Sat Pol PP, maka pihaknya akan mengembalikan pengemis, pengamen, anak anak punk maupun anak anak jalanan ini ke daerah masing masing. “Bagi mereka yang tinggal di kota dalam provinsi Kalbar akan kita pulangkan sesuai alamat dan wilayahnya. Sedangkan untuk di luar Kalbar maka akan kita antar ke Dinas sosial Provinsi Kalbar untuk dipulangke daerah masing masing,” jelasnya.

Salah satu warga yang terjaring, Wandi mengatakan sudah lama jadi pengemis. Dari pintu ke pintu, Wandi mengatakan bisa mengumpulkan uang. Dimana uang digunakan menghidupi diri dan bayar kontrakan. “Penghasilan saya tidak menentu, tapi waktu natal sampai tahun baru saya dapat Rp 1.200.00,” katanya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/