alexametrics
31.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

SMP Barito Tunda Pembelajaran Tatap Muka

SINGKAWANG – Pengelola Sekolah Menengah Pertama (SMP) Barito terpaksa menunda pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka pada 4 Januari 2021 mendatang. Kebijakan tersebut dilakukan mereka lantaran Kota Singkawang masih masuk dalam kategori zona oranye Covid-19.

“Sebenarnya kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi proses belajar mengajar tatap muka di sekolah pada 4 Januari mendatang. Namun, berhubung Singkawang masih dalam kategori Zona Orange Covid-19, mau tidak mau pelaksanaan tatap muka kita tunda,” kata Kepala SMP Barito Singkawang, Deddy, Minggu (27/12).

Dia mengungkapkan, sebenarnya sekolah SMP Barito Singkawang, termasuk salah satu dari 17 sekolah yang memenuhi syarat untuk melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka.”Tetapi dari Ketua Yayasan menyampaikan, selama masih dalam zona oranye sebaiknya belajar tatap muka ditunda dulu,” ujarnya.

Mengenai penundaan ini, Deddy menegaskan harus disikapi secara bijaksana, terlebih hal ini menyangkut hajat kesehatan. “Jadi sementara ini kita ikuti dulu aturan yang ada. Nanti jika memang sudah dalam kondisi baik, kita akan tetap laksanakan proses belajar mengajar tatap muka,” janjinya.

Baca Juga :  Petani Berproduksi Terapkan Protokol Kesehatan

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, bagi sekolah yang masih ingin melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka, hendaknya memperhatikan protokol kesehatan. “Jangan sampai ada sekolah yang melanggar aturan Surat Keputusan (SK) 4 Menteri, kemudian sekolah juga harus siap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Dia meminta agar pihak sekolah bisa mengatur siswa-siswinya sewaktu pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka. “Jangan sampai terjadi kerumunan di sekolah,” ucapnya.Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, pertanggal 20 Desember 2020, berdasarkan penilaian indikator dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional, bahwa Kota Singkawang masih berada di zona oranye, yakni zona dengan risiko sedang.

“Kami terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dan patuh menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan dan keramaian,” kata Barita.

Baca Juga :  Bangun Pemahaman Covid-19 Secara Virtual

Hingga Sabtu (26/12), kata Barita, terjadi penambahan sebanyak empat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Singkawang. Empat orang ini, disebutkan dia, terdiri dari perempuan usia 50 tahun asal Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat; laki-laki usia 50 tahun asal Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat; laki-laki usia 33 tahun asal Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat; dan perempuan usia 23 tahun asal Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Kemudian, pada hari yang sama terjadi penambahan susfect dua orang berasal dari Kota Singkawang. Sampai kemarin, pasien terkonfirmasi yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang sebanyak 10 orang, di mana tiga orang di antaranya berasal dari luar Kota Singkawang. (har)

SINGKAWANG – Pengelola Sekolah Menengah Pertama (SMP) Barito terpaksa menunda pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka pada 4 Januari 2021 mendatang. Kebijakan tersebut dilakukan mereka lantaran Kota Singkawang masih masuk dalam kategori zona oranye Covid-19.

“Sebenarnya kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi proses belajar mengajar tatap muka di sekolah pada 4 Januari mendatang. Namun, berhubung Singkawang masih dalam kategori Zona Orange Covid-19, mau tidak mau pelaksanaan tatap muka kita tunda,” kata Kepala SMP Barito Singkawang, Deddy, Minggu (27/12).

Dia mengungkapkan, sebenarnya sekolah SMP Barito Singkawang, termasuk salah satu dari 17 sekolah yang memenuhi syarat untuk melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka.”Tetapi dari Ketua Yayasan menyampaikan, selama masih dalam zona oranye sebaiknya belajar tatap muka ditunda dulu,” ujarnya.

Mengenai penundaan ini, Deddy menegaskan harus disikapi secara bijaksana, terlebih hal ini menyangkut hajat kesehatan. “Jadi sementara ini kita ikuti dulu aturan yang ada. Nanti jika memang sudah dalam kondisi baik, kita akan tetap laksanakan proses belajar mengajar tatap muka,” janjinya.

Baca Juga :  Guru PAI Non PNS Minta Ada Formasi P3K

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, bagi sekolah yang masih ingin melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka, hendaknya memperhatikan protokol kesehatan. “Jangan sampai ada sekolah yang melanggar aturan Surat Keputusan (SK) 4 Menteri, kemudian sekolah juga harus siap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Dia meminta agar pihak sekolah bisa mengatur siswa-siswinya sewaktu pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka. “Jangan sampai terjadi kerumunan di sekolah,” ucapnya.Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, pertanggal 20 Desember 2020, berdasarkan penilaian indikator dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional, bahwa Kota Singkawang masih berada di zona oranye, yakni zona dengan risiko sedang.

“Kami terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dan patuh menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan dan keramaian,” kata Barita.

Baca Juga :  Jangan Kendor Lakukan Protokol Kesehatan

Hingga Sabtu (26/12), kata Barita, terjadi penambahan sebanyak empat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Singkawang. Empat orang ini, disebutkan dia, terdiri dari perempuan usia 50 tahun asal Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat; laki-laki usia 50 tahun asal Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat; laki-laki usia 33 tahun asal Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat; dan perempuan usia 23 tahun asal Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Kemudian, pada hari yang sama terjadi penambahan susfect dua orang berasal dari Kota Singkawang. Sampai kemarin, pasien terkonfirmasi yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang sebanyak 10 orang, di mana tiga orang di antaranya berasal dari luar Kota Singkawang. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/