alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Fenomena Gerhana Matahari Cincin di Singkawang

Bermanfaat Bagi Warga, Berdampak Bagi Pariwisata

SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersyukur Singkawang menjadi lintasan Gerhana Matahari Cincin (GMC). Selain sebagai daya tarik wisatawan, peristiwa ini juga dinilai sebagai momen untuk penerapan ilmu pengetahuan, baik bagi ilmuwan, praktisi, maupun para pelajar.

“Kita sangat bersyukur sekali adanya GMC ini. Jadi fenomena ini memberikan manfaat ilmu pengetahuan bagi warga sekaligus dampak ekonomi bagi Kota Singkawang,” ungkapnya usai membuka pawai multietnis menyongsong GMC di Mess Daerah, Kamis (26/22).

Sebagaimana diketahui, gerhana matahari adalah suatu fenomena alam yang terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga cahaya tersebut tidak semuanya sampai ke bumi. Sedangkan Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari pada piringan matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana matahari tampak seperti cincin yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya.

Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC, Kamis (26/12) adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Samudera India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik.

Baca Juga :  Livelihood Program KOTAKU Pengembangan Industri Terasi Kota Singkawang

“Kebetulan pada hari ini di Kota Singkawang akan dilewati fenomena alam langka tersebut dan menjadi salah satu titik terbaik untuk melihat fenomena alam itu di Indonesia, selain di Kabupaten Siak, Riau. Tidak semua daerah di Indonesia dapat melihat fenomena ini, sehingga kita bersyukur Kota Singkawang dapat menyaksikan fenomena ini,” ujarnya. Menurut perhitungan astronomi, fenomena alam ini akan terjadi kurang lebih 300 tahun lagi untuk melewati Kota Singkawang.

Tjhai Chui Mie menambahkan, sebagaimana visi dan misi ketujuh Pemkot Singkawang yakni “Mewujudkan Kota Singkawang sebagai kota perdagangan, jasa dan pariwisata” maka GMC ini dikemas menjadi sebuah event atau tontonan bagi wisatawan agar datang ke Kota Singkawang untuk menyaksikan fenomena alam ini.

Menurut Tjhai Chui Mie, event ini terselenggara karena adanya dukungan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) serta seluruh pihak, baik Pemkot Singkawang, BUMN, BUMD, maupun masyarakat Kota Singkawang yang bersinergi untuk menyukseskan event ini.

“Sudah kita saksikan bersama kegiatan ini berjalan dengan sukses sesuai dengan harapan kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga :  Tim Lapan Survei Lokasi Pengamatan Gerhana Matahari Cincin di Singkawang

Tjhai Chui Mie melihat, seluruh elemen masyarakat sangat antusias menyaksikan GMC ini. Kelompok astronom amatir, mahasiswa, dan dosen perguruan tinggi bahkan menyiapkan berbagai kombinasi penelitian dalam berbagai tingkatan dengan kegiatan pendidikan publik. Fenomena ini juga menjadi perhatian bagi wisatawan sehingga diharapkan memberikan efek positif bagi sektor pariwisata Kota Singkawang.

Untuk meramaikan event ini, penyelenggara juga melaksanakan beberapa kegiatan lain misalnya pawai budaya multietnis. Dalam menyongsong GMC 2019 ini, Pemkot Singkawang bekerjasama dengan LAPAN sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dan beberapa langkah penyiapan masyarakat dan para peneliti karena GMC juga sebagai sumber pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang pengamatan gerhana matahari.

Dalam hal ini, LAPAN ikut berpartisipasi dengan memboyong fasilitas planetarium mini untuk dapat dinikmati masyarakat serta siswa yang penasaran mengenai tata surya dan antariksa. Ini tentunya disertai juga dengan pemberian pengetahuan tentang GMC, dan juga cara penggunaan instrumen seperti bandul, thermometer, hygrometer, sampai kamera lubang jarum yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian dasar saat terjadinya GMC. (har)

 

Bermanfaat Bagi Warga, Berdampak Bagi Pariwisata

SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersyukur Singkawang menjadi lintasan Gerhana Matahari Cincin (GMC). Selain sebagai daya tarik wisatawan, peristiwa ini juga dinilai sebagai momen untuk penerapan ilmu pengetahuan, baik bagi ilmuwan, praktisi, maupun para pelajar.

“Kita sangat bersyukur sekali adanya GMC ini. Jadi fenomena ini memberikan manfaat ilmu pengetahuan bagi warga sekaligus dampak ekonomi bagi Kota Singkawang,” ungkapnya usai membuka pawai multietnis menyongsong GMC di Mess Daerah, Kamis (26/22).

Sebagaimana diketahui, gerhana matahari adalah suatu fenomena alam yang terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga cahaya tersebut tidak semuanya sampai ke bumi. Sedangkan Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari pada piringan matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana matahari tampak seperti cincin yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya.

Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC, Kamis (26/12) adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Samudera India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik.

Baca Juga :  UPP Saber Pungli Monitoring Layanan Publik

“Kebetulan pada hari ini di Kota Singkawang akan dilewati fenomena alam langka tersebut dan menjadi salah satu titik terbaik untuk melihat fenomena alam itu di Indonesia, selain di Kabupaten Siak, Riau. Tidak semua daerah di Indonesia dapat melihat fenomena ini, sehingga kita bersyukur Kota Singkawang dapat menyaksikan fenomena ini,” ujarnya. Menurut perhitungan astronomi, fenomena alam ini akan terjadi kurang lebih 300 tahun lagi untuk melewati Kota Singkawang.

Tjhai Chui Mie menambahkan, sebagaimana visi dan misi ketujuh Pemkot Singkawang yakni “Mewujudkan Kota Singkawang sebagai kota perdagangan, jasa dan pariwisata” maka GMC ini dikemas menjadi sebuah event atau tontonan bagi wisatawan agar datang ke Kota Singkawang untuk menyaksikan fenomena alam ini.

Menurut Tjhai Chui Mie, event ini terselenggara karena adanya dukungan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) serta seluruh pihak, baik Pemkot Singkawang, BUMN, BUMD, maupun masyarakat Kota Singkawang yang bersinergi untuk menyukseskan event ini.

“Sudah kita saksikan bersama kegiatan ini berjalan dengan sukses sesuai dengan harapan kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga :  Tim Lapan Survei Lokasi Pengamatan Gerhana Matahari Cincin di Singkawang

Tjhai Chui Mie melihat, seluruh elemen masyarakat sangat antusias menyaksikan GMC ini. Kelompok astronom amatir, mahasiswa, dan dosen perguruan tinggi bahkan menyiapkan berbagai kombinasi penelitian dalam berbagai tingkatan dengan kegiatan pendidikan publik. Fenomena ini juga menjadi perhatian bagi wisatawan sehingga diharapkan memberikan efek positif bagi sektor pariwisata Kota Singkawang.

Untuk meramaikan event ini, penyelenggara juga melaksanakan beberapa kegiatan lain misalnya pawai budaya multietnis. Dalam menyongsong GMC 2019 ini, Pemkot Singkawang bekerjasama dengan LAPAN sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dan beberapa langkah penyiapan masyarakat dan para peneliti karena GMC juga sebagai sumber pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang pengamatan gerhana matahari.

Dalam hal ini, LAPAN ikut berpartisipasi dengan memboyong fasilitas planetarium mini untuk dapat dinikmati masyarakat serta siswa yang penasaran mengenai tata surya dan antariksa. Ini tentunya disertai juga dengan pemberian pengetahuan tentang GMC, dan juga cara penggunaan instrumen seperti bandul, thermometer, hygrometer, sampai kamera lubang jarum yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian dasar saat terjadinya GMC. (har)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/