alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Wujudkan Generasi Muda Berkualitas

SINGKAWANG—Guna mewujudkan generasi muda berkualitas, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kota Singkawang menggelar kegiatan regenerasi Forum Anak Daerah Singkawang dengan tema Go To The Moon: Generasi Berkualitas, Berinovasi tak Berbatas (Gebrak Batas) di basement Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (27/5).

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (28/5) ini, menghadirkan Dr Hamid Patilima seorang pakar pengembangan layak anak, dengan materi kepeloporan dalam penerapan konvensi hak anak (KHA). Selain itu ada sesi diskusi panel yang menghadirkan pihak Polres Singkawang, Disdukcapil Singkawang, dan Pengadilan Agama Singkawang.

Berbagai hal dibahas dalam sesi KHA ini. Salah satunya peran elemen masyarakat, keluarga, orang tua dan tokoh budaya, tokoh masyarakat dalam upaya melindungi anak itu sendiri. Tentunya, kata dia, orang dewasa memiliki kewajiban terhadap anak. “Mulai dari melindungi, menghormati, memenuhi dan memajukan anak itu sendiri,” jelas Hamid Patilima.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga Rentan Terpapar HIV/AIDS

Selain itu, ia menengahkan peran Forum Anak Nasional (FAN) yang terbentuk berjenjang mulai kabupaten/kota hingga kelurahan. Forum anak sebagai organisasi anak yang dibina oleh pemerintah RI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia.

Lalu bagaimana peran Forum Anak itu sendiri? Hamid mengelompokkan ke dalam dua peran. Pertama, sebagai pelopor. Forum Anak bisa berperan melakukan kampanye terkait mensukseskan ajakan pembuatan akta kelahiran, menginformasikan terkait layak anak, pencegahan perkawinan anak, kampanye terkait ruang bermain anak hingga adanya kekerasan terhadap anak. Bahkan anak anak bisa menjadi pelopor penguatan teman sebaya, misalkan pengenalan hak anak dan perlindungan khusus

Kedua forum anak sebagai pelapor, perkawinan anak, gizi buruk, masalah putus sekolah, pemenuhan gizi anak dan lainnya, dimana hal tersebut bisa disampaikan kepada pemerintah itu sendiri. “Intinya Forum Anak menjadi satu wadah candradimuka untuk menggodok kita menjadi individu yang lebih berkualitas.

Baca Juga :  Edy R Yacoub Rangkul Komunitas GBS Untuk Bagikan Multivitamin di Singkawang

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Bosni berhadap melalui kegiatan yang dilakukan partisipasi anak dalam mendukung pembangunan semakin meningkat.

“Forum Anak Singkawang sudah menjadi wadah komunikasi dan koordinasi bagi Pemkot Singkawang dalam upaya perlindungan anak di kota Singkawang. Sehingga peran Forum Anak senantiasa terlibat aktif dalam usulan, perencanaan, program anak di kota Singkawang,” katanya.

Kedepannya, kata Bosni, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman anak anak terkait hak dan kewajibannya serta perannya bersama pemerintah mewujudkan kehidupan anak yang lebih baik lagi. (har)

SINGKAWANG—Guna mewujudkan generasi muda berkualitas, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kota Singkawang menggelar kegiatan regenerasi Forum Anak Daerah Singkawang dengan tema Go To The Moon: Generasi Berkualitas, Berinovasi tak Berbatas (Gebrak Batas) di basement Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (27/5).

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (28/5) ini, menghadirkan Dr Hamid Patilima seorang pakar pengembangan layak anak, dengan materi kepeloporan dalam penerapan konvensi hak anak (KHA). Selain itu ada sesi diskusi panel yang menghadirkan pihak Polres Singkawang, Disdukcapil Singkawang, dan Pengadilan Agama Singkawang.

Berbagai hal dibahas dalam sesi KHA ini. Salah satunya peran elemen masyarakat, keluarga, orang tua dan tokoh budaya, tokoh masyarakat dalam upaya melindungi anak itu sendiri. Tentunya, kata dia, orang dewasa memiliki kewajiban terhadap anak. “Mulai dari melindungi, menghormati, memenuhi dan memajukan anak itu sendiri,” jelas Hamid Patilima.

Baca Juga :  Usulkan RS Perbatasan Bertaraf Internasional

Selain itu, ia menengahkan peran Forum Anak Nasional (FAN) yang terbentuk berjenjang mulai kabupaten/kota hingga kelurahan. Forum anak sebagai organisasi anak yang dibina oleh pemerintah RI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia.

Lalu bagaimana peran Forum Anak itu sendiri? Hamid mengelompokkan ke dalam dua peran. Pertama, sebagai pelopor. Forum Anak bisa berperan melakukan kampanye terkait mensukseskan ajakan pembuatan akta kelahiran, menginformasikan terkait layak anak, pencegahan perkawinan anak, kampanye terkait ruang bermain anak hingga adanya kekerasan terhadap anak. Bahkan anak anak bisa menjadi pelopor penguatan teman sebaya, misalkan pengenalan hak anak dan perlindungan khusus

Kedua forum anak sebagai pelapor, perkawinan anak, gizi buruk, masalah putus sekolah, pemenuhan gizi anak dan lainnya, dimana hal tersebut bisa disampaikan kepada pemerintah itu sendiri. “Intinya Forum Anak menjadi satu wadah candradimuka untuk menggodok kita menjadi individu yang lebih berkualitas.

Baca Juga :  Tanggapan Institute Indonesia Muda; Jangan Playing Victim

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Bosni berhadap melalui kegiatan yang dilakukan partisipasi anak dalam mendukung pembangunan semakin meningkat.

“Forum Anak Singkawang sudah menjadi wadah komunikasi dan koordinasi bagi Pemkot Singkawang dalam upaya perlindungan anak di kota Singkawang. Sehingga peran Forum Anak senantiasa terlibat aktif dalam usulan, perencanaan, program anak di kota Singkawang,” katanya.

Kedepannya, kata Bosni, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman anak anak terkait hak dan kewajibannya serta perannya bersama pemerintah mewujudkan kehidupan anak yang lebih baik lagi. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/