alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Total Sapi Terdampak Capai 300 Ekor, Targetkan Nol PMK

SINGKAWANG – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Sekretaris Daerah Kota Singkawang dan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) mengunjungi rumah pemotongan hewan di Singkawang, baru baru ini. Kunjungan ini merupakan implementasi Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 518 Tahun 2022 dalam konteks pelaksanaan pemotongan hewan bersyarat dan pemusnahan populasi dari sapi-sapi yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Ini adalah bentuk bantuan pemerintah terhadap sapi-sapi yang terdampak PMK. Oleh karena itu, tadi siang, kita bersama-sama dengan Gubernur Kalimantan Barat mencanangkan dalam waktu yang tidak lama. Kita harapkan dalam waktu 1 bulan, kita bisa menciptakan Kalbar zero PMK,” ujar Irjen Kementan RI Jan S Maringka.

Baca Juga :  Orang Tua dan Oknum Guru Damai

Dalam lampiran keputusan itu, wilayah yang diberikan bantuan ialah wilayah atau kawasan zona merah. Untuk itu, hewan yang mati akibat PMK atau tertular PMK dan dikenai tindakan pemotongan bersyarat dapat diberikan bantuan. Sementara, pemberian kompensasi diperuntukkan bagi wilayah atau kawasan (pulau) yang merupakan zona hijau. Kompensasi ini diberikan jika hewan yang didepopulasi merupakan hewan sehat yang berpotensi menularkan PMK pada hewan.

Lebih lanjut, Jan Maringka menyebutkan strategi menciptakan Kalbar nol PMK perlu penanganan yang bersinergi dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Untuk itu, upaya ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus PMK melalui udara yang kian mewabah.

“Kita sudah lakukan pertemuan dengan aparat penegak hukum, APIP, Kajati, dan Kapolda untuk menimbulkan kebersamaan. Persoalan ini tidak bisa dilakukan sendiri atau satu pihak saja. Kita harus membangun sinergi untuk bersama-sama lakukan eksekusi perlahan-lahan tapi pasti. Kita berharap target Kalbar zero PMK ini bisa segera terwujud,” terangnya.

Baca Juga :  Seorang Pria Diamankan Di Salah Satu Obyek Wisata Singkawang

Sejauh ini jumlah sapi yang terdampak PMK di Kalbar telah mencapai angka 300 ekor lebih. Khusus wilayah Kota Singkawang tercatat 8 ekor sapi terdampak PMK, sementara wilayah Kabupaten Sambas sebanyak 24 ekor. Sehingga diperlukan bantuan secepatnya bagi peternak, salah satunya pemotongan hewan bersyarat. (har)

SINGKAWANG – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Sekretaris Daerah Kota Singkawang dan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) mengunjungi rumah pemotongan hewan di Singkawang, baru baru ini. Kunjungan ini merupakan implementasi Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 518 Tahun 2022 dalam konteks pelaksanaan pemotongan hewan bersyarat dan pemusnahan populasi dari sapi-sapi yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Ini adalah bentuk bantuan pemerintah terhadap sapi-sapi yang terdampak PMK. Oleh karena itu, tadi siang, kita bersama-sama dengan Gubernur Kalimantan Barat mencanangkan dalam waktu yang tidak lama. Kita harapkan dalam waktu 1 bulan, kita bisa menciptakan Kalbar zero PMK,” ujar Irjen Kementan RI Jan S Maringka.

Baca Juga :  Singkawang Masuk 10 Kota Toleransi se Indonesia

Dalam lampiran keputusan itu, wilayah yang diberikan bantuan ialah wilayah atau kawasan zona merah. Untuk itu, hewan yang mati akibat PMK atau tertular PMK dan dikenai tindakan pemotongan bersyarat dapat diberikan bantuan. Sementara, pemberian kompensasi diperuntukkan bagi wilayah atau kawasan (pulau) yang merupakan zona hijau. Kompensasi ini diberikan jika hewan yang didepopulasi merupakan hewan sehat yang berpotensi menularkan PMK pada hewan.

Lebih lanjut, Jan Maringka menyebutkan strategi menciptakan Kalbar nol PMK perlu penanganan yang bersinergi dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Untuk itu, upaya ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus PMK melalui udara yang kian mewabah.

“Kita sudah lakukan pertemuan dengan aparat penegak hukum, APIP, Kajati, dan Kapolda untuk menimbulkan kebersamaan. Persoalan ini tidak bisa dilakukan sendiri atau satu pihak saja. Kita harus membangun sinergi untuk bersama-sama lakukan eksekusi perlahan-lahan tapi pasti. Kita berharap target Kalbar zero PMK ini bisa segera terwujud,” terangnya.

Baca Juga :  Penyerahan DIPA Petikan TA 2021

Sejauh ini jumlah sapi yang terdampak PMK di Kalbar telah mencapai angka 300 ekor lebih. Khusus wilayah Kota Singkawang tercatat 8 ekor sapi terdampak PMK, sementara wilayah Kabupaten Sambas sebanyak 24 ekor. Sehingga diperlukan bantuan secepatnya bagi peternak, salah satunya pemotongan hewan bersyarat. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/