alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Heboh Virus Corona, Jangan Panik, RS Siapkan Ruang Isolasi

SINGKAWANG—Pemerintah kota Singkawang siap mengantisipasi terkait isu Corona yang kini mendunia. Warga Singkawang maupun calon wisatawan tidak perlu panik, karena Pemkot Singkawang sudah menyiapkan segala sesuatunya sehingga isu Corona tak bakal bikin orang takut ke Singkawang.

“Isu virus Corona ini menjadi perhatian kita khususnya Pemkot Singkawang. Kita sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Kita siap mengantisipasi kemungkinan yang ada,” ungkap Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie kepada sejumlah media di ruang kerjanya, Selasa (28/1) kemarin.

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Karantinan Kesehatan Border Aruk, di Kabupaten Sambas bahwa keluar masuknya warga di wilayah perbatasan sudah dilakukan detaksi menggunakan alat pengukur suhu. “Semua dilakukan sesuai standar internasional. Jadi jika ada warga yang masuk melalui perbatasan dengan suhu badan 38 derajat celsius langsung terdeteksi dan langsung bisa dilakukan tindakan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, masyarakat Singkawang dan calon wisatawan yang akan datang ke Singkawang mengingat akan dilaksanakan Cap Go Meh pada 8 Februari 2020 mendatang untuk tidak panik apalagi takut. Pemkot Singkawang sudah menyiapkan sarana prasarana mengatasi persoalan isu Corona ini termasuk kesiapsiagaan rumah sakit, alat hingga paramedis. “Mari kita sambut Cap Go Meh 2020 dengan semangat,” ajaknya.

Ia mengimbau masyaratak menjaga kesehatan. Mulai cuci tangan sebelum makan dan usai beraktifitas, jika keluar rumah apalagi pakai kendaraan maupun dikeramaian agar menggunakan masker.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, dr Barita P Ompusunggu juga mengatakan masyarakat tidak perlu panik. Kasus Virus Corona bukanlah yang pertama kali di dunia. Hanya saja virus ini berwujud jenis baru bernama Novel Corona. Virus yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas, ditandai demam, batuk, pilek dan sesak nafas. Samahalnya saat dunia digegerkan virus flu burung, SARS, pemerintah bisa mengatasinya termasuk di Kota Singkawang. “Adanya isu Corona ini kita tetap memberikan atensi. Kita tidak lengah. Persiapan mulai deteksi, pencegahan dini sudah kita lakukan. Termasuk kesiapan rumah sakit di Singkawang dalam penanganannya suspect nantinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dari Singkawang Wujudkan KNPI Satu

Kemudian, dr Barita menegaskan penularan Corona ini tidak mudah dan jangan bayangkan seperti informasi di media sosial.

Hal lain yang perlu diketahui warga Singkawang dan calon wisatawan, tambah Barita, siapapun yang masuk ke Singkawang tentu akan terjaring karena sebelum masuk ke Singkawang sudah melalui kota Pontianak, Mempawah hingga perbatasan Kabupaten Sambas sehingga sudah terjaring melalui alat deteksi.

Kemudian menghadapi CGM 2020, Dinkes dan KB sudah melakukan langkah-langkah. Pertama pihaknya bersama para unsur pimpinan Dinskes dan KB termasuk Puskesmas sudah memetakan jalur jalur yang akan dimasuki warga. Sehingga jika ada dicurigai suspect atau dengan orang yang dicurigai maka akan jalur masuk ke wilayah diselenggarakannya CGM tidak akan sama. “Jika ada kasus orang dengan batuk pilek yang berat nanti akan kita rawat secara khusus di RS Abdul Aziz Singkawang ataupun rumah sakit sekitar lokasi kegiatan,” katanya. Selain itu, pihaknya juga akan mendirikan Posko Umum Kesehatan disiapkan di acara Cap Go Meh.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ahyadi mengimbau kepada pengguna Medsos terkait Corona ini agar dapat memberitakan apa adanya, secara baik dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jika menerima informasi virus corona harus selektif misalkan kiriman video. Karena indikasi adanya video tertentu dikirim oknum oknum tertentu berseliweran dijagad maya mohon difilter. Memang ini virus bahaya namun jangan sampai membuat warga panik atau takut,” jelasnya.

Hal ini ia sampaikan karena dari beberapa kasus di kota asal penyebaran virus ini sudah ada pemulihan dan penyembuhan warga, dimana artinya pihak otoritas setempat di Tiongkok sudah melakukan usaha terbaik menangani secara medis.

“Untuk di kota Singkawang, seluruh dinas sudah melakukan koordinasi terkait masalah ini. Dan marilah kita menyambut CGM yang pada 8 Februari dengan perasaan senang tanpa ketakutan, warga Singkawang dan calon pengunjung tidak perlu ragu, karena standar penanganan dan deteksi dini sudah disiapkan, bahkan RS Abdul Aziz sudah ada ruang khusus, sarana prasana termasuk tenaga medisnya sudah siap,” katanya.

Baca Juga :  Cemburu, Pelaku Tusuk Sang Pacar

Siapkan Ruang Isolasi

Dinas Kesehatan Ketapang akan mengusulkan RSUD dr Agoesdjam Ketapang sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus Corona yang saat ini sudah mulai mewabah di beberapa negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Ketapang, Rustami, menanggapi antisipasi masuknya virus Corona melalui WNA asal Cina

Rustami mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Ketapang mengingat jumlah WNA, khususnya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Ketapang cukup banyak. “Namun untuk saat ini, belum ada yang terdeteksi. Meski belum terdeteksi, kami mengusulkan melalui bapak Bupati untuk menjadikan rumah sakit Agoesdjam ini menjadi rumah sakit rujukan,” kata Rustami, kemarin (27/1).

Rustami menyebut, banyaknya TKA asal Tiongkok yang keluar masuk Ketapang sehingga penanganan cepat sangat perlu dilakukan, baik mengisolasi korban atau penangan medis sesuai SOP yang sudah ditetapkan. Sedangkan di Kalbar sendiri hanya ada tiga rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan virus corona.

“Alasan kami mengusulkan itu, karena jarak tempuh antara Ketapang ke rumah sakit rujukan seperti RSUD Soedarso di Pontianak, rumah sakit Sintang dan rumah sakit di Singkawang sangat jauh, sehinga memerlukan waktu yang lama,” ungkapnya.

Walaupun RSUD dr Agoesdjam Ketapang tidak ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan, namun pihaknya sudah mempersiapkan ruang isolasi yang jika ada warga asing atau warga lokal yang terinfeksi virus corona dapat ditangani segera. “Kami juga menyiapkan ruang isolasi sementara di Agoesdjam, sebelum dikirim rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Rustami menambahkan, saat ini Pemda melalui Dinkes Ketapang sudah melakukan imbauan dan informasi ke beberapa rumah sakit dan puskesmas yang ada terkait virus corona untuk disampaikan kepada masyarakat, baik gejala klinis, maupun langkah pencegahan dini. “Kami sudah membuat imbauan ke masyarakat, baik melalui media cetak, elektronik, radio pemda dan edaran-edaran ke puskesmas, rumah sakit baik negeri maupun swasta dalam rangka antisipasi virus Corona,” pungkasnya. (har/afi)

SINGKAWANG—Pemerintah kota Singkawang siap mengantisipasi terkait isu Corona yang kini mendunia. Warga Singkawang maupun calon wisatawan tidak perlu panik, karena Pemkot Singkawang sudah menyiapkan segala sesuatunya sehingga isu Corona tak bakal bikin orang takut ke Singkawang.

“Isu virus Corona ini menjadi perhatian kita khususnya Pemkot Singkawang. Kita sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Kita siap mengantisipasi kemungkinan yang ada,” ungkap Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie kepada sejumlah media di ruang kerjanya, Selasa (28/1) kemarin.

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Karantinan Kesehatan Border Aruk, di Kabupaten Sambas bahwa keluar masuknya warga di wilayah perbatasan sudah dilakukan detaksi menggunakan alat pengukur suhu. “Semua dilakukan sesuai standar internasional. Jadi jika ada warga yang masuk melalui perbatasan dengan suhu badan 38 derajat celsius langsung terdeteksi dan langsung bisa dilakukan tindakan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, masyarakat Singkawang dan calon wisatawan yang akan datang ke Singkawang mengingat akan dilaksanakan Cap Go Meh pada 8 Februari 2020 mendatang untuk tidak panik apalagi takut. Pemkot Singkawang sudah menyiapkan sarana prasarana mengatasi persoalan isu Corona ini termasuk kesiapsiagaan rumah sakit, alat hingga paramedis. “Mari kita sambut Cap Go Meh 2020 dengan semangat,” ajaknya.

Ia mengimbau masyaratak menjaga kesehatan. Mulai cuci tangan sebelum makan dan usai beraktifitas, jika keluar rumah apalagi pakai kendaraan maupun dikeramaian agar menggunakan masker.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, dr Barita P Ompusunggu juga mengatakan masyarakat tidak perlu panik. Kasus Virus Corona bukanlah yang pertama kali di dunia. Hanya saja virus ini berwujud jenis baru bernama Novel Corona. Virus yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas, ditandai demam, batuk, pilek dan sesak nafas. Samahalnya saat dunia digegerkan virus flu burung, SARS, pemerintah bisa mengatasinya termasuk di Kota Singkawang. “Adanya isu Corona ini kita tetap memberikan atensi. Kita tidak lengah. Persiapan mulai deteksi, pencegahan dini sudah kita lakukan. Termasuk kesiapan rumah sakit di Singkawang dalam penanganannya suspect nantinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Wako Usulkan Pelebaran Jalan Nasional di Singkawang

Kemudian, dr Barita menegaskan penularan Corona ini tidak mudah dan jangan bayangkan seperti informasi di media sosial.

Hal lain yang perlu diketahui warga Singkawang dan calon wisatawan, tambah Barita, siapapun yang masuk ke Singkawang tentu akan terjaring karena sebelum masuk ke Singkawang sudah melalui kota Pontianak, Mempawah hingga perbatasan Kabupaten Sambas sehingga sudah terjaring melalui alat deteksi.

Kemudian menghadapi CGM 2020, Dinkes dan KB sudah melakukan langkah-langkah. Pertama pihaknya bersama para unsur pimpinan Dinskes dan KB termasuk Puskesmas sudah memetakan jalur jalur yang akan dimasuki warga. Sehingga jika ada dicurigai suspect atau dengan orang yang dicurigai maka akan jalur masuk ke wilayah diselenggarakannya CGM tidak akan sama. “Jika ada kasus orang dengan batuk pilek yang berat nanti akan kita rawat secara khusus di RS Abdul Aziz Singkawang ataupun rumah sakit sekitar lokasi kegiatan,” katanya. Selain itu, pihaknya juga akan mendirikan Posko Umum Kesehatan disiapkan di acara Cap Go Meh.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ahyadi mengimbau kepada pengguna Medsos terkait Corona ini agar dapat memberitakan apa adanya, secara baik dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jika menerima informasi virus corona harus selektif misalkan kiriman video. Karena indikasi adanya video tertentu dikirim oknum oknum tertentu berseliweran dijagad maya mohon difilter. Memang ini virus bahaya namun jangan sampai membuat warga panik atau takut,” jelasnya.

Hal ini ia sampaikan karena dari beberapa kasus di kota asal penyebaran virus ini sudah ada pemulihan dan penyembuhan warga, dimana artinya pihak otoritas setempat di Tiongkok sudah melakukan usaha terbaik menangani secara medis.

“Untuk di kota Singkawang, seluruh dinas sudah melakukan koordinasi terkait masalah ini. Dan marilah kita menyambut CGM yang pada 8 Februari dengan perasaan senang tanpa ketakutan, warga Singkawang dan calon pengunjung tidak perlu ragu, karena standar penanganan dan deteksi dini sudah disiapkan, bahkan RS Abdul Aziz sudah ada ruang khusus, sarana prasana termasuk tenaga medisnya sudah siap,” katanya.

Baca Juga :  Tujuh Pekerja Bangunan dilarikan ke RS

Siapkan Ruang Isolasi

Dinas Kesehatan Ketapang akan mengusulkan RSUD dr Agoesdjam Ketapang sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus Corona yang saat ini sudah mulai mewabah di beberapa negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Ketapang, Rustami, menanggapi antisipasi masuknya virus Corona melalui WNA asal Cina

Rustami mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Ketapang mengingat jumlah WNA, khususnya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Ketapang cukup banyak. “Namun untuk saat ini, belum ada yang terdeteksi. Meski belum terdeteksi, kami mengusulkan melalui bapak Bupati untuk menjadikan rumah sakit Agoesdjam ini menjadi rumah sakit rujukan,” kata Rustami, kemarin (27/1).

Rustami menyebut, banyaknya TKA asal Tiongkok yang keluar masuk Ketapang sehingga penanganan cepat sangat perlu dilakukan, baik mengisolasi korban atau penangan medis sesuai SOP yang sudah ditetapkan. Sedangkan di Kalbar sendiri hanya ada tiga rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan virus corona.

“Alasan kami mengusulkan itu, karena jarak tempuh antara Ketapang ke rumah sakit rujukan seperti RSUD Soedarso di Pontianak, rumah sakit Sintang dan rumah sakit di Singkawang sangat jauh, sehinga memerlukan waktu yang lama,” ungkapnya.

Walaupun RSUD dr Agoesdjam Ketapang tidak ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan, namun pihaknya sudah mempersiapkan ruang isolasi yang jika ada warga asing atau warga lokal yang terinfeksi virus corona dapat ditangani segera. “Kami juga menyiapkan ruang isolasi sementara di Agoesdjam, sebelum dikirim rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Rustami menambahkan, saat ini Pemda melalui Dinkes Ketapang sudah melakukan imbauan dan informasi ke beberapa rumah sakit dan puskesmas yang ada terkait virus corona untuk disampaikan kepada masyarakat, baik gejala klinis, maupun langkah pencegahan dini. “Kami sudah membuat imbauan ke masyarakat, baik melalui media cetak, elektronik, radio pemda dan edaran-edaran ke puskesmas, rumah sakit baik negeri maupun swasta dalam rangka antisipasi virus Corona,” pungkasnya. (har/afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/