alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berlaku

SINGKAWANG – Satgas Penanganan Covid-19 Singkawang mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kota Singkawang selama satu minggu ke depan, mulai 24 April hingga 1 Mei. Sejumlah aturan ditetapkan dalam PPKM ini, di antaranya adalah pelaksanaan patroli disiplin protokol kesehatan (Prokes) dan pembatasan jam operasional usaha meliputi usaha pasar moder, mal,  kafe, warkop, restoran, hingga pedagang kaki lima (PKL).

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui Satgas Covid-19 Singkawang juga menerapkan aturan pemeriksaan uji usap kepada para pengunjung tempat-tempat usaha yang kedapatan melanggar prokes. “Yang di-swab adalah yang melanggar protokol kesehatan saja,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Singkawang, Barita, Minggu (25/4) di Singkawang.

Para pelanggar prokes yang terjaring akan mereka bawa ke meja tim kesehatan untuk dilakukan uji usap.  Apabila dinyatakan positif, maka yang terpapar akan mereka karantina dan diawasi oleh tim Satgas Kecamatan dan Kelurahan sesuai domisili.

“Ini sesuai dengan aturan PPKM mikro,” katanya.

Dalam keseriusan penanganan Covid-19 pada penerapan PPKM mikro ini, pihaknya bahkan sudah menyiapkan lebih dari 1.000 alat swab yang siap digunakan untuk menguji usap para pelanggar prokes.

Baca Juga :  Masyarakat Hibah Lahan 1,6 Ha

“Kami tim kesehatan akan standby di tempat untuk swab,” terangnya.

Pada pelaksanaan patroli massal perdana pada Sabtu 24 April 2021 malam belum ada satu orang pun yang diswab dan terjaring melanggar prokes. “Belum ada yang terjaring melanggar prokes,” ujar Barita.

Sementara Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Singkawang, Tjhai Chui Mie yang turun langsung pada penerapan PPKM untuk bertemu langsung dengan masyarakat Kota Singkawang, sembari memberikan edukasi protokol kesehatan. “Kami berpatroli untuk membangun kesadaran masyarakat, sehingga mereka patuh dan mengerti bahaya Covid-19. Kami meminta masyarakat untuk bersatu bergandeng-tangan untuk melawan Covid-19,” sosok yang juga Wali Kota (Wako) Singkawang tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian diri untuk mengurangi aktivitas di malam hari. Ia juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan 3M di lingkungan kerjanya.

“Kalau kurang tidur, imunitas kita akan menurun. Dengan imunitas yang menurun dan mobilitas yang tinggi tentu mudah terpapar virus. Maka dari itu, saya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan bersama-sama,” katanya.

Untuk para pelaku usaha, dia meminta untuk disiplin protokol kesehatan, selalu menjaga jarak, dan memakai masker, sehingga terhindar dari paparan Covid-19. “Dalam satu minggu ini, kami akan patroli terus. Kemudian akan kembali dievaluasi PPKM mikro ini, jika terus meningkat, jam operasional akan dibatasi lebih singkat dari yang telah ditetapkan.” ujarnya.

Baca Juga :  Penyemprotan Disinfectan Ruang Sekolah

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Singkawang mengeluarkan Instruksi Nomor: 180/1/SETDA.KESRA-B tahun 2021 tentang Penghentian Sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang pendidikan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa instruksi tersebut menindaklanjuti Keputusan Wali Kota Singkawang Nomor: 500/141/SETDA.EKSDA-B tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, serta untuk mengoptimalkan peran posko penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan. Maka sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 09 tahun 2021, Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 280/KESRA/2021, dan Instruksi Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 445/3592/DINKES-YANKES.C, diinstruksikan untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua jenjang pendidikan di Kota Singkawang, dan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dapat diselenggarakan kembali sampai pemberitahuan lebih lanjut. (har)

SINGKAWANG – Satgas Penanganan Covid-19 Singkawang mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kota Singkawang selama satu minggu ke depan, mulai 24 April hingga 1 Mei. Sejumlah aturan ditetapkan dalam PPKM ini, di antaranya adalah pelaksanaan patroli disiplin protokol kesehatan (Prokes) dan pembatasan jam operasional usaha meliputi usaha pasar moder, mal,  kafe, warkop, restoran, hingga pedagang kaki lima (PKL).

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui Satgas Covid-19 Singkawang juga menerapkan aturan pemeriksaan uji usap kepada para pengunjung tempat-tempat usaha yang kedapatan melanggar prokes. “Yang di-swab adalah yang melanggar protokol kesehatan saja,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Singkawang, Barita, Minggu (25/4) di Singkawang.

Para pelanggar prokes yang terjaring akan mereka bawa ke meja tim kesehatan untuk dilakukan uji usap.  Apabila dinyatakan positif, maka yang terpapar akan mereka karantina dan diawasi oleh tim Satgas Kecamatan dan Kelurahan sesuai domisili.

“Ini sesuai dengan aturan PPKM mikro,” katanya.

Dalam keseriusan penanganan Covid-19 pada penerapan PPKM mikro ini, pihaknya bahkan sudah menyiapkan lebih dari 1.000 alat swab yang siap digunakan untuk menguji usap para pelanggar prokes.

Baca Juga :  Masyarakat Hibah Lahan 1,6 Ha

“Kami tim kesehatan akan standby di tempat untuk swab,” terangnya.

Pada pelaksanaan patroli massal perdana pada Sabtu 24 April 2021 malam belum ada satu orang pun yang diswab dan terjaring melanggar prokes. “Belum ada yang terjaring melanggar prokes,” ujar Barita.

Sementara Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Singkawang, Tjhai Chui Mie yang turun langsung pada penerapan PPKM untuk bertemu langsung dengan masyarakat Kota Singkawang, sembari memberikan edukasi protokol kesehatan. “Kami berpatroli untuk membangun kesadaran masyarakat, sehingga mereka patuh dan mengerti bahaya Covid-19. Kami meminta masyarakat untuk bersatu bergandeng-tangan untuk melawan Covid-19,” sosok yang juga Wali Kota (Wako) Singkawang tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian diri untuk mengurangi aktivitas di malam hari. Ia juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan 3M di lingkungan kerjanya.

“Kalau kurang tidur, imunitas kita akan menurun. Dengan imunitas yang menurun dan mobilitas yang tinggi tentu mudah terpapar virus. Maka dari itu, saya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan bersama-sama,” katanya.

Untuk para pelaku usaha, dia meminta untuk disiplin protokol kesehatan, selalu menjaga jarak, dan memakai masker, sehingga terhindar dari paparan Covid-19. “Dalam satu minggu ini, kami akan patroli terus. Kemudian akan kembali dievaluasi PPKM mikro ini, jika terus meningkat, jam operasional akan dibatasi lebih singkat dari yang telah ditetapkan.” ujarnya.

Baca Juga :  Program Aplikasi Merpati Layani Sepenuh Hati

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Singkawang mengeluarkan Instruksi Nomor: 180/1/SETDA.KESRA-B tahun 2021 tentang Penghentian Sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang pendidikan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa instruksi tersebut menindaklanjuti Keputusan Wali Kota Singkawang Nomor: 500/141/SETDA.EKSDA-B tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, serta untuk mengoptimalkan peran posko penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan. Maka sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 09 tahun 2021, Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 280/KESRA/2021, dan Instruksi Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 445/3592/DINKES-YANKES.C, diinstruksikan untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua jenjang pendidikan di Kota Singkawang, dan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dapat diselenggarakan kembali sampai pemberitahuan lebih lanjut. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/